Politik & Hukum

Anies Cepat Tanggap Atasi Masalah Kerumunan Tanah Abang

Avatar
×

Anies Cepat Tanggap Atasi Masalah Kerumunan Tanah Abang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: KOMPAS.com/Tria Sutrisna

BARISAN.COGubernur Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman, beserta jajarannya mengunjungi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021).

Diketahui, sejak sehari sebelumnya, Pasar Tanah Abang dipadati masyarakat yang hendak berbelanja. Mereka berdesakan di Blok A dan B Pasar Tanah Abang. Ditaksir oleh Anies, angka pengunjung Tanah Abang mencapai 100 ribu orang pada hari Minggu.

Jumlah tersebut meningkat dari hari-hari biasa yang hanya 35 ribu. Lonjakan pengunjung terjadi lantaran banyak warga ingin berbelanja kebutuhan Lebaran., dan berakibat terjadinya antrean panjang pengunjung di pintu masuk dan di lorong-lorong kios pedagang.

Pengunjung juga tampak berjejal di luar Pasar Tanah Abang. Dikutip dari Tempo, seorang petugas keamanan yang berjaga di pintu selatan Blok B Pasar Tanah Abang mengatakan pasar penuh pengunjung dan pintu akan ditutup. “Kalau sudah mulai lowong, nanti baru dibuka lagi. Jadi masuknya gantian,” ujar dia di lokasi.

Kerumunan di Tanah Abang memang patut disayangkan. Akan tetapi, masyarakat tak bisa disalahkan lantaran pemerintah sendiri yang menganjurkan kegiatan belanja jelang Lebaran.

Pada 22 April 2021, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat melakukan kegiatan belanja menjelang Lebaran seperti pembelian baju baru. Hal itu agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.

Pada tanggal 30 April 2021, pemerintah mengumumkan THR akan mulai diterima H -10 dari hari Lebaran. Sehari setelahnya, beredar video kerumunan di Stasiun dan Pasar Tanah Abang. Anies Baswedan di-bully habis oleh warganet.

PT KCI sebagai penanggung jawab KRL dan stasiun KRL mengungkap bahwa antrean calon penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat membeludak hingga berdesak-desakan tanpa menjaga jarak.

“Jumlah ini meningkat 58 persen dibanding waktu yang sama pada Sabtu pekan lalu,” PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam penjelasannya. Sebagai informasi, stasiun-stasiun KRL ini bukan di bawah kewenangan Pemprov DKI tetapi di bawah kewenangan PT KCI anak perusahaan BUMN PT KAI yang ada di bawah Kementerian Perhubungan.

Kemarin, 2 Mei 2021, Anies menerjunkan 750 aparat, bersama dengan TNI POLRI melakukan pengaturan dan pembatasan pengunjung hanya 50 persen kapasitas.

Anies juga mengimbau agar warga mengunjungi pasar lain di Jakarta, selain Tanah Abang. Anies sekaligus berkoordinasi dengan PT KCI agar bisa melakukan perubahan jadwal kereta, pukul 3 sore sampai 7 malam kereta KRL di bawah majemen PT KCI tidak akan berhenti di Tanah Abang demi menghindari kerumunan.

“Dalam situasi begini, mungkin kita tak perlu mencari siapa yang mengundang masalah. Tapi kita jadi tahu persis, siapa yang tanggap mengatasi masalah.” Kata warganet bernama Tatak Ujiyati. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *