Saat senja turun, bukan hanya matahari yang pulang jiwa pun perlu kembali kepada Allah.
BARISAN.CO – Dzikir petang adalah salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk dibaca pada waktu sore hari.
Di tengah dunia yang semakin bising, penuh tekanan, dan sarat kecemasan, dzikir petang hadir sebagai ruang hening tempat seorang hamba kembali menyandarkan hidupnya kepada Allah Swt.
Dzikir ini bukan sekadar rangkaian bacaan lisan, melainkan proses komunikasi batin antara makhluk yang lemah dengan Rabb Yang Maha Kuasa.
Dzikir petang dibaca mulai setelah Ashar hingga menjelang Maghrib, dan menurut sebagian ulama, tetap sah diamalkan hingga malam hari.
Waktu yang paling utama (afdhal) adalah sore hari, saat matahari mulai condong ke barat waktu transisi yang dalam tradisi spiritual Islam dipahami sebagai saat rawan sekaligus penuh keberkahan.
Dalam dzikir petang, seorang muslim memohon perlindungan, ampunan, keselamatan, keteguhan iman, serta penjagaan dari berbagai keburukan yang tampak maupun tersembunyi.
Bacaan Dzikir Petang Lengkap
Berikut ini adalah 20 bacaan dzikir petang lengkap, disusun naratif dan berurutan agar mudah diamalkan secara konsisten.
- Ta’awudz (Permohonan Perlindungan Awal)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Keutamaan: Ta’awudz menjadi pembuka dzikir yang berfungsi membersihkan hati dan pikiran dari gangguan setan, sehingga bacaan dzikir setelahnya lebih khusyuk dan terjaga dari waswas. Allah memerintahkan ta’awudz setiap hendak membaca Al-Qur’an (QS. An-Nahl: 98).
- Ayat Kursi (Dibaca 1 Kali)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ… wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya: “Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”









