“Bentuknya adalah platform, diberi jargon #SemuaBisaMakan, nama programnya: BagiiPiring. Ya, siapapun yang sedang lapar dan butuh makan, tinggal datang ke Warteg (warung tegal) terdekat. Ambil kupon (kartu)-nya, kasihkan ke kasir di warung tersebut maka Anda akan dapat sepiring nasi dengan lauk bebas senilai 15ribu rupiah, tanpa harus bayar. Gratis!,” terangnya.
Chozin mengilustrasikan program Semua Bisa Makan, misal: siang-terik matahari, ada seorang ojek online, sudah mangkal dari pagi sampe siang belum ada order masuk, uang di kantong tidak ada.
Sementara perut kosong- keroncongan dan tenggorokan kering serasa tercekat. Emosi siap meletup kapan saja dalam situasi seperti itu. Maka, dia tinggal searching warteg dekat situ, cari warteg yang gabung program #SemuaBisaMakan.
Ambil kartu/kupon atau scan barcode dari hp-nya, itu adalah tiket dia senilai 15 ribu untuk pesan makan siang. Tunjukkan kartu atau barcode itu kepada pelayan warung. Maka warung akan dengan sepenuh hati melayaninya, menyiapkan sepiring nasi beserta lauk sesuai request dan segelas minuman. Dalam 15 menit Pak Ojol bisa eksekusi makan siang itu dan keluar warteg dalam kondisi kenyang serta penuh semangat untuk mencari orderan.
“Dan ingat, program ini tidak monopoli. Ini bisa ditiru oleh siapa saja, oleh lembaga mana saja. Tidak ada copy right dalam gerakan sosial, yang ada justru right to copy. Silahkan tiru sistemnya, bikin sendiri aplikasi/kartunya, kerahkan sumber dayanya, ajak orang untuk bergabung,” pungkas Chozin. [Luk]