BARISAN.CO – Kemajuan teknologi saat ini menuntut semua jenis bisnis untuk bisa memberikan segala sesuatu kepada konsumen dengan instan dan cepat.
Mulai dari pemberian informasi, menampilkan produk/jasa, transaksi, hingga proses tanya jawab dengan customer service. Semuanya harus melalui proses yang cepat dan tepat.
Jika perusahaan tak mampu merespon dengan cepat dan tepat, sama saja membuka pintu bagi calon konsumen untuk pergi. Perusahaan dipastikan akan kehilangan calon pelanggan.
Berdasarkan riset Facebook dan Boston Consulting Group, minat masyarakat untuk membeli sesuatu atau menambah jumlah transaksi semakin meningkat setelah melakukan conversational commerce atau percakapan dengan penyedia jasa/barang terlebih dahulu.
Namun tidak semua perusahaan mampu memberikan conversational commerce dengan optimal. Bila terus dibiarkan, maka perusahaan akan lambat berkembang, bahkan cenderung kalah bersaing karena tak mampu mengikuti kemajuan teknologi.
“Untuk itu Bahasa.ai hadir sebagai solusi. Kami merupakan perusahaan teknologi chatbot berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dapat memberikan bantuan secara real time, tepat saat pelanggan membutuhkannya,” ujar Hokiman Kurniawan, Co-Founder sekaligus CEO Bahasa.ai kepada wartawan saat konferensi pers virtual, Kamis (25/2/2021).
Bahasa.ai adalah perusahaan B2B SaaS yang membantu perusahaan inovatif di Indonesia untuk menerapkan otomasi berbasis teknologi AI lokal. Teknologi AI lokal memungkinkan mesin untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara otomatis melalui chat dalam Bahasa Indonesia sehari-hari.
Chatbot berbasis conversational AI yang dikembangkan Bahasa.ai dapat memberikan tiga manfaat. Pertama, memberikan pengalaman khusus yang unik bagi setiap pelanggan untuk membangun hubungan positif.
Kedua, meningkatkan loyalitas pelanggan. Dan ketiga, meningkatkan persepsi memuaskan konsumen dan mendapatkan respon baik dari pelanggan.
Namun Hokiman menegaskan bahwa chatbot AI hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk meningkatkan pelayanan. Sebab ada beberapa hal dalam menangani konsumen yang masih memerlukan sentuhan empati dan simpati manusia.
Demi bisa membantu banyak perusahaan di Indonesia agar dapat maju dan berkembang, Bahasa.ai hadir dengan unique value proposition. Di antaranya, Bahasa.ai berfokus mengembangkan chatbot AI dengan penguasaan frasa bahasa Indonesia yang sangat luas.
Saat ini Bahasa.ai menjadi pengembang chatbot berteknologi Natural Language Processing (NLP) pertama di Indonesia yang mampu menangani percakapan dengan pengguna secara pesifik seputar product knowledge.
Bahasa.ai juga menjadi satu-satunya pengembang chatbot AI di Indonesia yang melayani journey customer secara lengkap, mulai dari menarik minat pelanggan, proses pembelian, program loyalitas, hingga advokasi pelanggan.
Salah satu perusahaan yang sudah menggunakan teknologi ini adalah MyRepublic. Perusahaan telekomunikasi ini menyediakan chatbot WhatsApp dan fitur lainnya untuk pelanggan.
Vice President Customer Journey MyRepublic, Edwin Satyadi mengatakan, solusi NLP Chatbot dari Bahasa.ai menghadirkan Virtual Assistant di seluruh rumah pelanggan MyRepublic dan meningkatan customer experience dalam berlangganan.
Bukan hanya membantu dalam hal membangun percakapan dengan konsumen, Bahasa.ai juga mendukung kemudahan dalam bertransaksi. Karena teknologi Bahasa.ai memungkinkan chatbot terhubung dengan beragam metode pembayaran yang ada, seperti transfer bank, virtual account, OVO, dan GoPay, serta berbagai metode pengiriman seperti Tiki, JNE, GoSend, Grab Express, dan Paxel.
Inovasi tersebut membuat Bahasa.ai kini mampu menjalin kerja sama terbarunya dengan Artajasa. Kolaborasi antara kedua perusahaan ini terjalin untuk menghadirkan layanan pembayaran hingga transaksi perbankan melalui aplikasi WhatsApp.
“Kami bekerja sama dengan Bahasa.ai untuk memberikan solusi berupa inovasi layanan Whatsapp chatbot yang kemudian dikembangkan untuk dapat melakukan transaksi pembayaran atau finansial,” ungkap Direktur Bisnis ArtaJasa, Antoni Moris.
Moris menjelaskan, WhatsApp Chatbot ini telah didukung dengan teknologi AI sehingga membuat pengguna mampu berkomunikasi kepada robot layaknya berkomunikasi dengan manusia.
Sementara itu, terkait transaksi perbankan yang dilakukan melalui WhatsApp, Moris memastikan pihaknya sudah meningkatkan tingkat keamanan sehingga aman untuk digunakan. Pengguna tak perlu khawatir terkena hack.
“Dengan inovasi ini, nasabah dapat menambahkan nomor WhatsApp Bisnis dari Bank ke dalam kontak dan memulai transaksi perbankan dengan percakapan yang aman dan interaktif,” terangnya. []