Dihadiri Gubernur Sumsel, Rumah Tahfidz Kiai Marogan Luncurkan Edu Wisata

  • Whatsapp

Barisan.co – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 tahun, Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Palembang mengenalkan program edu wisata.

Acara ini dilaksanakan di Pesantren Tahfidz Sekolah Alam Kiai Marogan, Jalan Yusuf Zein RT.17 RW. 06 Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarame Kota Palembang, Sumatera Selatan. Hadir dalam soft lounching Pondok Marogan dan program edu wisata tersebut Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Bacaan Lainnya

Menurut Herman Deru, Rumah Tahfidz Kiai Marogan tidak hanya produktif namun juga telah menjadi inspirasi bagi lebih 200 rumah tahfidz yang ada di Kota Palembang.

“Inspirasi kita rumah tahfiz itu muncul dari pondok pesantren ini maka itu Sumsel punya program rumah tahfidz satu desa kelurahan satu rumah tahfiz dan ini sudah berjalan. Dengan begitu harapan kita kedepan Sumsel terbukti dengan program buta aksara Al Quran. Terutama dengan lebih dari 200 rumah tahfidz di Kota Palembang, semoga daerah lain juga mengikuti,” katanya.

Tak hanya itu, menurut Herman Deru, dirinya merasa bangga karena tempat ini juga dijadikan sebagai wisata religius dengan penambahan wisatanya.

“Saya bangga bahwa rumah tahfiz ini menjadi sangat produktif, tidak mengandalkan sumbangan, infak dan sedekah, namun juga membuka agrowisata sendiri. Bahkan Rumah tahfiz di sini bukan hanya sebagai percontohan tapi inspiratif, meskipun dalam pandemi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan atau yang akrab dipangil Ustadz Yanyan mengatakan pada hari milad ke 10 tahun ini, dirinya ingin menghadirkan suasana baru di tengah masyarakat.

Saat ini, kata dia Ponpes Kiai Marogan memiliki lahan yang mana lahan tersebut merupakan wakaf. Menurutnya lahan tersebut akan menjadi pusat wisata edukasi. Dengan membuat eduwisata di kawasan wisata Kiai Marogan dengan menggabungkan edukasi dan wisata yang bernuansa Islami.

“Kita siapkan lahan outbond seperti panah, mancing dan lainnya kami ingin berjihad ekonomi di sini. Bagaimana lahan ini dijadikan lahan produktif,” katanya.

Menurutnya, pengunjung dapat berwisata sambil belajar, dengan memancing, area outbound seperti memanah, flying fox, atau bertani, bercocok tanam dan beternak.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati gathering di beberapa pondok yang tersedia, dengan makan bersama keluarga yang sudah disediakan oleh pihak pesantren.

“Bisa mengajak pengunjung wisata sambil belajar terutama anak-anak,” ujarnya.

Di masa pandemi, Yayan memastikan dengan protokol kesehatan, pengunjung dapat berkeliling dengan syarat harus sehat, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Peluncuran program edu wisata ini menurut ustadz Yayan sebagai sebagai salah satu edukasi santri guna membentuk karakter santri yang kreatif dan mandiri sekaligus menciptakan santripreuner.

“Sesuai misi kita, menjadi sebuah pesantren yang ingin menjadikan santripreneur mencontoh Kiai Marogan, seorang ulama yang juga pengusaha sukses,” ujarnya. []

Pos terkait