Opini

Banjir vs Genangan di Semarang, Kok Anies yang Dicolek?

Yayat R Cipasang
×

Banjir vs Genangan di Semarang, Kok Anies yang Dicolek?

Sebarkan artikel ini
(Foto: kontenislam.com)

Sementara Anies lebih memilih normalisasi. Selain penghematan anggaran, juga air tidak cepat sampai ke laut. Air berkelok mengikuti alur sungai. Anies lebih memilih air diserap bumi tidak langsung mengalir ke sungai karena itu dibangun secara masif sumur resapan di semua wilayah Jakarta.

Apalagi isu Jakarta yang diprediksi bakal tenggelam pada 2030, upaya Anies itu sebagai ikhtiar. Penurunan permukaan tanah yang setiap tahun mencapai 1-15 sentimeter bahkan di beberapa wilayah ada yang sampai 20-28 sentimeter, menjadi salah satu solusi menghindari bencana jangka panjang.

Repotnya, kesadaran publik dan juga elite pemerintah soal lingkungan ini sangat rendah. Apalagi kalau pejabatnya sangat doyan pencitraan. Proyek harus kelihatan hasilnya dalam periode lima tahun malah kalau bisa dalam dua tahun.

Sementara cara Anies mungkin baru akan dirasakan 20 atau 30 tahun.

Pemimpin dan rakyat kita banyak yang tidak sabar lantaran minim gagasan, narasi dan aksi.

Ya, begitulah. [rif]