Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Hubungan Cinta, Membangun Saling Percaya dan Komitmen

Redaksi
×

Hubungan Cinta, Membangun Saling Percaya dan Komitmen

Sebarkan artikel ini

Plato mengatakan yang telah diajari sedemikian jauh tentang cinta dan telah belajar mencari keindahan secara berurutan, pada saat ia mencapai tahap akhir maka akan digapainya keindahan yang sangat menakjubkan

BARISAN.CO – Membahas persoalan hubungan cinta hampir tidak pernah usai dibicarakan dan bahkan dikaji. Tidak hanya persoalan arti cinta tetapi berbagai sisi menarik persoalan cinta itu sendiri. Tidak sedit tokoh intelektual membahas cinta dari berbagai disiplin ilmu baik itu psikologi, tasawuf maupun pendidikan.

Hal ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap cinta semakin menarik untuk diperhatikan sejak dahulu hingga sekarang. Banyak literature klasik membahas tentang cinta dan hingga saat ini pun tidak hanya berupa karya sastra, karya akademisi namun juga seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Lantas bagaimana menjaga hubungan cinta, terutama membangun saling percaya? Hubungan cinta adalah hubungan antara dua orang yang saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain dalam kehidupan mereka. Ini dapat meliputi perasaan romantis, kepercayaan, keintiman fisik dan emosional, serta komitmen untuk saling membangun masa depan bersama.

Sedangkan tujuan menjaga hubungan cinta yakni untuk memperkuat ikatan antara pasangan dan mempertahankan hubungan tersebut dalam jangka panjang. Dengan menjaga hubungan cinta yang sehat, pasangan dapat saling mendukung dan merayakan keberhasilan serta mengatasi tantangan bersama.

Menjaga hubungan cinta yang kuat juga dapat membantu meningkatkan kebahagiaan, kesejahteraan emosional, dan kualitas hidup pasangan. Selain itu, hubungan cinta yang sehat juga dapat menjadi teladan bagi orang lain dan membantu membangun hubungan yang lebih baik dalam keluarga dan masyarakat.

Ada beberapa cara yang dapat membantu menjaga hubungan cinta dan membangun kepercayaan, di antaranya:

1. Komunikasi yang baik

Jangan takut untuk membicarakan masalah atau perasaan dengan pasangan secara jujur dan terbuka. Dengarkan juga apa yang ingin dikatakan pasangan dengan penuh perhatian.

2. Memberikan perhatian

Tunjukkan rasa sayang dan perhatian kepada pasangan dengan melakukan kegiatan bersama atau memberikan perhatian kecil seperti ucapan sayang atau perhatian khusus.

3. Menghargai perbedaan

Terkadang, pasangan memiliki pendapat atau kebiasaan yang berbeda. Belajar menghargai perbedaan ini dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.

4. Menjaga komitmen

Jaga janji atau komitmen yang sudah disepakati bersama. Ini akan memperkuat rasa saling percaya dan menghormati antara pasangan.

5. Menyelesaikan masalah bersama

Ketika ada masalah, jangan mencari kambing hitam atau menyalahkan satu sama lain. Sebaliknya, carilah solusi bersama untuk mengatasi masalah tersebut.

6. Membuat kenangan bersama

Lakukan kegiatan atau perjalanan bersama untuk menciptakan kenangan indah dan memperkuat ikatan cinta di antara pasangan.

Setiap hubungan cinta memiliki dinamika yang berbeda, namun menjaga komunikasi, perhatian, penghormatan, komitmen, dan solusi bersama dapat membantu menjaga hubungan cinta tetap sehat dan harmonis.

Membahas hubungan cinta memang mengasyikan, bahkan dalam kajian filsafat hal ini tidak dapat dilepaskan. Sebagaimana filosof Plati membahas tentang persoalan cinta yang membahas tentang keindahan.

Plato mengatakan, “Ia yang telah diajari sedemikian jauh tentang cinta dan telah belajar mencari keindahan secara berurutan, pada saat ia mencapai tahap akhir maka akan digapainya keindahan yang sangat menakjubkan, yang tidak tumbuh maupun hancur, tidak pula membesar ataupun menyusut. Tetapi hanya sebuah keindahan yang absolut, terpisah sederhana nan abadi. Ia yang dibawah pengaruh cinta sejati yang timbul pada saat melihat keindahan itu, adalah tidak pernah berakhir.

Sementara dalam konteks tasawuf, apa penyebab cinta itu dapat muncul? Menurut Imam Al-Ghazali ada beberapa hal penyebab rasa cinta itu muncul, yaitu: Pertama, pada dasarnya seorang manusia itu mencintai dirinya sendiri, maka ia ingin tetap hidup dan binasa.

Kedua, manusia akan tertarik pada siapapun yang senantiasa menebar kebaikan dihadapannya walaupun tidak memiliki hubungan darah dalam keluarga. Ketiga, manusia mencintai suatu hal karena zatnya memang layak untuk dicintai, seperti keindahan, ketampanaan, dan keharmonisan.

Keempat, manusia sangat mencintai sebuah keindahan baik yang nampak dan tidak tampak dalam panca indranya, misalnya: kejujuran, keberanian, kecerdasan, kegagahan dan lain sebagainya.

Sungguh persoalan cinta selalu dibahas karena cinta adalah salah satu aspek kehidupan manusia yang paling kompleks dan bervariasi. Setiap orang memiliki pengalaman dan persepsi yang unik tentang cinta, dan banyak orang mencari pemahaman dan saran tentang bagaimana mengelola hubungan cinta mereka.

Selain itu, kehidupan cinta dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan psikologis seseorang, yang membuat orang merasa penting untuk memahami dan memperbaiki hubungan cinta mereka.

Cinta juga sering dikaitkan dengan topik lain seperti seksualitas, pernikahan, keluarga, dan hubungan sosial, yang semakin menambah kompleksitas dan relevansi topik ini dalam kehidupan sehari-hari. [Luk]