BARISAN.CO – UMKM sebagai sektor yang menopang lebih dari 61,97 persen PDB nasional, UMKM mempunyai paling tidak empat masalah mendasar mulai dari akses permodalan, literasi keuangan yang rendah hingga kualitas SDM dan teknologi.
Untuk akselerasi perbaikan mutu dan penyaluran permodalan UMKM, pemerintah telah andil sepenuhnya dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebuah kema Subsidi Bunga pembiayaan, yang telah digelontorkan sejak 2015 kepada para pengusaha UMKM untuk menambah modal produktifnya, terbukti mampu menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama membangkitkan pemulihan ekonomi dari sektor UMKM yang menjadi backbone perekonomian nasional.
“Kita patut bersyukur, kemarin di kuartal ketiga ekonomi kita masih tumbuh 5,72%. Yang patut kita syukuri. Inflasi masih dikendalikan di 5,4%. Oleh sebab itu, peluang-peluang seperti ini meskipun dunia sulit, Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh dan yang paling penting pertumbuhan itu bisa menjaga daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya, sektor riil utamanya UMKM juga masih bergerak dengan cepat,” ungkap Presiden Joko Widodo dalam acara Penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster dan Penyaluran Dana melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/12/2022).
Sebagai pengendalian dan lebih menekankan substansi pembiayaan kepada UMKM, stakeholder telah mencanangkan program KUR Klaster, merupakan skema pembayaran Kredit Usaha Rakyat dengan kelompok usaha dan plafon usaha capai Rp 500.000.000. KUR Klaster dirujukkan untuk segmentasi usaha yang melibatkan mitra usaha perkebunan rakyat, sektor perikanan rakyat, dan sektor peternakan rakyat.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pula bahwa strategi KUR Klaster menjadi strategi yang tepat sasaran, “Saya senang sekarang ada model KUR Klaster, ini benar, memang harus diklasterkan. Saya senang tadi ada pondok pesantren sampai dapat sekian miliar untuk urusan hortikultura dan sayurnya dibeli kemudian dijualnya lewat usaha-usaha yang memiliki jaringan yang banyak. Sehingga jelas, off-taker-nya jelas, penjamin pembeliannya jadi jelas,” ujar Presiden Joko Widodo.
Sebagai informasi tambahan, sampai saat ini sudah ada 14.888 klaster usaha dengan jumlah UMKM mencapai 1,3 juta unit usaha. Tepat pada 15 Desember 2022 lalu, realisasi penyaluran kredit yang telah diberikan adalah sebesar Rp 4.800.000.000.000, atau sebesar porsi 96,7% dari total alokasi.
Sementara itu, Eko Filtra Pemimpin Divisi Pembiayaan Ritel Bank DKI UUS, saat di temui tim barisan.co, menyampaikan bahwa skema KUR Klaster dinilai menjadi skema yang lebih tepat karena dapat menyalurkan modal dan pembiayaan pada usaha mikro, kecil, dan menengah lebih cepat dan tepat. Jika dahulu pembiayaan ke UMKM yang diberikan hanya dalam jumlah kecil, maka kini kredit diberikan oleh bank dalam jumlah besar, kemudian dibagikan pada setiap klaster yang mengajukan kredit tersebut.
Eko Filtra menyebutkan, bahwa semenjak Bank DKI mendapatkan porsi KUR, Bank DKI telah serta-merta menyalurkan pembiayaan KUR tersebut kepada mitra UMKM secara progresif dan tepat sasaran.
“Perbankan sudah saatnya lebih dekat dan memberikan program tepat sasaran kepada UMKM, Sehingga UMKM yang selama ini digadang-gadang dan terbukti menjadi tulang punggung perekonomian negara, akan terus berkembang dan tumbuh subur. Pada tahun ini 2022 KUR Bank DKI telah mendapatkan kuota sebesar 1,150T, dan pada tahun 2023 kita akan fokus genjot KUR dengan pengajuan kuota sebesar 2,8T” Ungkap Eko Filtra.
Perihal KUR Klaster, Eko filtra selaku bankir menyampaikan sangat mengapresiasi program tersebut, pasalnya pihak bank akan lebih mudah menjangkau para pengusahan UMKM dengan adanya konsep komunitas klaster ini, dan akan membuka peluang ukhuwah bermuamalah dengan mitra, dan antar pengusaha UMKM lebih kuat. Sehingga, proses monitoring perkembangan kinerja antar mitra pun juga kebutuhan cashflow mitrapun terfokuskan.
“KUR Klaster merupakan terobosan luar biasa, yang dicanangkan oleh stakeholder dengan tujuan agar penguasaha UMKM selaku mitra bank mendapatkan porsi pembiayaan yang layak, dan mampu lebih sustain di era ketidakpastian ekonomi saat ini. Sementara itu, konseptualitas KUR Klaster ini, semakin mempererat ukhuwah bermuamalah antara pihak bank, dan para mitra bisnis, hingga satu sama lain akan saling membentuk ekosistem yang kokoh, saling mendukung, dan saling menguntungkan”, tutur Eko Filtra.
Pada kesempatan itu, Eko Filtra mengaku pihaknya telah mengirimkan perwakilan nasabah KUR Klaster. Eko pun menyampaikan bahwa Bank DKI Unit Usaha syariah terkhususnya akan selalu membuka pintu untuk seluruh UMKM Jakarta menjadi mitra bisnis dan menjalankan ukhuwah bermuamalah yang saling mendukung dan meningkat.
“Kami selaku insan Bank DKI selalu berupaya untuk menjadikan pelaku UMKM Jakarta sebagai mitra bisnis, apalagi program KUR Klaster akan membuat hubungan antar pihak semakin erat. Pada agenda penyerahan pembiayaan KUR Klaster oleh presiden Joko Widodo saat ini, kami mengirimkan nasabah KUR Klaster kami, kelompok ekosistem bisnis UMKM tersebut dugaungi oleh Bapak Haji Ibrahim, konsep ekosistemnya terdiri dari beberapa macam usaha yang saling berkolaborasi. Dari usaha penggemukan sapi, usaha pembuatan tahu tempe, serta usaha warung”, pungkas Eko Filtra. [rif]




