Terkini

Solusi Jitu ala Wagub Jabar Cegah HIV-AIDS: Menikah dan Poligami

Avatar
×

Solusi Jitu ala Wagub Jabar Cegah HIV-AIDS: Menikah dan Poligami

Sebarkan artikel ini
Menikah dan Poligami
Ilustrasi: jabarekspres.com.

Menurut Uu Ruzhanul Ulum, menikah & poligami adalah solusi remaja dan suami yang doyan jajan sembarangan.

BARISAN.CO Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum punya solusi untuk atasi kasus HIV-AIDS yang meningkat di Jawa Barat: menikah dan poligami.

Menurutnya, dua hal itu bisa meminimalisir perilaku yang marak di kalangan remaja dan para suami yang suka ‘jajan’ sembarangan.

“Menikah merupakan ibadah yang menjadi salah satu sunnah Rasulullah SAW. Setiap ibadah pasti punya nilai kebaikan bagi yang menjalankannya,” kata Uu Ruzhanul dalam keterangan tertulis, Selasa (30/8/2022).

Tujuan lain dari menikah, kata Uu, adalah menjauhkan diri dari zina dan terbukti perzinahan membawa banyak mudharat, mulai dari penyakit kelamin menular, hingga paling parah terjangkit penyakit HIV-AIDS.

“Dalam agama, khususnya Islam, perzinahan sangat dilarang […] Maka pernikahan menjadi solusi untuk memelihara seseorang dari perbuatan zina,” kata Uu.

Pernyataan tersebut adalah respons Uu atas merebaknya HIV-AID di Jawa Barat. Sebagaimana dilaporkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, sampai Desember 2021, KPA mencatat ada 12.358 pengidap HIV-AIDS yang melakukan pelayanan kesehatan di Kota Bandung.

Dari kasus positif, 11 persen di antaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) dan 6,9 persen terjadi pada mahasiswa. Jumlah keseluruhan pengidap HIV-AIDS yang dilaporkan didominasi oleh usia produktif.

Karena itu, saran Uu, anak muda jika sudah kebelet menyalurkan hasrat birahi segeralah menikah. Hasrat seksual memanglah hal biologis yang juga manusiawi, akan tetapi, kata Uu, tetap harus disalurkan dengan cara yang benar sesuai syariat agama.

“Saya berharap kepada anak-anak muda kalau kebelet, kawin saja, orang tua memberikan dukungan jangan dihalang-halangi, kalau dihalangi semacam, khawatir lebih parah lagi [dampaknya]” kata dia.

“Nikah muda juga belum tentu sengsara, berantakan, apalagi kalau niat nikah untuk ibadah. Sekalipun sedang kuliah, atau belum dapat kerja atau lainnya kalau sudah kebelet, ya bagaimana,” lanjut Uu.

Sementara itu, Uu juga menyarankan poligami sebagai solusi para suami yang suka jajan sembarangan.

Jika suami tidak cukup dengan satu pasangan, agama Islam, menurutnya, mengizinkan suami berpoligami, dengan syarat dan sejumlah catatan besar, seperti harus mampu, adil, dan bijaksana.

“Daripada seolah-olah suami tidak suka begitu, tapi akhirnya kena [HIV-AIDS] ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau. Asalkan siap adil, kenapa tidak? Makanya daripada ibu kena [HIV-AIDS], sementara ketahuan suami seperti itu, mendingan diberi keleluasaan untuk poligami,” kata Uu Ruzhanul Ulum. [dmr]