Scroll untuk baca artikel
Pojok

Lirik Busyrolana Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Cocok untuk Dibaca Saat Bersholawat

×

Lirik Busyrolana Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Cocok untuk Dibaca Saat Bersholawat

Sebarkan artikel ini
Busyrolana
Ilustrasi

Lirik Busyrolana lengkap dengan Arab, Latin, dan arti bahasa Indonesia untuk memudahkan pembaca mengikuti lantunan sholawat.

BARISAN.CO – Busyrolana menjadi salah satu sholawat yang banyak dicari ketika umat Islam ingin mengikuti lantunan dalam majelis. Liriknya menghadirkan ungkapan kebahagiaan, harapan, dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pencarian lirik Busyrolana biasanya mencakup tulisan Arab, bacaan Latin, serta terjemahan bahasa Indonesia. Karena itu, artikel ini menyajikan Busyrolana lengkap dalam satu halaman agar pembaca mudah mengikutinya.

Busyrolana juga dikenal melalui bait “Busyro lana nilnal muna” yang muncul berulang dalam lantunannya. Bait tersebut memberikan nuansa kebahagiaan setelah seseorang memperoleh harapan yang dinantikan.

Selain mencari lirik Busyrolana, banyak pembaca ingin mengetahui arti dari setiap baitnya. Pemahaman tersebut membantu pembaca mengikuti lantunan sekaligus memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Artikel ini memuat teks Busyrolana dalam tulisan Arab beserta transliterasi Latin dan artinya. Pembaca dapat menggunakannya sebagai referensi ketika membaca atau mengikuti lantunan sholawat.

Lirik Busyrolana Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Lirik sholawat Busyrolana terdiri atas beberapa bait dengan pengulangan pada bagian tertentu. Susunan tersebut membuat lantunannya mudah diikuti ketika dibaca secara bersama-sama.

Makna Busyrolana secara umum menghadirkan suasana bahagia setelah kesusahan berlalu. Liriknya kemudian mengarah pada ungkapan kerinduan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Berikut Busyrolana Arab, Latin, dan artinya secara lengkap sesuai teks yang menjadi referensi dalam artikel ini.

۞ بُشْرَی لَنَا نِلْنَاالْمُنَا

Busyro lana nilnal muna
“Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.”

زَالَ الْعَنَی وَفَاالْهَنَا

Zaalal a’naa wa fal hanaa
“Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.”

وَالدَّهْرُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ

Waddahru anjaza wa’dahu
“Dan waktu sudah menepati janjinya.”

وَالْبِشْرُ أَضْحَی مُعْلَنَا

Wal bisyru adhha mu’lanaa
“Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.”

بُشْرَی لَنَا نِلْنَاالْمُنَا

Busyro lana nilnal muna
“Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.”

زَالَ الْعَنَی وَفَاالْهَنَا

Zaalal a’naa wa fal hanaa
“Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.”

۞ يَا نَفْسُ طِيْبِي بِالِّلقَا

Ya nafsu thiibii billiqoo
“Wahai jiwa berbahagialah dengan pertemuan.”

يَا عَيْنُ قَرِّي أَعْيُنَا

Ya a’ynu qorri aa’yunaa
“Wahai mata tenanglah tenanglah.”

يَا نَفْسُ طِيْبِي بِالِّلقَا

Ya nafsu thiibii billiqoo
“Wahai jiwa berbahagialah dengan pertemuan.”

يَا عَيْنُ قَرِّي أَعْيُنَا

Ya a’ynu qorri aa’yunaa
“Wahai mata tenanglah tenanglah.”

هَذَا جَمَالُ الْمُصْطَفَی

Haza jamaalul Mustofa
“Inilah keindahan Mustofa (Nabi Muhammad) SAW.”

أَنْوَارُهُ لَاحَتْ لَنَا

Anwaruhu laahat lana
“Cahayanya memancar menembus jiwa kami.”

۞ بُشْرَی لَنَا نِلْنَاالْمُنَا

Busyro lana nilnal muna
“Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.”

زَالَ الْعَنَی وَفَاالْهَنَا

Zaalal a’naa wa fal hanaa
“Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.”

وَالدَّهْرُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ

Waddahru anjaza wa’dahu
“Dan waktu sudah menepati janjinya.”

وَالْبِشْرُ أَضْحَی مُعْلَنَا

Wal bisyru adhha mu’lanaa
“Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.”

بُشْرَی لَنَا نِلْنَاالْمُنَا

Busyro lana nilnal muna
“Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.”

زَالَ الْعَنَی وَفَاالْهَنَا

Zaalal a’naa wa fal hanaa
“Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.”

۞ صَلِّ وَسَلِّم يَاسَلَام

Sholli wa salla ya salaam
“Duhai Pemberi Keselamatan berikanlah sholawat dan salam.”

عَلَي النَّبِي مَاحِي الظَّلَام

A’lan nabii maahiiz zolaam
“Kepada Nabi pengikis kegelapan.”

صَلِّ وَسَلِّم يَاسَلَام

Sholli wa salla ya salaam
“Duhai Pemberi Keselamatan berikanlah sholawat dan salam.”

عَلَي النَّبِي مَاحِي الظَّلَام

A’lan nabii maahiiz zolaam
“Kepada Nabi pengikis kegelapan.”

وَلْأٰلِ وَالصَّحْبِ الْكِرَام

Wal aali was sohbil kiraam
“Juga kepada keluarga Nabi dan para sahabatnya yang mulia.”

مَا أُنْشِدَتْ بُشْرَی لَنَا

Maa unsyidat busyraa lana
“Selama dinasyidkan ‘busyra lana’.”

۞ بُشْرَی لَنَا نِلْنَاالْمُنَا

Busyro lana nilnal muna
“Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.”

زَالَ الْعَنَی وَفَاالْهَنَا

Zaalal a’naa wa fal hanaa
“Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.”

وَالدَّهْرُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ

Waddahru anjaza wa’dahu
“Dan waktu sudah menepati janjinya.”

وَالْبِشْرُ أَضْحَی مُعْلَنَا

Wal bisyru adhha mu’lanaa
“Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.”

بُشْرَی لَنَا نِلْنَاالْمُنَا

Busyro lana nilnal muna
“Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.”

زَالَ الْعَنَی وَفَاالْهَنَا

Zaalal a’naa wa fal hanaa
“Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.”

Bait pembuka Busyrolana menonjolkan gambaran kebahagiaan setelah seseorang memperoleh harapan. Kalimat tersebut juga menjadi bagian yang mudah dikenali dalam lantunan sholawat ini.

Ungkapan “Zaalal a’naa wa fal hanaa” menggambarkan hilangnya kesusahan dan hadirnya kebahagiaan. Pesan tersebut memberikan suasana optimistis dalam rangkaian lirik Busyrolana.

Selanjutnya, lirik “Ya nafsu thiibii billiqoo” mengajak jiwa merasakan kebahagiaan dalam sebuah pertemuan. Bait tersebut memperkuat nuansa kerinduan yang terdapat dalam lantunan Busyrolana.

Lirik “Haza jamaalul Mustofa” kemudian mengarah pada gambaran keindahan Mustofa. Istilah tersebut merujuk kepada Nabi Muhammad SAW dalam rangkaian sholawat.

Bait “Anwaruhu laahat lana” menggambarkan cahaya yang memancar kepada orang-orang yang melantunkan sholawat. Bagian ini memberikan nuansa spiritual yang kuat dalam keseluruhan lantunan.

Pada bagian berikutnya, Busyrolana memuat sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Lirik tersebut juga menyebut keluarga Nabi serta para sahabat yang mulia.

Makna Busyrolana Secara Umum

Busyrolana menghadirkan pesan mengenai kebahagiaan, harapan, dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap bait menyusun gambaran perasaan bahagia ketika seseorang mendapatkan harapan dan menghadirkan kecintaan kepada Rasulullah.

Bagi umat Islam, lantunan sholawat dapat menjadi bagian dari berbagai kegiatan keagamaan. Busyrolana dapat terdengar dalam majelis sholawat, pengajian, acara maulid, maupun kegiatan keislaman lainnya.

Pencarian “Busyrolana dan artinya” menunjukkan kebutuhan pembaca terhadap terjemahan setiap bait. Karena itu, penyajian teks Arab, Latin, dan arti dalam satu halaman dapat mempermudah proses membaca.

Busyrolana Arab dan Latin untuk Pemula

Pembaca yang belum terbiasa membaca huruf Arab dapat menggunakan Busyrolana Latin sebagai panduan pelafalan. Namun, teks Arab tetap dapat menjadi rujukan utama ketika pembaca ingin mencocokkan setiap bait.

Perbedaan transliterasi bisa muncul pada beberapa sumber karena sistem penulisan Latin tidak selalu seragam. Perbedaan ejaan tersebut tidak otomatis menunjukkan perbedaan isi lantunan.

Pembaca juga dapat membaca setiap bait secara perlahan agar pengucapannya lebih mudah diikuti. Pengulangan bait dalam Busyrolana membuat proses menghafal menjadi lebih sederhana bagi sebagian pembaca.

Kapan Busyrolana Sering Dilantunkan?

Busyrolana dapat muncul dalam berbagai kegiatan yang menghadirkan lantunan sholawat. Jamaah dapat melantunkannya secara bersama-sama sesuai tradisi dan susunan acara masing-masing.

Sebagian kegiatan keagamaan menghadirkan sholawat sebagai bagian dari rangkaian acara. Karena itu, pencarian lirik sholawat Busyrolana sering meningkat ketika masyarakat membutuhkan teks untuk mengikuti lantunan.

Teks Busyrolana juga dapat membantu pembaca yang ingin mempelajari bait secara mandiri. Pembaca dapat menggunakan versi Arab, Latin, dan terjemahan sesuai kebutuhan.

Pertanyaan yang Sering Dicari tentang Busyrolana

Apa itu Busyrolana?

Busyrolana merupakan lantunan sholawat yang memuat ungkapan kebahagiaan dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Liriknya menggunakan rangkaian bait berbahasa Arab dengan beberapa bagian yang mengalami pengulangan.

Apa arti Busyro Lana Nilnal Muna?

“Busyro lana nilnal muna” berarti “Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.” Bait tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dikenal dari lantunan Busyrolana.

Apa arti Busyrolana?

Secara umum, lirik Busyrolana menghadirkan pesan kebahagiaan setelah kesusahan serta ungkapan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Terjemahan setiap bait memberikan gambaran lebih lengkap mengenai pesan tersebut.

Di mana bisa membaca lirik Busyrolana lengkap?

Pembaca dapat menggunakan teks Busyrolana pada artikel ini sebagai referensi. Artikel ini menyajikan tulisan Arab, Latin, dan arti bahasa Indonesia dalam satu halaman.

Apakah Busyrolana memiliki versi Latin?

Ya, Busyrolana memiliki berbagai penulisan transliterasi Latin dalam sumber yang berbeda. Ejaan Latin dapat berbeda karena setiap sumber mungkin menggunakan gaya transliterasi masing-masing.

Apa saja keyword pencarian Busyrolana yang populer?

Beberapa variasi pencarian meliputi lirik Busyrolana, Busyrolana lengkap, Busyrolana Arab, Busyrolana Latin, serta Busyrolana dan artinya. Variasi tersebut membantu pembaca menemukan teks sesuai kebutuhan mereka.

Lirik Busyrolana menghadirkan rangkaian bait yang menggabungkan kebahagiaan, harapan, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Teks Arab, Latin, dan arti dapat membantu pembaca mengikuti lantunan dengan lebih mudah.

Bagi pembaca yang sedang mencari lirik Busyrolana lengkap, seluruh bait tersedia dalam artikel ini. Pembaca juga dapat memahami gambaran makna setiap bagian melalui terjemahan yang disertakan.

Semoga artikel mengenai lirik sholawat Busyrolana ini membantu pembaca menemukan teks yang dibutuhkan. Semoga lantunan sholawat tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan keagamaan yang dilakukan dengan penuh penghormatan. []