Scroll untuk baca artikel
Religi dan Humaniora

Bacaan Sholawat Hari Jumat, Sholawat Munjiyat dan Doa agar Hajat Dikabulkan

×

Bacaan Sholawat Hari Jumat, Sholawat Munjiyat dan Doa agar Hajat Dikabulkan

Sebarkan artikel ini
Bacaan Sholawat Munjiyat hari Jumat Arab latin dan artinya
Ilustrasi bacaan sholawat dengan suasana masjid pada hari Jumat

Umat Islam dianjurkan menyambut hari Jumat dengan sukacita serta memperbanyak bacaan sholawat sebagai bentuk ibadah dan pengharapan syafaat.

BARISAN.CO – Hari Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi hari pelaksanaan salat Jumat, hari ini juga memiliki sejumlah keutamaan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan mengamalkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat adalah memperbanyak membaca sholawat. Amalan ini bukan sekadar ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW, melainkan juga bentuk ketaatan seorang Muslim terhadap perintah Allah SWT.

Di antara bacaan sholawat yang dikenal luas dalam tradisi keislaman adalah Sholawat Munjiyat. Sholawat ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan keselamatan, mengabulkan berbagai hajat, mengampuni kesalahan, serta mengangkat derajat orang yang membacanya.

Lantas, bagaimana bacaan Sholawat Munjiyat pada hari Jumat, apa arti dan keutamaannya, serta bagaimana cara mengamalkannya? Berikut penjelasannya.

1. Perintah Membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Anjuran membaca sholawat memiliki landasan yang jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT secara langsung memerintahkan orang-orang beriman untuk bersholawat dan menyampaikan salam penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Perintah tersebut termaktub dalam surah Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Ayat tersebut menunjukkan betapa agung kedudukan Rasulullah SAW. Allah SWT menyebutkan bahwa Dia dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi, kemudian memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan hal yang sama.

Dalam penjelasan para ulama, sholawat Allah kepada Nabi bermakna pemberian rahmat dan pujian-Nya, sedangkan sholawat malaikat merupakan doa dan permohonan ampun. Adapun sholawat orang beriman merupakan doa agar Allah melimpahkan rahmat, kemuliaan, dan keberkahan kepada Rasulullah SAW.

Dengan demikian, membaca sholawat bukan hanya amalan tambahan, tetapi merupakan bentuk ibadah yang memiliki dasar Al-Qur’an.

2. Keutamaan Memperbanyak Sholawat pada Hari Jumat

Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan secara khusus menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca sholawat pada hari tersebut.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Artinya: “Sesungguhnya di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah membaca sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian disampaikan kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 1047).

Hadis tersebut menjadi landasan penting mengenai keutamaan memperbanyak sholawat pada hari Jumat.

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari hadis ini.

Pertama, Jumat merupakan waktu yang istimewa untuk beribadah. Seorang Muslim hendaknya memanfaatkan hari tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Kedua, memperbanyak sholawat merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Cinta kepada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui doa, mengikuti sunnah, dan meneladani akhlaknya.

Ketiga, sholawat menjadi sarana mengingat Rasulullah SAW. Dengan memperbanyak sholawat, seorang Muslim menjaga hubungan spiritual dengan Nabi dan menghidupkan ajaran yang beliau sampaikan.

Karena itu, membaca sholawat dapat dilakukan sejak malam Jumat hingga berakhirnya hari Jumat. Tidak harus menunggu waktu tertentu, sebab anjuran memperbanyak sholawat tidak dibatasi hanya pada pagi atau sore hari.

3. Bacaan Sholawat Munjiyat Hari Jumat

Salah satu bacaan sholawat yang dapat diamalkan pada hari Jumat adalah Sholawat Munjiyat.

Sholawat Munjiyat dikenal sebagai sholawat yang mengandung permohonan keselamatan dari berbagai kesulitan dan musibah, pemenuhan kebutuhan, penyucian diri dari keburukan, serta peningkatan derajat di sisi Allah SWT.

Berikut bacaan Sholawat Munjiyat:

Arab:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Latin:

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin shalatan tunjina biha min jami’il ahwali wal-afati, wa taqdhi lana biha jami’al hajati, wa tuthahhiruna biha min jami’is sayyi’ati, wa tarfa’una biha ‘indaka a’lad darajati, wa tuballighuna biha aqshal ghayati min jami’il khairati fil hayati wa ba’dal mamat.

