Sementara itu, laki-laki yang membayar untuk kencan tampak seperti isyarat yang baik, namun itu bisa merugikan pasangannya. Menurut Forbes, ini menjadi ekspekstasi gender yang disebut sebagai seksisme yang baik hati. Dalam hal ini, kebiasaan itu akan merugikan karir dan pendapatan perempuan.
Sebab, menurut laporan Forbes, perempuan yang terbiasa bergantung kepada laki-laki akan menurunkan aspirasi karir, memperlambat kinerja, mengurangi dorongan untuk mendapat upah yang setara, serta memengaruhi feedback di tempat kerjanya. Sehingga, laporan itu menyebut perempuan tidak dapat berharap sebagai seseorang yang mandiri dan kompeten jika terus menunjukkan tradisi budaya kuno seperti ini. [dmr]