Masjid I’tikaf Ar-Rosyid menjadi titik awal tarling RSI Sultan Agung dengan tausiyah tentang dua kebahagiaan orang berpuasa.
BARISAN.CO – RSI Sultan Agung Semarang menggelar kegiatan tarawih keliling (tarling) Ramadhan 1447 H di Masjid I’tikaf Ar-Rosyid, Banjardowo RT 2 RW 6, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (23/02/2025) malam.
Kegiatan ini menjadi lokasi pertama dalam rangkaian tarling yang diselenggarakan rumah sakit tersebut selama bulan Ramadhan.
Ketua Panitia Ramadhan 1447 H RSI Sultan Agung Semarang, Muhammad Asyif, S.Pd.I, M.Pd, mengatakan Masjid I’tikaf Ar-Rosyid merupakan masjid pertama yang dikunjungi dalam agenda tarling tahun ini.
“Tarling Ramadhan merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan RSI Sultan Agung untuk turut memeriahkan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan,” ujar Asyif.
Selain melaksanakan shalat Isya dan tarawih berjamaah, rombongan RSI Sultan Agung juga menyerahkan bantuan kepada pengurus masjid.
Asyif menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari infak dan sedekah karyawan yang dipotong dari gaji dan dihimpun selama periode tertentu.
Menurutnya, kegiatan tarawih keliling tidak hanya berfokus pada ibadah berjamaah, tetapi juga menghadirkan penceramah untuk memberikan tausiyah kepada jamaah setempat. Pada kesempatan di Masjid I’tikaf Ar-Rosyid, kultum disampaikan oleh Ustaz M. Arif Hidayat, S.Pd, M.Pd.
Dalam tausiyahnya, Arif Hidayat mengutip hadis Nabi Muhammad Saw tentang dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa.
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya,” kata Arif di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, kebahagiaan pertama dirasakan saat berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus. Selain itu, ia menambahkan adanya momentum mustajab untuk berdoa.
“Selain nikmat berbuka, yakni nikmat doa. Oleh karena itu setelah membaca doa berbuka puasa, dilanjutkan dengan membaca doa hajat atau keinginan kita,” ujarnya.
Sebab menurut Arif, sebagaimana hadis yang menyebutkan bahwa terdapat tiga doa yang tidak tertolak, yakni doa orang yang berpuasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.
Ia mengajak jamaah memanfaatkan waktu berbuka sebagai kesempatan untuk memanjatkan doa.
Arif juga menyinggung kebiasaan masyarakat saat berbuka puasa.
“Biasanya ketika dengar berbuka puasa, yang dimakan itu gorengan. Kalau tidak ada kurma, mengantinya dengan yang manis-manis,” jelasnya.
Terkait anjuran berbuka puasa, Arif menyampaikan pentingnya mengikuti sunnah dengan mengonsumsi kurma. Ia menuturkan, apabila tidak tersedia kurma, dapat diganti dengan makanan atau minuman manis sebagai pembuka.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid I’tikaf Ar-Rosyid, Lukni Maulana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tarling oleh RSI Sultan Agung Semarang di wilayahnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran manajemen dan karyawan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada sedulur-sedulur RSI Sultan Agung Semarang yang menggelar tarawih keliling di sini,” kata Lukni.
Ia juga menyinggung kondisi akses jalan menuju RSI Sultan Agung yang kerap dilalui warga. Menurutnya, jalur tersebut masih dalam tahap perbaikan dan saat hujan sering terjadi genangan bahkan banjir, sehingga membutuhkan perhatian bersama karena menjadi akses penting bagi masyarakat yang beraktivitas maupun menuju layanan kesehatan.
“Semoga RSI Sultan Agung Semarang senantiasa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan serta menjadi salah satu fasilitas kesehatan terdepan di Jawa Tengah.”
Kegiatan tarawih keliling ini menjadi bagian dari rangkaian program sosial dan keagamaan RSI Sultan Agung Semarang selama Ramadhan 1447 H, dengan agenda kunjungan ke sejumlah masjid di Kota Semarang dan sekitarnya. []









