Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

Makin Banyak Perempuan Berani Tanggung Biaya Kencan

Redaksi
×

Makin Banyak Perempuan Berani Tanggung Biaya Kencan

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Di masa lalu, laki-laki dianggap harus membayar semua kebutuhan pasangannya. Sebab, umumnya perempuan tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki kemampuan secara finansial.

Akan tetapi, perempuan di era modern kini jauh lebih percaya diri dan mandiri. Mereka memiliki pekerjaan dan penghasilannya sendiri. Itu membuat anggapan lama mulai ditinggalkan.

Bahkan, sudah mulai menjadi umum bahwa perempuan tidak lagi bergantung kepada laki-laki dalam urusan bayar tagihan saat berkencan.

Satu hal yang perlu dicatat. Tidak semua orang sama. Ada juga perempuan yang masih berpegangan pada gagasan bahwa laki-laki yang harus membayar semuanya.

Sebuah penelitian David Frederick dari Universitas Chapman menemukan kebanyakan laki-laki membayar biaya kencan secara konsisten sesuai norma konvensional. Mayoritas laki-laki (84%) membayar sebagian besar pengeluaran, meski kencan berlangsung sesaat. 

Sedangkan sekitar 57% perempuan mengklaim mereka memang menawarkan untuk membayar, namun di sisi lain berharap laki-laki akan menolak tawaran itu.

Ada pula sekitar 44 persen perempuan merasa terganggu apabila laki-laki berharap mereka akan patungan. Perempuan percaya bahwasanya laki-laki memiliki sifat dermawan dan baik hati. Ini berarti ketika perempuan menawarkan diri untuk membayar, hampir bisa dikatakan basa-basi.

Fakta lainnya ialah dua pertiga (64%) laki-laki percaya perempuan harus membayar. Laki-laki merasa perempuan yang berkontribusi terhadap biaya kencan adalah perempuan yang tangguh. Menariknya lagi, hampir dari setengah peserta akan berhenti berkencan dengan perempuan yang tidak pernah membayar.

Meski demikian, kebanyakan laki-laki sebesar 76 persennya merasa bersalah menerima uang dari perempuan. Terlepas dari fakta adanya keinginan agar perempuan dapat berkontribusi untuk biaya kencan, laki-laki cenderung ingin menjadi lebih kuat di depan pasangannya.

Mengutip Best Life, Pakar kencan dan hubungan, Carol Roderick mengatakan untuk mengatur kesetaraan finansial dalam hubungan disarankan agar kedua pihak menyisihkan sejumlah dana setiap bulannya untuk anggaran kencan.

“Jumlah uang yang mereka sisihkan harus mencerminkan bagaimana pasangan itu menangani keuangan dalam hubungannya secara menyeluruh. Misal, jika satu pasangan menghasilkan uang lebih banyak, mereka mungkin memiliki anggaran lebih besar daripada pasangannya,” kata Carol.

Atau bisa juga dengan cara bergantian membayar tagihan saat kencan. Ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam hubungan yang setara dari waktu ke waktu.

Sementara itu, laki-laki yang membayar untuk kencan tampak seperti isyarat yang baik, namun itu bisa merugikan pasangannya. Menurut Forbes, ini menjadi ekspekstasi gender yang disebut sebagai seksisme yang baik hati. Dalam hal ini, kebiasaan itu akan merugikan karir dan pendapatan perempuan.

Sebab, menurut laporan Forbes, perempuan yang terbiasa bergantung kepada laki-laki akan menurunkan aspirasi karir, memperlambat kinerja, mengurangi dorongan untuk mendapat upah yang setara, serta memengaruhi feedback di tempat kerjanya. Sehingga, laporan itu menyebut perempuan tidak dapat berharap sebagai seseorang yang mandiri dan kompeten jika terus menunjukkan tradisi budaya kuno seperti ini. [dmr]