Kontemplasi

Berbisnis dengan Allah

Avatar
×

Berbisnis dengan Allah

Sebarkan artikel ini
Berbisnis dengan Allah
Ilustrasi: Unsplash/John Simmons

SUKSES berbisnis dengan manusia, dimalam Isra Mi’raj, Nabi Muhammad diundang berbisnis oleh Yang Maha Suci. Undangan bisnis yang memiliki prospek benefit dan profitnya mengalahkan bisnis dengan manusia, bukan hanya 1%, 10%, 700%, bahkan potensi keuntungannya lebih baik dari pada dunia dan seisinya.

Dibuka secara transparan, undangan bisnisnya pun diberkahi dengan keistimewaan 27 derajat. Sambil berdiri, berbaring ataupun duduk. Ada yang wajib dan sunnah, Hablum Minallah kata Pembaca Barisan.Co, ada yang jahriyah dan ada sirriyah.

Dipenuhi kekhususan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika Beliau melaksanakan shalat hingga bengkak kedua kakinya.

Saking asyiknya bisnis ini, ummatnya pun banyak yang merasakan pengalaman asyik maksuk, esoteris/eksotik, hingga meneteskan air mata. Maha Suci Allah, sesungguhnya, Dia Maha Mendengar dan Maha mengetahui (rintihan dan jeritan-hati) hamba-hambaNya.

Filosof Muslim yang berasal dari Thus-Khurasan, Imam Ghazali dalam bukunya yang berjudul Bisnis dengan Allah terbitan Pustaka Progresif (judul aslinya adalah Mizanul Amal), dalam buku ini, Beliau menerangkan bagaimana berbisnis dengan Allah Swt.

Sementara itu, Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul sama seperti Imam Ghazali, Bisnis dengan Allah yang diterbitkan oleh Lentera Hati, dalam buku ini, Quraish Shihab menerangkan dengan jelas bagaimana tips jitu untuk menjadi pebisnis sukses dunia dan akhirat. Baik buku Quraish Shihab ataupun Imam Ghazali, rasanya, perlu untuk dibaca.

Jadi peristiwa Isra Mi’raj terdapat beberapa pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dalam berbisnis. Pertama, kesabaran dan keteguhan hati adalah kunci dalam mencapai tujuan. Seperti dalam perjalanan Nabi Muhammad Saw yang menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, kesabaran dan keteguhan hati penting untuk meraih sukses dalam berbisnis.

Kedua, perjalanan Isra Mi’raj juga menunjukkan pentingnya mengembangkan hubungan baik dengan Allah Swt, seperti dalam berdoa dan memohon pertolongan. Dalam berbisnis, mengandalkan kekuatan dan pertolongan Allah Swt dapat memberikan kekuatan dan inspirasi untuk mengatasi setiap rintangan dan hambatan yang dihadapi.

Ketiga, dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi Muhammad Saw juga mendapatkan banyak ilmu dan wawasan dari Allah Swt. Demikian pula dalam berbisnis, terus belajar dan mengembangkan ilmu menjadi kunci keberhasilan. Melalui pembelajaran dan pengetahuan yang terus diperbaharui, seseorang dapat memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan dalam berbisnis.

Dalam kesimpulan, peristiwa Isra Mi’raj dapat memberikan banyak pelajaran penting dalam berbisnis, seperti kesabaran, membangun hubungan baik dengan Allah Swt, dan terus mengembangkan ilmu dan pengetahuan.

Dengan mengambil hikmah-hikmah tersebut, seorang pengusaha dapat mencapai kesuksesan dan mengembangkan bisnisnya dengan cara yang berkesinambungan dan berkelanjutan. [Nu Ali]

Jatinegara, 17/02/2023.