Jangan abaikan perubahan warna dan bau, kenali 8 tanda penting ini untuk memastikan air minum yang kamu konsumsi benar-benar aman bagi kesehatan keluarga.
BARISAN.CO – Air minum yang aman berperan penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, air minum terkontaminasi dapat meningkatkan risiko penyakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa 44,24% rumah tangga Indonesia menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman pada 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan air minum aman masih menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga.
Laporan WHO dan UNICEF pada 2025 menyebutkan bahwa 2,1 miliar orang di dunia belum memperoleh layanan air minum yang dikelola secara aman pada 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 106 juta orang masih mengonsumsi air langsung dari sumber permukaan seperti sungai dan danau.
Air minum yang dikelola secara aman harus memenuhi persyaratan kualitas, tersedia saat dibutuhkan, dan berasal dari sumber yang layak. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi air serta menjaga kebersihan sumber dan tempat penyimpanannya.
Menurut ETR Laboratories, sejumlah perubahan pada air dapat menjadi petunjuk awal adanya masalah kualitas. Berikut delapan tanda air minum terkontaminasi yang perlu kamu kenali sebelum mengonsumsinya.
1. Air Terlihat Keruh
Air minum yang aman umumnya terlihat jernih dan tidak mengandung partikel kasatmata. Jika air terlihat keruh, hindari meminumnya sampai kamu mengetahui penyebabnya dan memastikan keamanannya.
Kekeruhan dapat muncul akibat tanah, sedimen, karat, atau partikel lain yang masuk ke dalam pasokan air. Namun, air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya.
2. Muncul Endapan
Endapan atau sedimen di dalam air dapat menunjukkan keberadaan partikel tanah, karat, atau material lainnya. Kerusakan saluran distribusi juga dapat memungkinkan kotoran masuk dan mencemari pasokan air.
Perhatikan perubahan jumlah endapan, terutama jika kondisi tersebut muncul secara tiba-tiba. Hindari mengonsumsi air yang menunjukkan perubahan mencurigakan sebelum kamu memeriksa kualitasnya.
3. Air Berwarna Cokelat atau Oranye
Air berwarna cokelat atau oranye dapat menunjukkan kandungan besi, mangan, atau partikel karat. Korosi pipa dan gangguan pada jaringan distribusi juga dapat menyebabkan perubahan warna tersebut.
Jangan langsung meminum air yang mengalami perubahan warna tanpa mengetahui penyebabnya. Mintalah petugas atau laboratorium menguji kualitas air sebelum kamu kembali mengonsumsinya.
4. Muncul Residu Berminyak
Lapisan berminyak pada air di wastafel atau bak mandi dapat mengindikasikan keberadaan minyak maupun zat lainnya. Kebocoran, pencemaran lingkungan, atau masalah pada sistem distribusi dapat menyebabkan kondisi tersebut.
Jangan menganggap setiap lapisan mengilap sebagai bukti pasti kontaminasi minyak. Hentikan penggunaan air untuk konsumsi dan mintalah pemeriksaan jika kamu menemukan lapisan mencurigakan.
5. Tercium Aroma Klorin yang Menyengat
Fasilitas pengolahan air menggunakan klorin dalam kadar terkontrol untuk membantu membunuh mikroorganisme berbahaya. Namun, aroma klorin yang menyengat dapat menandakan perlunya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kualitas air.
Jangan mengandalkan aroma saja untuk menentukan kadar klorin atau keamanan air minum. Gunakan pengujian yang sesuai jika bau tersebut terasa tidak biasa atau muncul terus-menerus.
6. Tercium Aroma Sulfur
Air yang berbau seperti telur busuk dapat mengandung hidrogen sulfida atau senyawa sulfur lainnya. Bau tersebut juga dapat berasal dari aktivitas mikroorganisme atau kondisi tertentu pada instalasi air.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa bau sulfur selalu menunjukkan kontaminasi berbahaya. Periksakan air ke laboratorium untuk mengetahui penyebab bau dan menentukan tindakan yang tepat.
7. Air Terasa Seperti Logam
Air minum yang aman tidak seharusnya memiliki rasa logam atau pahit yang mencolok. Perubahan rasa dapat berkaitan dengan kandungan besi, tembaga, atau zat lain dari sumber air dan instalasi pipa.
Kontaminasi bahan kimia tertentu juga dapat menimbulkan risiko kesehatan meskipun air terlihat jernih. Hentikan konsumsi air yang mengalami perubahan rasa dan mintalah pemeriksaan kualitasnya.
8. Peralatan Logam Mengalami Noda atau Korosi
Noda pada peralatan makan berbahan perak atau logam tertentu dapat muncul akibat reaksi kimia dengan air. Kandungan mineral, kondisi air, dan bahan pembuat peralatan dapat memengaruhi munculnya noda tersebut.
Korosi pada bagian dalam pipa atau keran juga dapat memengaruhi kualitas air yang mengalir. Periksa instalasi air secara berkala dan mintalah bantuan teknisi jika kamu menemukan karat atau kerusakan.
Cara Mengantisipasi Air Minum Terkontaminasi
Air minum terkontaminasi tidak selalu menunjukkan perubahan warna, rasa, atau aroma yang jelas. Karena itu, lakukan pengujian laboratorium secara berkala, terutama jika kamu menggunakan sumur pribadi atau sumber air yang rentan tercemar.
Pilih sumber air yang memenuhi standar kesehatan dan bersihkan tempat penyimpanan secara rutin. Jika kamu mencurigai kontaminasi, gunakan sumber air alternatif yang aman sampai pemeriksaan memastikan kualitas air tersebut.
Masyarakat juga perlu menjaga lingkungan sekitar sumber air agar terhindar dari limbah rumah tangga dan bahan kimia. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko pencemaran dan melindungi kesehatan keluarga. []






