Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

10 Manfaat Daun Waru, Menumbuhkan Rambut dan Obat Anti Inflamasi

Redaksi
×

10 Manfaat Daun Waru, Menumbuhkan Rambut dan Obat Anti Inflamasi

Sebarkan artikel ini

Pohon waru memiliki beragam manfaat, terutama kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan yang bisa menghambat proses penuaan dan mencegah perkembangan sel kanker.

BARISAN.CO – Ahmad sosok pemuda yang berusia 30 tahun, ia sering mengeluh karena rambutnya sering rontok dan bahkan mengalami kebotakan. Lalu ada teman yang menyarankan memakai ramuan tradisional yakni memakai daun waru yang memiliki manfaat merawat rambut. Kini Ahmad tidak lagi risau dengan rambutnya lagi karena masalahnya sudah dapat diatasi.

Pohon waru memiliki nama latin Hibiscus Tiliaceus L merupakan tumbuhan tropis memiliki batang sedang dan sering dijumpai tumbuh di pinggiran jalan dan berdekatan dengan aliran air. Terlebih lagi tumbuh di kawasan pantasi yang berawa atau pohon yang suka dekat dengan pesisir.

Termasuk pohon liar yang dapat tumbuh bebas baik di hutan, ladang maupun pekarangan rumah. Pohon ini biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman pelindung, pembatas kawasan dan pohon peneduh halaman. Pohon waru memiliki batang yang lurus dan dapat tumbuh dengna ketinggian sampai 15 meter.

Batang berkayu, bulat, bercabang, berwarna cokelat. Daun bertangkai, tunggal, berbentuk jantung atau bundar telur, diameter sekitar 19 cm.

Pertulangan menjari, warna hijau, bagian bawah berambut abu-abu rapat. Bunga berdiri sendiri atau dua-lima dalam tandan, bertajuk antara delapan dan 11 buah, berwarna kuning dengan noda ungu di pangkal dalam, berubah kuning merah, dan akhirnya kemerah-merahan.

Buah bulat telur, berambut lebat, beruang lima, panjang sekitar 3 cm, berwarna cokelat. Biji kecil, berwarna cokelat muda. Daun mudanya bisa dimakan sebagai sayuran. Kulit kayu berserat, biasa untuk membuat tali.

Dibeberapa daerah pohon waru memiliki beragam sebutan atau anama, misalnya di Sumatera disebut kioko, siron, baru, buluh, bou, tobe, baru, beruk, melanding.

Di Jawa disebut waru, waru laut, waru lot, waru lenga, waru lengis, waru lisah, waru rangkang, wande, baru. Di Nusa Tenggara baru, waru, wau, kabaru, bau, fau.

Daerah Sulawesi disebut dengan nama balebirang, bahu, molowahu, lamogu, molowagu, baru, waru. Di Maluku, papatale, haru, palu, faru, haaro, fanu, halu, balo, kalo, pa. Di Papua kasyanaf, iwal, wakati.

Manfaat daun waru untuk kesehatan

Pohon waru memiliki beragam manfaat, terutama kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan yang bisa menghambat proses penuaan dan mencegah perkembangan sel kanker.

Selain itu kandungan flavonoid juga berfungsi sebagai melindungi struktur sel dalam tubuh, meningkatkan penyerapan dan penggunaan vitamin C dalam tubuh, sebagai obat anti-inflamasi dan masih banyak yang lain. Zat saponin memiliki khasiat mengikat kolesterol dalam darah. Plifenol juga bisa berguna sebagai antiseptik dan antioksidan.

Pohon waru terutama bagian kulitnya mulai dikembangkan sebagai obat antikanker, adapun manfaat daun waru dapat dijabarkan berikut ini yang ditulis Pitra Kurniawan dalam tabloid cempaka:

1. Menjaga paru-paru

Potong-potong segenggam daun waru segar, lalu cuci. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai air tersisa sekitar 3/4. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam air saringan, lalu minum, sehari tiga kali masing-masing 3/4 gelas minum.

2. Batuk

Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai air tersisa 3/4. Setelah dingin saring dan minum air saringan sehari tiga kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum minum, tambahkan madu secukupnya.

3. Batuk berdahak

Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai air tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin, saring dan minum air saringan itu sehari tiga kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

4. Radang amandel

Cuci segenggam daun waru segar, lalu rebus dalam dua gelas air bersih sampai air rebusan tersisa satu setengah gelas. Setelah dingin, saring, dan berkumurlah dengan air saringan, lalu minum sehari tiga-empat setiap kali cukup seteguk.

4. Radang usus

Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap.

5. Berak darah dan llendir pada anak

Cuci tujuh lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan setengah cangkir air sambil remas-remas sampai air mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang tanah sambil aduk sampai larut. Peras dan saring dengan sepotong kain halus. Minum air saringan sekaligus.

7. Muntah darah

Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan secangkir air minum sambil remas-remas. Selanjutnya saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air saringan, lalu minum sekaligus.

8. Rambut rontok

Cuci 30 lembar daun waru segar dan 20 daun randu segar (Ceiba pentandra Gaertn), lalu giling sampai halus. Tambahkan dua sendok makan minyak jarak dan air perasan satu buah jeruk nipis, sambil aduk sampai rata. Saring ramuan itu dengan sepotong kain sambil peras.

Gunakan air perasan untuk menggosok kulit kepala sambil pijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi, lalu bungkus rambut dengan handuk atau sepotong kain. Selanjutnya cuci rambut keesokan harinya. Lakukan tiga kali seminggu.

9. Penyubur rambut

Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam segelas air bersih sampai air seperti selai. Selanjutnya, peras dan saring dengan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama semalam. Keesokan hari, gunakan cairan itu untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut tumbuh lebih subur.

10.  Disentri

Ambil daun waru yang masih muda atau masih kuncup, cuci bersih gunakan sebagai lalap.

Demikianlah manfaat daun waru untuk kesehatan, selain sebagai tanaman peneduh halaman rumah. Semoga bermanfaat. [Luk]