Opini

Belajar Kata Baru dari Drama Korea

Opini Barisan.co
×

Belajar Kata Baru dari Drama Korea

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: wallpaperaccess.com
Oleh: Anatasia Wahyudi

Bagi sebagian orang mungkin drama Korea hanya tontonan semata, tetapi secara khusus bagi saya, begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik. Salah satunya adalah kata baru yang dilafalkan dalam sebuah dialog dan menarik untuk diketahui artinya.

Seperti belum lama ini, saya menonton Love Scene Number yang setiap episodenya memiliki kisah berbeda. Pada episode pertamanya, terdapat kata poliamori. Jujur, saya hanya tahu poligami dan poliandri. Poliamori apakah memiliki hubungan dengan keduanya? Mari kita bahas.

Pernahkah Anda berpikir untuk memiliki hubungan asmara lebih dari satu orang? Jika ya, Anda mungkin tergolong dalam poliamori. Dalam istilah psikologis, menjalin hubungan dengan beberapa orang, dan tiap orang yang terlibat dalam hubungan ini bisa menjalin asmara antara satu sama lain disebut dengan poliamori.

Mungkin poliamori agak asing di telinga apalagi untuk diterima karena seseorang yang menjalani hubungan lebih dari satu dalam waktu bersamaan bukanlah sesuatu yang dapat diterima sama sekali.

Namun, sebenarnya poliamori berbeda dengan poliandri atau perselingkuhan. Hubungan dalam poliamori tidak hanya dijalin dengan satu orang saja. Dalam poliamori, mereka menjalani hubungan tersebut memiliki kesadaran untuk menyetujui hal tersebut. Sehingga pihak lainnya dapat menjalin hubungan dengan pihak lain.

Namun, hal itu apakah dapat dibenarkan? Apakah tiap manusia tidak dapat menjatuhkan hatinya hanya kepada satu orang? Bukankah hal itu akan lebih baik dibandingkan dengan membagi waktu, tenaga, dan materi dengan banyak orang. Jalani saja satu. Jika tak cocok, putus. Kemudian, cari lagi.

Kalimat tersebut memang begitu mudahnya untuk diucapkan oleh kita. Namun, sulit diterima bagi mereka yang memang tergolong poliamori. Bukannya hakikat manusia itu memiliki kesempatan dalam memilih untuk kebaikan diri mereka sendiri?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh professor Sosiologi University of Washington, Pepper Schwartz, manusia bukanlah makhluk monogami. Ia menyampaikan jika monogami diciptakan untuk keteraturan dan investasi, bukan sesuatu yang pada dasarnya sifatnya alamiah. Penelitian tersebut menemukan bahwa hanya 3-5% dari 5000 jenis mamalia termasuk yang benar-benar monogami.

Mendukung penelitian tersebut, psikolog sosial dan evolusi University of Michigan’s School of Public Health, Daniel Kruger menyatakan jika manusia merupakan makhluk yang poliginis seperti kebanyakan mamalia lainnya. Dalam hal ini, laki-laki cenderung memiliki relasi dengan lebih dari satu perempuan.

Jane Lancaster seorang antropolog evolusi dari University of Mexico mengatakan pertimbangan anak dan untuk menciptakan ikatan dengannya, manusia berevolusi dan membuat komitmen dengan satu orang pasangan.

Sehingga fakta ilmiah inilah yang menjadi salahsatu dasar dari jenis alternatif hubungan bernama poliamori. Namun, hal ini sulit dilakukan bagi pelaku poliamori di negara yang menganut budaya ketimuran. Sehingga jika memang ingin melakukannya, mereka harus mampu menutupnya rapat-rapat. Karena jika terendus, akan fatal akibatnya. Atau jalan lainnya adalah pindah kewarganegaraan. []


Anatasia Wahyudi, Staf Barisanco.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *