Usia 60 tahun: masih ada waktu bertobat, atau justru sudah melewati batas toleransi dari Allah?
Oleh : Imam Trikarsohadi
JIKA direnungkan pelan – pelan dan mendalam ditengah kasunyatan, tentu, masuk akal bila kemudian muncul rasa kecut dan bisa jadi menggigil oleh sebab aneka macam dosa yang diperbuat sepanjang hayat.
Pertanyaannya, akankah semua itu tereliminasi sebelum menyentuh garis finish kehidupan?. Padahal, usia, tanpa terasa, telah memasuki batas alasan dan keringanan yang lazim dikenal sebagai fase lansia atau uzur.
Saat usia mampu menyentuh angka 60, itu berarti telah banyak hidup yang diberikan Gusti Allah untuk bertaubat dan beribadah. Ini dapat berarti kita memasuki fase krusial, dan tak ada jalan mundur dan berbalik.
Dalam Islam, usia 60 adalah batas uzur dari Gusti Allah, dan hanya diberi satu jalan agar selamat yakni; fokus total pada akhirat, meningkatkan ketaatan, dan tak boleh baralasan untuk menunda perbuatan baik dan amal saleh. Ini bermakna; tak ada lagi ruang untuk kelalaian.
Hadis riwayat Bukhari menyebutkan bahwa Allah tidak lagi menerima alasan dari seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun. Ini adalah umur untuk memperbanyak istighfar, taubat, dan ketaatan, serta bersiap untuk husnul khatimah.
Bagaimana jika masih lalai? Bisa jadi, itu indikasi kuat bahwa hati yang bersangkutan
telah membeku dan mati sehingga hidayah sulit masuk.
Untuk diketahui, rata – rata umur umat Nabi Muhammad SAW berada di kisaran 60-70 tahun, dengan sedikit yang melebihi angka tersebut.
Karena itu, usia 60 tahun merupakan titik balik penting untuk memaksimalkan ibadah dan tobat sebelum kematian menjemput.
Tak usah mengingkarinya sebab akan sia-sia, karena faktanya, masa tua identik dengan penurunan kekuatan dan fungsi-fungsi organ tubuh yang menjadi indikator kuat tentang dekatnya ajal seseorang. Karena itu, aktifitas dan kesibukan hendaknya lebih bersifat ukhrawi.
Suka atau tidak, usia lansia adalah indikator kian mendekatnya kematian, maka, sungguh terlalu bila masih jadi budak aneka hawa nafsu.
Tentang orang yang tidak menyadari usia tua ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan sebuah peringatan;
“Ada tiga golongan, Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, tidak membersihkan mereka, dan tidak melihat kepada mereka. Dan bagi mereka siksa pedih : orang yang sudah tua tapi berzina, penguasa yang suka bohong dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim, Kitabul Iman no. 172). []









