Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

50 Kata Hikmah Ali bin Abi Thalib dalam Nahjul Balaghoh, Tentang Kehidupan dan Cinta

Redaksi
×

50 Kata Hikmah Ali bin Abi Thalib dalam Nahjul Balaghoh, Tentang Kehidupan dan Cinta

Sebarkan artikel ini
Kata Hikmah Ali bin Abi Thalib
Ilustrasi foto/Pexels.com

Kekayaan yang terbaik ialah meninggalkan hawa nafsu. (Ali bin Abi Thalib)

BARISAN.CO – Ali bin Abi Thalib dilahirkan di Makkah tahun ke-10 sebelum kenabian. Nama asli pemberian ayahnya yakni Haidar, orang tuanya berharap kelak Ali menjadi tokoh pemberani dan disegani. Sebelum membahas kata hikmah Ali bin Abi Thalib, perlu diketahui bahwasanya ibunda Ali bin Abi Thali bernama Fatimah binti Asad, kisah kelahiran Ali menjadi sosok tidak lepas dari peran ibunya yang berdoa di depan pintu Ka’bah.

Inilah 50 kata hikmah dari sang Khalifah menantu Nabi Muhammad Saw yang diambil dari Nahjul Balaghoh.

Najhul Balaghah sendiri merupakan kumpulan dari ucapan dan tulisan imam Ali bin Abi Thalib yang dikumpulkan dan disusun oleh Sayid Radhi atau memiliki nama asli Muhammad bin Abi Ahmad Hasani.

50 Kata Hikmah Ali bin Abi Thalib Tentang Kehidupan

Berikut kata-kata hikmah dari Ali bin Abi Thalib:

  1. Ini hari raya bagi orang yang puasanya diterima Allah dan yang atas salatnya Allah berterima kasih;dan (sesungguhnya) setiap hari di mana tak dilakukan dosa terhadap Allah adalah ‘Id.
  2. Pada Hari Pengadilan, penyesalan yang terbesar akan dirasakan oleh orang yang endapatkan kekayaan melalui cara-cara dosa,tetapi diwarisi oleh orang yang membelanjakannya dalam menaati Allah Yang Mahasuci dan diganjari surga karenanya, sementara orang pertama itu masuk neraka karenanya.
  3. Yang terburuk dalam tawar-menawar dan yang paling tak berhasil dalam perjuangan ialah orang yang berusaha keras mencari kekayaan tetapi nasib tidak menolongnya dalam tujuannya, dan sebagai akibatnya ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan sedih sementara di akhirat pun ia akan menghadapi akibat-akibat buruknya.
  4. Rezeki ada dua macam: yang mencari dan yang dicari. Karena itu, maka orang yang sangat menghasratkan dunia ini, maut mengikutinya sampai ia memalingkannya keluar darinya; tetapi orang yang menghasratkan akhirat, kelapangan dunia sendiri mencarinya, dan ia menerima rezeki darinya.
  5. Para pencinta Allah adalah orang-orang yang melihat sisi batin dari dunia, sedang orang lain melihat sisi lahirnya; mereka menyibukkan diri dengan manfaatnya yang lebih jauh sementara orang lain naenyibukkan diri dalam manfaat yang segera. Mereka membunuh hal-hal yang mereka takuti akan membunuh mereka, dan mereka tinggalkan di dunia ini apa yang mereka pandang akan meninggalkan mereka. Mereka menganggap penumpukan harta oleh orang lain sebagai hal kecil dan menganggapnya sebagai merugi. Mereka adalah musuh hal-hal yang dicintai orang lain, sementara mereka mencintai hal-hal yang dibenci orang lain. Melalui mereka Al-Qur’an dipelajari, dan mereka diberi pengetahuan melalui Al-Qur’an. Bagi mereka Al-Qur’an adalah langgeng sementara mereka bersiteguh pada Al-Qur’an. Mereka tidak melihat suatu obyek harapan lebih dari yang mereka harap dan tak ada obyek ketakutan di atas apa yang mereka takuti.
  6. Ingatlah bahwa kesenangan akan berlalu sedang akibatnya akan tinggal.
  7. Ujilah seseorang, maka Anda akan membencinya.
  8. Tidaklah Allah akan membiarkan pintu syukur terbuka bagi seseorang dan menutup pintu kelimpahan atasnya, atau membuka pintu doa bagi seseorang dan menutup pintu penerimaan atasnya, atau membuka pintu taubat bagi seseorang dan menutup pintu keampunan baginya.
  9. Orang yang paling pantas untuk kedudukan mulia ialah orang yang menurun dari orang-orang mulia.
  10. Manusia adalah musuh dari apa yang tidak diketahuinya.
  11. Keseluruhan zuhud terbatas di antara ungkapan Al-Qur’an. Allah Yang Mahasuci berfirman, “Supaya kamu jangan berduka-cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. 57:23) Barangsiapa tidak bersedih atas apa yang tak diperolehnya dan tidak bergembira ria atas apa yang datang kepadanya, mendapatkan zuhud dari kedua sisinya.
  12. Pemenrintahan adalah lahan ujian bagi manusia.
  13. Tak ada kota yang mempunyai hak lebih besar pada Anda ketimbang yang lainnya. Kota yang terbaik bagi Anda ialah kota yang melahirkan Anda.
  14. Sedikityang langgeng lebih baik daripada banyak yang membawa kesedihan.
  15. Apabila seseorang mempunyai sifat terbuka, tunggu dan lihatlah sifat-sifatnya yang lain.
  16. Jadilah dermawan, tetapi jangan mubazir; berhematlah, tetapi jangan kikir.
  17. Kekayaan yang terbaik ialah meninggalkan hawa nafsu.
  18. Apabila seseorang cepat dalam mengatakan halhal yang tidak mereka sukai tentang orang (lain), maka orang berbicara tentang apa yang mereka tidak tahu tentang dia.
  19. Barangsiapa memperpanjang hawa nafsunya, ia menghancurkan amal perbuatannya.
  20. Ibadah yang sunah tak dapat membawa kedekatan kepada Allah, apabila hal itu menghalangi yang wajib.
  21. Lidah orang bijaksana berada di belakang hatinya, dan hati orang tolol berada di belakang lidahnya.
  22. Diberkatilah orang yang terus mengingat kehidupan yang berikut, bertindak sedemikian rupa sehingga memungkinkan dia mempertanggungjawabkannya, tetap puas dengan apa yang mencukupinya, dan tetap rida kepada Allah.
  23. Sekalipun saya memukul hidung seorang mukmin dengan ini, pedang saya, supaya membenci saya, ia tak akan membenci saya; dan sekalipun saya tumpukkan seluruh kekayaan dunia di hadapan seorang munafik untuk mencintai saya, ia tidak akan mencintai saya. Ini disebabkan karena suatu keputusan yang diikrarkan oleh lidah Nabi yang mulia SAWW, ketika beliau berkata, “Wahai ‘Ali, orang mukmin tak akan pernah membencimu, dan orang munafik tak akan pernah mencintaimu.
  24. Dosa yang meresahkan Anda lebih baik dalam pandangan Allah daripada kebajikan yang membanggakan Anda.
  25. Nilai seorang lelaki sesuai dengan keberaniannya; kejujurannya sesuai dengan keseimbangan perangainya; keperkasaannya sesuai dengan respek dirinya; dan kesuciannya sesuai dengan rasa malunya.
  26. Kemenangan dicapai dengan tekad; tekad tercapai dengan pemikiran, dan pikiran dibentuk dengan menjaga rahasia.
  27. Takutlah akan serangan orang terhormat ketika ia lapar, dan (serangan) orang hina ketika ia kenyang. Hati manusia adalah seperti binatang buas. Barangsiapa (hendak) menjinakkannya, akan diterkamnya.
  28. Selama kedudukan Anda baik, kekurangan Anda tertutup.
  29. Yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum.
  30. Kedermawanan ialah yang dengan inisiatif sendiri, karena memberi atas permintaan mungkin disebabkan oleh harga diri atau untuk mengelakkan celaan.
  31. Tak ada kekayaan seperti kebijaksanaan, tak ada kemiskinan seperti kejahilan, tak ada warisan seperti kehalusan, tak ada dukungan seperti nasihat.
  32. Kesabaran ada dua jenis, sabar atas apa yang menyakiti Anda dan sabar terhadap apa yang Anda serakahi.
  33. Dengan kekayaan, tanah asing adalah negeri sendiri, sedang dengan kemiskinan bahkan tanah sendiri menjadi negeri asing.
  34. Kepuasan adalah harta yang tak berkurang.
  35. Kekayaan adalah sumber hawa nafsu.
  36. Barangsiapa memperingatkan Anda, ia seperti memberi kabar gembira kepada Anda.
  37. Lidah adalah hewan buas; bila dibebaskan ia menerkam.
  38. Perempuan adalah ibarat kalajengking yang sengatannya manis.
  39. Apabila Anda diberi hormat, balaslah dengan hormat yang lebih baik. Apabila tangan bantuan diulurkan kepada Anda, buatlah kebaikan yarig lebih baik sebagai balasan, kendatipun keutamaannya tetap berada pada si pemula.
  40. Penengah adalah sayap dari si pencari.
  41. Manusia duniawi adalah seperti musafir yang sedang dibawa sementara ia tertidur.
  42. Ketiadaan sahabat berarti keterasingan.
  43. Tidak mendapatkan apa yang diinginkan lebih enak daripada meminta pada orang yang tak pantas.
  44. Jangan merasa malu karena (hanya) memberikan sedikit, karena penolakan adalah lebih kecil dari (yang sedikit) itu.
  45. Menahan diri adalah perhiasan kemiskinan sedang syukur adalah perhiasan kekayaan.
  46. Apabila yang Anda tuju tak tercapai, maka janganlah cemas tentang apakah Anda dahulunya.
  47. Anda tak akan mendapatkan orang jahil kecuali pada salah satu ujung ekstrem (yakni yang lalai atau yang berlebih-lebihan).
  48. Ketika akal meningkat, kata-kata menyingkat.
  49. Waktu mengauskan tubuh, menyegarkan hasrat, membawa kematian lebih dekat, dan membawa pergi aspirasi-aspirasi. Barangsiapa berhasil dengannya, menghadapi kesusahan, dan barangsiapa tak mendapatkan kebaikannya, pun mengalami kesukaran.
  50. Barangsiapa menempatkan diri sebagai pemimpin rakyat, ia harus mulai mendidik dirinya sendiri sebelum mendidik orang lain; dan pelajarannya haruslah melalui perilakunya sendiri sebelum mengajar dengan lidah. Orang yang mendidik dan melatih dirinya sendiri lebih berhak mendapat penghormatan ketimbang orang yang mendidik dan melatih orang lain.[]