Scroll untuk baca artikel
Khazanah

5 Jenis Santet Masyarakat Jawa, Menguak Tabir Ilmu Sihir

Redaksi
×

5 Jenis Santet Masyarakat Jawa, Menguak Tabir Ilmu Sihir

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Bagi orang Jawa tentu mengenal “santet” yang dipakai untuk melukai, merusak dan bahkan membunuh. Seperti dalam film-film dulu, film tentang dunia roh halus dan tentunya ilmu gaib.

Bahkan sampai sekarang tontonan di televisi masih menayangkan persoalan tersebut. Begitupun juga dengan content YouTube, banyak creator yang membangun channelnya dengan hal-hal misteri dan magic.

Namun sesungguhnya santet merupakan bagian dari ilmu magik atau magic yang memilik arti sihir, gaib, ataupun sulap. Sedangkan orangnya disebut dengan magician. Magician sempat booming diacarai televisi yang dipandu Deddy Courbuzier.

Sebuah tayangan hiburan The Master yang menyajikan beragam tampilan ilmu magic seperti hynosis, mentalis, faqir, maupun sulap dan magic clasic. Hynosis sebagaimana yang ditampilkan Romy Rafael yang sekaligus menjadi juri. Sedangkan juri Deddy Courbuzier lebih mengedepankan tampilan mentalis.

Selain itu yang sempat populer yakni Linbad orang asli Tegal ini dengan ilmu faqirnya yang menyajikan kekuatan fisik. Begitu juga magic clasic dan sulap yang diperagakan oleh Pak Tarno dengan jargonnya “Jadi apa prok prok prok.”

Jadi ilmu magic bukan lagi sebuah fenomena dan bahkan menjadi hiburan saat ini. Jika dulu orang lebih mengenal ilmu magic dengan ilmu sihir, sebagaimana kisah Nabi Musa melawan ular-ularnya para penyihir.

Inilah yang kemudian membedakan antara ilmu sihir dengan mukjizat. Kalau ilmu sihir dapat dipelajari dan juga melalui perantara seperti mahluk halus (jin). Sedangkan mukjizat tidak dapat dipelajari, namun diberikan langsung Allah Swt kepada para rasul dan nabinya. Begitupun juga dengan karomah yang dimiliki para wali.

James George Frezer dalam karyanya The Golden Bough mengatakan bahwa, magic sama sekali tidak berkaitan dengan agama yang didefinisikan sebagai suatu orientasi ke arah roh atau dewa-dewa yang melampaui susunan alam atau kosmos fisik. Sehingga ahli magic mempunyai kaitan lebih erat dengan ilmuan dari pada agamawan.

Kembali ke santet, di Jawa sudah biasa dengan perilaku magic dan di antaranya bahkan diperaktekan. Namun taukah kamu? Sesunggunya ada beragam jenis santet, sebagaimana menurut Tavirudi dan Ahmad Duri dalam bukunya Menguak Rahasia Supranatural:

1. Dematrealisasi

Yaitu santet yang mengirim benda dengan merubah materi mejadi molekul, digerakan menuju sasaran yang dikehendaki dan setelah sampai molekul tersebut dirubah menjadi materi kembali.

2. Santet Kontak

Santet yang manggunakan bagian dari anggota tubuh seseorang yang dikehendaki. Misal: menyantet dengan menggunakan rambut, ujung potongan kuku, pakaian yang masih berkeringat dan sebagainya.

3. Santet Kekuatan Roh

Santet dengan memanfaatkan kekautan di luar tubuhnya, caranya dengan mengambil power dari suatu tempat keramat (kuburan, tempat pertapaan), sehingga santet tipe ini mutlak memanfaatkan makhluk halus, jin, syetan maupun danyang.

4. Santet Kekautan Batin Aku Batin (telepsikokinesis)

Santet dengan memanfaatkan kekuatan konsentrasi, kehendak batin tersebut memvisualisasikan suatu kehendak apabila dilepas menuju sasaran tertentu bisa menibulkan efek negatif pada seseorang.

5. Santet Ngelmu

Santet dengan memanfaatkan kekuatan ilmu atau ngelmu, yang terbagi menjadi dua yaitu ilmu putih dan ilmu hitam.

Santet memang terkesan menakutkan dan bahkan cenderung negatif. Namun bagi orang Jawa tidak semua santet itu bersumber dari ilmu hitam. (Lukni/Red)