Ekonomi

Ulas Strategi Cross-selling, Efektivitas Perluas Potensi Bisnis

Beta Wijaya
×

Ulas Strategi Cross-selling, Efektivitas Perluas Potensi Bisnis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: celotehbisnis.com

BARISAN.CO – Cross-selling dalam perusahaan bisnis merupakan cara jual produk atau layanan tambahan ke pelanggan eksisting. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan dengan memperluas penjualan dari produk atau layanan eksisting. Contohnya, jika seorang pelanggan membeli sebuah Handphone, perusahaan dapat mencoba untuk cross-sell produk tambahan seperti Sarung Handphone, Antigores, atau bahkan softwerenya.

Strategi cross-selling memiliki peran yang penting dalam bisnis karena dapat membantu perusahaan meningkatkan pendapatan, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Pelanggan yang merasa puas dengan produk atau layanan yang mereka beli cenderung lebih loyal terhadap perusahaan.

Cross-selling dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan dan membuat mereka merasa dihargai, sehingga cenderung tetap membeli produk dari perusahaan yang sama.

Sementara itu, menurunkan biaya akuisisi pelanggan baru dalam urusan bisnis tentu memerlukan biaya dan upaya yang lebih besar dibandingkan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Dengan cross-selling, perusahaan dapat mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru dan memaksimalkan potensi penjualan dari pelanggan yang sudah ada.

Dengan memanfaatkan data pelanggan dan data kebiasaan pembelian, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi cross-selling dan memperoleh keuntungan dari pengelolaan inventaris yang lebih efektif. Strategi cross-selling sangat penting dalam bisnis karena dapat membantu meningkatkan pendapatan dan keuntungan, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan eksis.

Berikut Ulasan 10 Riset Yang Menunjukkan Efektivitas Strategi Cross-selling dalam Bisnis:

  1. Menurut penelitian oleh Accenture, pelanggan yang melakukan pembelian tambahan pada penjualan pertama cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dan lebih mungkin untuk menjadi pelanggan setia. Hampir 91% konsumen lebih cenderung membeli dari merek yang mereka kenal, percayai, atau yang merekomendasikan produk tambahan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  2. Menurut survei oleh Econsultancy, hampir 70% pelanggan lebih mungkin membeli produk tambahan jika disarankan oleh perusahaan yang sudah dikenalinya. Fungsi marketing sangat berpengaruh untuk lebih melihat peluang dari penjualan produk tambahan maupun produk pelengkap.
  3. Hasil penelitian oleh PredictiveIntent, perusahaan e-commerce yang mengimplementasikan strategi cross-selling dapat meningkatkan konversi hingga 20%. Tentunya tidak hanya meningkatkan akuisisi penjualan, bahkan peningkatan laba akan di dapatkan.
  4. Menurut sebuah studi oleh Adobe, pelanggan yang melakukan pembelian cross-selling memiliki 20% lebih banyak kesempatan untuk membeli kembali di masa depan, sehingga penting bagi perusahaan bisnis untuk segera mengambil tindakan dengan mengambil kesempatan tersebut, berupa penjualan barang atau jasa pendamping.
  5. Penelitian oleh McKinsey menunjukkan bahwa cross-selling dapat meningkatkan pendapatan hingga 20-30% dari total penjualan.
  6. Penelitian oleh Forrester menunjukkan bahwa 59% dari pelanggan perusahaan merasa bahwa cross-selling dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dan memuaskan kebutuhan mereka.
  7. Menurut penelitian oleh Harvard Business Review, strategi cross-selling dapat meningkatkan keuntungan bisnis hingga 30%.
  8. Menurut survei oleh Marketing Metrics, peluang penjualan cross-selling kepada pelanggan yang sudah ada adalah sekitar 60-70%, sedangkan peluang penjualan kepada pelanggan baru hanya sekitar 5-20%.
  9. Cross-selling mampu mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru, kondisi tersebut di buktikan hasil penelitian Invesp yang menunjukkan jika biaya akuisisi pelanggan baru dapat 5 sampai 25 kali lebih tinggi daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada, sehingga cross-selling dapat membantu mengurangi biaya tersebut.
  10. Menurut survei oleh Hubspot, hampir 30% dari pendapatan perusahaan B2B berasal hasil cross-selling dan upselling. survei HubSpot pada tahun 2022 tersebut menjelaskan terhadap lebih dari 500 profesional penjualan, 72% tenaga penjualan yang melakukan upsell dan 74% yang melakukan cross-sell mengatakan bahwa hal itu mendorong pendapatan mereka dengan progresif.

Dari 10 Riset tersebut, dapat menjadi kesimpulan strategi cross-selling mampu berkontribusi signifikan terhadap pendapatan dan benefit perusahaan, serta membantu memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengembangkan strategi cross-selling yang efektif dan efisien.

Namun, penting untuk diingat bahwa strategi cross-selling yang efektif membutuhkan pendekatan yang tepat, sehingga perusahaan harus mempertimbangkan nilai tambah produk yang ditawarkan, dan cara yang tepat untuk menawarkan produk tersebut kepada pelanggan.

Prinsipnya jika terlalu banyak tekanan untuk membeli, atau penawaran produk yang tidak relevan dapat merusak hubungan dengan pelanggan. Dan membuat mereka tidak senang. Mestinya, perusahaan memahami pasti kebutuhan pelanggan dan memastikan produk yang ditawarkan benar-benar bermanfaat bagi mereka. [rif]