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan sholawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan berbagai bencana. Dengan sholawat itu, Engkau memenuhi segala kebutuhan kami, menyucikan kami dari segala keburukan, mengangkat derajat kami di sisi-Mu ke derajat yang paling tinggi, serta menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam segala kebaikan, baik ketika hidup maupun setelah meninggal dunia.”

4. Makna dan Kandungan Sholawat Munjiyat

Jika diperhatikan, Sholawat Munjiyat tidak hanya berisi permohonan agar seseorang terhindar dari kesulitan. Di dalamnya terdapat beberapa permohonan yang mencakup kebutuhan lahir dan batin seorang Muslim.

Berikut penjelasannya:

1. Memohon keselamatan dari berbagai kesulitan

Bagian tunjina biha min jami’il ahwali wal-afati mengandung permohonan agar Allah memberikan perlindungan dari segala keadaan yang menakutkan, kesulitan, dan berbagai musibah.

Ini mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, seorang hamba hendaknya senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

2. Memohon agar segala kebutuhan dipenuhi

Bagian wa taqdhi lana biha jami’al hajati berisi permohonan agar Allah memenuhi berbagai kebutuhan dan hajat.

Hajat tersebut dapat berupa kelapangan rezeki, kemudahan pekerjaan, kesehatan, keharmonisan keluarga, keberhasilan dalam pendidikan, maupun kebutuhan lainnya yang membawa kebaikan.

Namun, seorang Muslim perlu memahami bahwa terkabulnya doa merupakan hak Allah SWT. Bentuk dan waktu pemberiannya tidak selalu sama dengan apa yang diharapkan manusia.

3. Memohon penyucian diri dari dosa dan keburukan

Bagian wa tuthahhiruna biha min jami’is sayyi’ati mengandung permohonan agar Allah membersihkan diri dari segala keburukan.

Maknanya, seseorang tidak cukup hanya meminta kemudahan urusan dunia. Ia juga perlu memohon agar hatinya dibersihkan dari sifat sombong, iri hati, dengki, dan berbagai perilaku yang menjauhkan diri dari Allah SWT.

4. Memohon peningkatan derajat di sisi Allah

Bagian wa tarfa’una biha ‘indaka a’lad darajati merupakan permohonan agar Allah mengangkat derajat seorang hamba.

Derajat yang paling berharga bukan semata-mata kedudukan, kekayaan, atau penghormatan manusia, melainkan kemuliaan di sisi Allah SWT.

5. Memohon kebaikan dunia dan akhirat

Bagian terakhir, wa tuballighuna biha aqshal ghayati min jami’il khairati fil hayati wa ba’dal mamat, mengandung permohonan agar seorang hamba memperoleh kebaikan yang sempurna selama hidup hingga setelah meninggal dunia.

Inilah salah satu pesan penting Sholawat Munjiyat: permohonan seorang Muslim hendaknya tidak hanya berorientasi pada kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan akhirat.

5. Cara Mengamalkan Sholawat Munjiyat pada Hari Jumat

Sholawat Munjiyat dapat dibaca pada pagi, siang, sore, maupun malam hari. Seorang Muslim dapat membacanya setelah salat fardu, ketika berzikir, atau pada waktu senggang.

Berikut cara sederhana mengamalkannya:

Pertama, awali dengan niat yang baik.

Niatkan membaca Sholawat Munjiyat sebagai bentuk ibadah, kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan permohonan kepada Allah SWT.

Kedua, membaca istigfar dan memuji Allah.

Sebelum berdoa, seorang Muslim dapat memperbanyak istigfar dan membaca hamdalah. Hal ini merupakan bagian dari adab dalam berdoa.

Ketiga, membaca Sholawat Munjiyat.

Bacalah Sholawat Munjiyat dengan tenang, memahami maknanya, dan menghayati setiap permohonan yang terkandung di dalamnya.

Sebagian masyarakat mengamalkan bacaan ini sebanyak 41 kali atau dengan jumlah tertentu sesuai tradisi yang dipelajari dari guru masing-masing.

Namun, perlu dipahami bahwa jumlah 41 kali bukan ketentuan khusus yang ditetapkan Rasulullah SAW melalui hadis sahih. Karena itu, jangan meyakini angka tersebut sebagai syarat agar hajat pasti terkabul.

Membaca satu kali dengan penuh penghayatan maupun mengulanginya sebanyak yang mampu tetap merupakan bentuk ikhtiar memperbanyak sholawat.

Keempat, menyampaikan hajat kepada Allah SWT.

Setelah membaca sholawat, lanjutkan dengan berdoa. Sampaikan kebutuhan dan keinginan kepada Allah SWT dengan bahasa yang baik, penuh kerendahan hati, dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar.

