BARISAN.CO – Nama pegiat koperasi Suroto belakangan menjadi perbincangan publik setelah viral karena dinilai mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Namun, jauh sebelum program tersebut berjalan, Suroto pernah menyampaikan kritik cukup tajam terhadap konsep Kopdes Merah Putih dalam sebuah podcast bersama ekonom Awalil Rizky.
Dalam podcast tersebut, Suroto menilai persoalan utama Koperasi Desa Merah Putih bukan terletak pada besarnya modal yang disiapkan pemerintah, melainkan pada aspek kelembagaan.
Menurutnya, apabila organisasi koperasi dibangun dengan cara yang keliru, maka investasi sebesar apa pun tidak akan menghasilkan koperasi yang sehat.
Suroto menjelaskan bahwa secara historis perkembangan koperasi di Indonesia banyak diwarnai oleh koperasi yang lahir karena dorongan atau intervensi negara. Ia memasukkan Koperasi Desa Merah Putih ke dalam kategori tersebut, sebagaimana sebelumnya terjadi pada Koperasi Unit Desa (KUD) maupun Koptan.
Menurutnya, koperasi semestinya tumbuh secara alami berdasarkan kebutuhan, kesadaran, dan partisipasi anggotanya, bukan karena adanya program pemerintah atau dorongan untuk memperoleh bantuan. Ia juga menegaskan bahwa koperasi berbeda dengan perusahaan kapitalis karena bertujuan memberikan manfaat kepada anggota dengan prinsip one person, one vote.
Dalam pembahasannya, Suroto juga menyoroti skema bisnis Kopdes Merah Putih. Ia berpandangan bahwa fungsi yang paling realistis bagi koperasi tersebut adalah sebagai penyalur barang-barang publik, seperti pupuk bersubsidi dan gas bersubsidi. Namun, ia mempertanyakan efektivitas pembentukan puluhan ribu koperasi baru di seluruh desa.
Sebagai alternatif, Suroto mengusulkan agar pemerintah membangun koperasi pada tingkat kabupaten atau provinsi, sementara unit di desa cukup menjadi kantor cabang atau jalur distribusi.
Dengan model tersebut, menurutnya, tata kelola akan lebih mudah dikendalikan dan koperasi tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Apabila program Koperasi Desa Merah Putih tetap dijalankan, Suroto berpendapat keuntungan yang diperoleh sebaiknya digunakan untuk memperkuat organisasi koperasi melalui pendidikan anggota, pelatihan, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan tata kelola.
Di akhir pembahasannya, Suroto mengingatkan bahwa koperasi merupakan self regulated organization, yakni organisasi yang mengatur dirinya sendiri berdasarkan nilai dan prinsip koperasi.
Ia menilai paradigma koperasi yang terlalu bergantung pada proyek dan intervensi pemerintah justru berpotensi menjauhkan koperasi dari jati dirinya.
Pandangan tersebut disampaikan Suroto dalam podcast bersama Awalil Rizky ketika membahas konsep Koperasi Desa Merah Putih pada tahap awal peluncuran program tersebut.
Kini, setelah namanya kembali menjadi perhatian publik karena dikaitkan dengan dukungan terhadap Kopdes, rekam jejak pandangannya mengenai konsep Koperasi Desa Merah Putih kembali menjadi sorotan. []
Video selengkapnya:









