Scroll untuk baca artikel
Terkini

Dr. Sutrisno: Pentingnya Soft Skill dan Hard Skill di Era 4.0

Redaksi
×

Dr. Sutrisno: Pentingnya Soft Skill dan Hard Skill di Era 4.0

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Saat ini mahasiswa dianjurkan untuk menguasai hard skill dan soft skill. Penguasaan kompetensi dan keterampilan teknis dan non teknis sangat dibutuhkan di era revolusi industri 4.o.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemendikbud) menyampaikan bahwa keterampilan nonteknis menjadi modal dasar bagi lulusan perguruan tinggi untuk masuk kerja. Hal ini disampaikan dalam status Instagram pada hari Senin, (2/11/2020).

Menurut Ditjen Dikti Kemendikbud memaparkan 5 keterampilan yang harus dimiliku mahasiswa saat ini agar dapat bersaing secara global. Adapun kelima keterampilan tersebut disingkat 5C yakni, (1) Pemecahan masalah (complex problem solving), (2) Berpikir kritis (critical thinking), (3) Kreativitas (creativity), (4) Berkoordinasi dengan orang lain (coordinating with others) dan Fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility).

“Penguatan soft skill bagi mahasiswa perlu dilakukan sejak di bangku kuliah melalui berbagai metode pembelajaran,” tulis Ditjen Dikti.

Ditjen Dikti menyarankan mahasiswa untuk menguatkan keterampilan nonteknis dilakukan sejak duduk di bangku kuliah.

Sementara itu, pengamat pendidikan Dr. Sutrisno Muslimin, menyatakan dengan adanya soft skill dan hard skill ini bisa mempermudah dalam hal berkompetisi di era yang semakin kompetitif ini. Kuliah apapun jurusannya jika tidak memiliki soft skill dan hard skill ke depannya pun tidak akan bisa survive.

“Pendidikan yang dijalankan di perguruan tinggi harus betul-betul diarahkan agar mahasiswa memiliki kompetensi yang lengkap terutama hard skill dan soft skill ini,” tutur Dr. Sutrisno Muslimin kepada tim barisan.co, Rabu (11/11/2020).

5 Keterampilan

Dr. Sutrisno menilai, 5C ini sangat penting dan skill yang memang harus ada di setiap orang. Jika mahasiswa yang nantinya masuk ke dunia kerja dan tidak bisa menanyakan atau kritis terhadap sesuatu yang ada di lingkungan kerjanya akan sulit untuk bertahan diri.

Zaman semakin berkembang dan seiring berjalannya waktu semua akan mengadapi digitalisasi. Contohnya, seperti saat ini orang-orang mulai asik dengan belanja online dari pada datang ke tokonya langsung.

Semakin banyak orang-orang yang kreatif dan produktif. Namun, bila kita tidak bisa mengikutinya maka kita akan tertinggal jauh dari orang-orang yang kreatif dan produktif tersebut.

“Coba sekarang lihat produk-produk milenial, itu bisa terjadi karena orang-orang yang kreatifitas. Mahasiswa juga perlu berkolaborasi atau bekerja dengan orang lain agar bisa survive di dunia kerja nantinya,” lanjut Dr. Sutrisno.

Menurut Dr. Sutrisno, dengan adanya keterampilan soft skill dan hard skill juga bisa memperkuat mental calon pekerja. Calon pekerja bisa lebih semangat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi situasi apapun di tempat kerjanya.