Scroll untuk baca artikel
Berita

Noe Letto Dilantik Menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Ini Tugasnya

×

Noe Letto Dilantik Menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Ini Tugasnya

Sebarkan artikel ini
Noe Letto Dilantik Menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
Noe Letto/Foto: Tangkapan layar YouTube Sabrang MDP Official

Dari panggung musik ke ruang strategi negara, Noe Letto resmi dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional.

BARISAN.CO – Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe, vokalis grup musik Letto, resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Pelantikan tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan kompetensi serta rekam jejak keahlian yang dimiliki Noe.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melantik sebanyak 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional di lingkungan DPN, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Dari jumlah tersebut, salah satunya adalah Noe Letto yang dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya.

Pelantikan Noe Letto tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Ia mengatakan bahwa pengangkatan Noe sebagai tenaga ahli bertujuan untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional melalui dukungan pemikiran strategis.

“Betul beliau resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional dan akan memberikan dukungan pemikiran strategis untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional sesuai dengan tugas kelembagaan yang berlaku,” kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Minggu (18/1/2026).

Rico menjelaskan, setelah resmi dilantik, Noe Letto memiliki tugas utama memberikan masukan, kajian, serta rekomendasi sesuai dengan bidang keahliannya guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.

“Setelah dilantik, yang bersangkutan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional,” ujar Rico.

Terkait bidang kontribusi Noe Letto, Rico menyampaikan bahwa peran yang bersangkutan tidak berada pada aspek teknis militer, melainkan pada ranah pemikiran strategis lintas disiplin.

Menurutnya, latar belakang Noe dinilai relevan untuk memperkaya perspektif DPN dalam merumuskan kebijakan pertahanan nasional.

“Kontribusi yang bersangkutan difokuskan pada pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis, guna memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional,” jelasnya.

Rico menambahkan bahwa mekanisme kerja tenaga ahli di lingkungan DPN telah diatur secara kelembagaan. Setiap masukan dan rekomendasi disampaikan melalui forum resmi dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku.

“Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku, untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan, termasuk Menteri Pertahanan,” kata Rico.