Resmikan Kantor DDII Jateng, Abdullah: Tantangan Dakwah Luar Biasa Berat

  • Whatsapp
Ketua DDII Wilayah Jateng Utara, Dr. M. Abdullah MA
Ketua DDII Wilayah Jateng Utara, Dr. M. Abdullah MA

BARISAN.CO – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Tengah Wilayah Utara dan Kota Semarang meresmikan Kantor DDII Wilayah Jateng dan DDII Kota Semarang, Sabtu (13/02/2020) di Pucang Gading, Batursari Kabupaten Demak.

Peresmian Kantor DDII selain diselenggarakan secara offline, juga online melalui media Zoom dan Channel YouTube Dewan Dakwah Islamiyah Jawa Tengah Wilayah Utara.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Agus Suharto mengatakan, bahwa kantor DDII Jateng wilayah utara adalah wakaf paket dari bapak Hanafi Shaleh yang secara ikhlas memberikan hak pakai unlimited waktunya.

“Jadi sampai tak terbatas. Mudah-mudahan ini menjadi gedung dakwah di kota Semarang dan sekitarnya,” lanjutnya.

Ketua DDII Wilayah Jateng Utara, Dr. M. Abdullah, MA juga menyampaikan rasa terima kasih yang dengan ikhlas dan ridha-Nya mewakafkan gedung kantor untuk DDII.

“Mudah-mudahan merangsang membangkitkan motivasi. Ke depan  insyallah kita memiliki mimpi kuat dalam konteks pembangunan dan implementasi kantor DDII,” tutur Abdullah.

Acara peresmian kantor DDII diisi dengan ceramah umum online dengan mengusung tema Metode Dakwah di Era Revolusi Industri 4.0 bersama Ketua Umum DDII Dr. H. Adian Husaini, M.Si.

Abdullah mengatakan, memang tantangan dakwah ke depan luar biasa berat, semakin hari semakin berat. Bukan saja tantangan dakwah konvensional yang kita hadapi di berbagai daerah, sudut-sudut desa maupun kota.

“Tantangan yang lebih berat adalah tantangan modernitas dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan (iptek) yang secara kuat masuk di relung-relung kehidupan kita,” tuturnya dalam sambutan acara.

Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang ini memberikan catatan penting, tantangan kita bukan hanya persoalan metodologis operasional. Tetapi tantangan yang kita hadapi adalah dalam masyarakat digital. Ada literasi-literasi  yang harus dipahami kembali oleh umat Islam

Abdullah meminta, jangan sampai umat Islam gaptek dan tidak gaul menghadapi berbagai literasi.

“Literasi baca tulis kita juga tidak bisa maksimal. Literasi numerasi, literasi sains dan teknologi, literasi fungsional, literasi digital, literasi budaya dan seterusnya. Itu menjadi tantangan kita,” tegasnya.

Sementara itu, Adian Husaini mengatakan di era disrubsi ini kita harus betul-betul bisa memanfaatkan, dan yang tidak bisa digantikan dengan internet adalah penanaman akhlak.

“Maka semua lembaga, kampus, sekolah, keluarga, pesantren semua harus fokus ke penanaman akhlakul karimah. Karena Rasulullah diutus untuk itu,” pesan Adian.

Pos terkait