Mintalah hal-hal yang baik, seperti kelapangan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, ketenteraman keluarga, ampunan dosa, serta keselamatan dunia dan akhirat.

Kelima, iringi doa dengan ikhtiar dan tawakal.

Doa tidak berarti meninggalkan usaha. Jika menginginkan rezeki yang lapang, seseorang tetap perlu bekerja dan berusaha secara halal. Jika menginginkan kesembuhan, ia juga perlu berikhtiar mencari pengobatan.

Dengan demikian, doa, ibadah, dan usaha menjadi satu kesatuan dalam kehidupan seorang Muslim.

6. Waktu Mustajab untuk Berdoa pada Hari Jumat

Selain memperbanyak sholawat, hari Jumat juga memiliki keistimewaan berupa adanya waktu mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa terdapat satu waktu pada hari Jumat ketika seorang Muslim memohon kebaikan kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan permohonannya.

Hal ini sebagaimana hadis Abu Hurairah RA:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya:

“Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut hari Jumat, lalu bersabda, ‘Pada hari itu terdapat suatu waktu. Apabila seorang hamba Muslim mendapatinya ketika sedang salat dan memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan apa yang dimintanya.’” (HR. Bukhari No. 935).

Hadis ini menunjukkan adanya waktu khusus yang memiliki keutamaan untuk berdoa pada hari Jumat.

Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai kapan tepatnya waktu tersebut. Di antara pendapat yang kuat adalah waktu antara imam duduk di mimbar hingga salat Jumat selesai.

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari RA. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa waktu tersebut berlangsung sejak imam duduk hingga salat Jumat ditunaikan (HR. Muslim No. 853).

Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa waktu mustajab tersebut berada pada penghujung hari Jumat, yakni setelah salat Asar hingga menjelang Magrib.

Karena terdapat perbedaan pendapat mengenai penentuan waktunya, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, terutama pada waktu-waktu yang disebutkan dalam hadis.

Jangan sampai kesibukan dunia membuat seseorang melewatkan kesempatan berdoa pada hari yang istimewa ini.

7. Adab Berdoa agar Hajat Dikabulkan Allah SWT

Membaca sholawat dan berdoa merupakan ikhtiar seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, ada sejumlah adab yang perlu diperhatikan agar doa dilakukan dengan baik.

Pertama, ikhlas dan menghadirkan hati. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar menggerakkan lisan tanpa memahami apa yang dimohonkan.

Kedua, memulai doa dengan memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi. Hal ini merupakan bagian dari adab berdoa yang diajarkan dalam Islam.

Ketiga, memohon sesuatu yang baik. Hindari doa yang berisi permintaan untuk melakukan kemaksiatan, memutus hubungan keluarga, atau merugikan orang lain.

Keempat, tidak tergesa-gesa. Jangan mudah berputus asa ketika doa belum terwujud. Allah mengetahui waktu dan bentuk pemberian yang paling baik bagi hamba-Nya.

Kelima, memperbanyak istigfar dan memperbaiki diri. Seorang Muslim hendaknya senantiasa bertobat, menjaga kehalalan rezeki, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Keenam, tetap berusaha dan bertawakal. Setelah berdoa, lakukan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Perlu dipahami bahwa terkabulnya doa tidak selalu berarti Allah memberikan sesuatu persis seperti yang diminta. Allah dapat mengabulkan permohonan pada waktu yang berbeda, menggantinya dengan kebaikan lain, atau menjauhkan seseorang dari keburukan.

Oleh karena itu, jangan menjadikan doa sebagai transaksi untuk mendapatkan keinginan tertentu. Jadikan doa sebagai bentuk penghambaan dan ketergantungan kepada Allah SWT.

Penutup

Membaca Sholawat Munjiyat pada hari Jumat dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memperbanyak sholawat sekaligus memohon pertolongan Allah SWT.

Kandungan sholawat ini mengajarkan seorang Muslim agar senantiasa memohon keselamatan, pemenuhan kebutuhan, penyucian diri, peningkatan derajat, serta kebaikan dunia dan akhirat.

Namun, keutamaan memperbanyak sholawat pada hari Jumat hendaknya dipahami berdasarkan dalil yang jelas. Sementara itu, bilangan tertentu dalam pengamalan Sholawat Munjiyat merupakan bagian dari tradisi amalan, bukan ketentuan khusus yang wajib diikuti.

Semoga dengan memperbanyak sholawat, berdoa, dan meningkatkan amal saleh, Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam kehidupan, memudahkan segala urusan, serta mengabulkan hajat yang membawa kebaikan. Amin. []