Scroll untuk baca artikel
Blog

Abbas Ibnu Firnas, Penemu Parasut dan Teori Pesawat

Redaksi
×

Abbas Ibnu Firnas, Penemu Parasut dan Teori Pesawat

Sebarkan artikel ini

Biografi Abbas Ibnu Firnas merupakan ilmuwan muslim penemu parasut dan teori pesawat. Ibnu Firnas orang pertama di dunia yang melakukan uji coba penerbangan terkendali.

BARISAN.CO – Parasut merupakan alat keselamatan yang biasa disediakan sebagai pelengkap penerbangan untuk mengantisipasi ketika terjadi kecelakaan. Selain sebagai alat keselamatan, zaman modern sekarang ini parasut juga sebagai sarana olah raga. Bahkan dilombakan seperti lomba terbang layang dan lomba terjun payung.

Lantas apakah parasut itu? Kata parasut berasal dari kata bahasa Perancis “para” (melindungi) dan “chute” (jatuh). Secara istilah parasut berarti “perlindungan waktu jatuh“. Orang yang melakukan penerjunan dengan parasut sering diistilahkan dengan “penerjun“.

Parasut adalah perangkat dari tekstil lembut yang digunakan untuk memperlambat gerakan suatu objek di atmosfer dengan menciptakan seretan (drag). Pada umumnya digunakan untuk memperlambat gerak turun seseorang atau suatu objek ke bumi.

Parasut drogue (drogue parachute) atau parasut pendaratan pesawat juga dirancang untuk membantu penurunan percepatan horizontal sewaktu akan mendarat atau drag racer. Parasut modern dikembangkan dalam bentuk semi sayap atau bahkan bersayap yang berguna untuk bermanuver dan dapat diterbangkan sebagai glider.

Dulu, parasut terbuat dari sutra, tapi kini hampir selalu dibuat dari tekstil nilon. Terkadang juga dilapisi silikon yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja dan konsistensi. Awalnya, sutra digunakan untuk tali parasut, tapi kemudian digantikan oleh nilon pada Perang Dunia II.

Mulailah dikenal parasut model persegi, para produsen berganti ke bahan beregangan rendah seperti dacron atau bahan tanpa regangan seperti spectra, kevlar, dan vectran.

Klaim barat

Dunia barat mengklaim bahwa André Jacques Garnerin (lahir di Paris, 31 Januari 1769 – meninggal di Paris, 18 Agustus 1823 pada umur 54 tahun) sebagai penemu. parasut. Ia melakukan penerjunan pertama dengan parasut sutra dari sebuah balon udara panas di Parc Monceau, Paris, pada 22 Oktober 1797.

Percobaan awal André Jacques Garnerin didasarkan pada payung berbentuk perangkat. Parasut pertama Garnerin menyerupai payung tertutup sebelum ia naik. Dengan tiang mengalir di tengahnya dan tali berjalan melalui tabung dalam kutub, yang terhubung ke balon.

Namun tahukah anda bahwa jauh sebelum Andre Jacques Garnerin mengklaim dirinya sebagai penemu pertama parasut. Ternyata di dunia Islam, ada ilmuwan Muslim abad pertengahan yang pertama kali mengawali percobaan parasut.

Pada abad pertengahan ini memang, satu satu periode yang tidak banyak diketahui oleh para pelajar muslim di tanah air. Sebab pada periode abad pertengahan merupakan periode kemajuan sains Islam dari abad VII sampai abad XIV.

Pada saat itu para penguasa muslim membuka berbagai pusat kegiatan keilmuan mulai dari Baghdad, Mesir, sampai ke Andalusia Spanyol. Baghdad menjadi kiblat ilmu pengetahun bagi ilmuan-ilmuan di Asia dan Cordoba yang memainkan peranan penting sebagai pusat intelektual di Eropa.

Di masa abad pertengahan ini ilmuwan Islam yakni Ibnu Firnas  telah menemukan teori-teori sederhana tentang teknik penerbangan. Langkah-langkah nyata untuk menguji alat terbang pun telah dilakukan pada masa itu.

Jika di barat dikenal tokoh seperti, Sir George cayley, Otto Lilienthal dan Wright bersaudara yang telah berjasa merintis ilmu penerbangan menjadi industri modern. Sepertinya bukan hal yang berlebihan jika mengenal juga ilmuan-ilmuan muslim. Justru ilmuan Islam atau muslin ini telah melakukan eksperimen terbang 1.000 tahun mendahului Wright Bersaudara maupun André Jacques Garnerin.

Sosok Ibnu Firnas

Memiliki nama lengkap Abbas Qasim Ibnu Firnas. Di dunia barat lebih dikenal dengan nama Armen Firman. Ia dilahirkan pada tahun 810 M di Korah takrna, Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol) dari orang tuanya yang keturunan Maroko.