Scroll untuk baca artikel
Religi

Rahasia Amalan yang Paling Dicintai Allah: Simpel, tapi Pahalanya Besar dan Bisa Dilakukan Setiap Hari

×

Rahasia Amalan yang Paling Dicintai Allah: Simpel, tapi Pahalanya Besar dan Bisa Dilakukan Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
amalan yang paling dicintai allah
Ilustrasi/barisan.co

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh Allah? Ternyata, amalan yang paling dicintai oleh-Nya bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun berkelanjutan

BARISAN.CO – Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah amal yang dilakukan dengan konsisten (istiqamah) dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Muslim).

Makna amalan yang paling dicintai Allah Swt sebagaimana hadits di atas sesungguhnya bahwa kualitas amalan terletak pada keikhlasan dan ketekunan dalam beribadah. Bukan pada jumlah atau besar kecilnya amalan.

Allah mencintai hamba yang bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya dengan ketulusan hati, tanpa mengharapkan balasan duniawi.

Selain itu, amalan yang paling dicintai oleh Allah meliputi ibadah-ibadah yang memiliki manfaat besar bagi diri sendiri dan orang lain, seperti shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan berbuat baik kepada sesama.

Ibadah tidak hanya mendekatkan hamba kepada Allah, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin dan penuh kasih sayang kepada sesama makhluk-Nya. Berikut ini amalan yang paling dicintai Allah Swt, dilengkapi dengan dalil serta penjelasannya:

5 Amalan yang Paling Dicintai Allah

1. Shalat Tepat Waktu

Salah satu amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya. Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ – وَاسْمُهُ سَعْدُ بْنُ إيَاسٍ – قَالَ : حَدَّثَنِي صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ إلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ : سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا . قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ , قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , قَالَ : حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

Dari Abu Amr asy-Syaibâni namanya Sa’d bin Iyâs- berkata, “Pemilik rumah ini telah menceritakan kepadaku –sambil menunjuk rumah Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu dengan tangannya, ia berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allâh?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku (Abdullah bin Mas’ud) mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada dua orang tua.” Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allâh.”

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Itu semua telah diceritakan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadaku, sekiranya aku menambah (pertanyaanku), pasti Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menambah (jawaban Beliau) kepadaku.” (HR. Bukhari).

الصَّلاةُ لِأَوَّلِ وَقْتِهَا

Shalat pada awal waktunya.”

Menjaga waktu shalat adalah bentuk kepatuhan seorang hamba kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa seseorang menempatkan Allah di atas segalanya dalam hidupnya.

Sebagai Muslim, kita harus memprioritaskan shalat lima waktu dan memastikan untuk melaksanakannya dengan khusyuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.

2. Berbakti kepada Orang Tua

Selain shalat, amalan berbakti kepada orang tua juga termasuk yang paling dicintai Allah. Rasulullah Saw pernah ditanya tentang amalan yang paling dicintai Allah, dan beliau menjawab:

أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إلى اللَّهِ؟ قالَ: الصَّلاةُ علَى وقْتِها، قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: ثُمَّ برُّ الوالِدَيْنِ قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهادُ في سَبيلِ اللَّهِ قالَ: حدَّثَني بهِنَّ، ولَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزادَنِي

“Amal apa yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla?”. Nabi bersabda: “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”.Nabi menjawab: “Lalu birrul walidain”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”. Nabi menjawab: “Jihad fi sabilillah”. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah juga berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra: 23).

Berbakti kepada orang tua adalah perintah Allah yang tercantum dalam Al-Qur’an. Ini mencakup berbuat baik, berkata lemah lembut, merawat, dan mendoakan mereka.

3. Jihad di Jalan Allah

Rasulullah Saw juga menyebutkan bahwa jihad di jalan Allah adalah salah satu amalan yang sangat dicintai-Nya.

Jihad tidak hanya berarti perang fisik, tetapi juga segala bentuk perjuangan dalam menegakkan agama, termasuk mendakwahkan kebaikan dan menahan diri dari keburukan.

مَثَلُ المُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ الله-وَالله أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ القَائِمِ، وَتَوَكَّلَ الله لِلْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِهِ بِأَنْ يَتَوَفَّاهُ أَنْ يُدْخِلَهُ الجَنَّةَ، أَوْ يَرْجِعَهُ سَالِماً مَعَ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ». متفق عليه

“Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah dan Allah lebih mengetahui dengan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya- seperti perumpamaan orang yang berpuasa dan melakukan shalat malam, dan Allah menjamin bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya apabila meninggal maka Dia akan memasukannya ke dalam surga, atau kembali pulang dengan selamat dengan membawa pahala atau harta rampasan perang” (Muttafaq ‘alaih)

Jihad, dalam konteks perjuangan melawan hawa nafsu, juga termasuk dalam kategori ini. Oleh karena itu, setiap upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan lingkungan agar sesuai dengan ajaran Islam dapat dihitung sebagai bentuk jihad yang dicintai Allah.

4. Menjaga Silaturahmi

Menjalin dan menjaga hubungan silaturahmi dengan saudara, kerabat, dan sesama Muslim merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.“. (Muttafaqun ‘alaihi).

Mempererat hubungan dengan keluarga dan memperbaiki hubungan yang mungkin telah terputus adalah cara untuk mendapatkan ridha Allah serta mendatangkan keberkahan dalam hidup.

5. Amal Shalih yang Konsisten (Istiqamah)

Amal yang kecil namun dilakukan secara konsisten lebih dicintai oleh Allah dibandingkan amal besar yang dilakukan sesekali. Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Muslim).)

Konsistensi dalam beramal menunjukkan keteguhan hati seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah.

Amal yang terus-menerus, meski kecil seperti berkata dengan baik, sedekah membuktikan bahwa seseorang telah menjadikan ketaatan sebagai bagian dari hidupnya.

Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun kecil.

Dengan menjalankan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan konsistensi, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada-Nya, tetapi juga meraih cinta dan ridha-Nya dalam setiap langkah kehidupan. []