Scroll untuk baca artikel
Religi

Dzikir Petang: Amalan Sore Hari untuk Perlindungan, Ketenangan, dan Keteguhan Iman

×

Dzikir Petang: Amalan Sore Hari untuk Perlindungan, Ketenangan, dan Keteguhan Iman

Sebarkan artikel ini
dzikir petang
Ilustrasi

Saat senja turun, bukan hanya matahari yang pulang jiwa pun perlu kembali kepada Allah.

BARISAN.CO – Dzikir petang adalah salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk dibaca pada waktu sore hari.

Di tengah dunia yang semakin bising, penuh tekanan, dan sarat kecemasan, dzikir petang hadir sebagai ruang hening tempat seorang hamba kembali menyandarkan hidupnya kepada Allah Swt.

Dzikir ini bukan sekadar rangkaian bacaan lisan, melainkan proses komunikasi batin antara makhluk yang lemah dengan Rabb Yang Maha Kuasa.

Dzikir petang dibaca mulai setelah Ashar hingga menjelang Maghrib, dan menurut sebagian ulama, tetap sah diamalkan hingga malam hari.

Waktu yang paling utama (afdhal) adalah sore hari, saat matahari mulai condong ke barat waktu transisi yang dalam tradisi spiritual Islam dipahami sebagai saat rawan sekaligus penuh keberkahan.

Dalam dzikir petang, seorang muslim memohon perlindungan, ampunan, keselamatan, keteguhan iman, serta penjagaan dari berbagai keburukan yang tampak maupun tersembunyi.

Bacaan Dzikir Petang Lengkap

Berikut ini adalah 20 bacaan dzikir petang lengkap, disusun naratif dan berurutan agar mudah diamalkan secara konsisten.

  1. Ta’awudz (Permohonan Perlindungan Awal)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Keutamaan: Ta’awudz menjadi pembuka dzikir yang berfungsi membersihkan hati dan pikiran dari gangguan setan, sehingga bacaan dzikir setelahnya lebih khusyuk dan terjaga dari waswas. Allah memerintahkan ta’awudz setiap hendak membaca Al-Qur’an (QS. An-Nahl: 98).

  1. Ayat Kursi (Dibaca 1 Kali)

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ… wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: “Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi pada waktu petang, maka ia akan dijaga oleh Allah hingga pagi hari, dan setan tidak akan mendekatinya (HR. Bukhari).

  1. Surat Al-Ikhlas (Dibaca 3 Kali)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

Keutamaan: Surat ini mengandung tauhid murni. Membacanya pada pagi dan petang menjadi sebab kecukupan perlindungan dari segala arah.

  1. Surat Al-Falaq (Dibaca 3 Kali)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a‘ūdzu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.

Artinya: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki.”

Keutamaan: Menjadi perlindungan dari sihir, hasad, kejahatan malam, dan gangguan tersembunyi.

  1. Surat An-Naas (Dibaca 3 Kali)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَٰهِ النَّاسِ
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a‘ūdzu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswāsil-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās.

Artinya: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan setan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.”

Keutamaan: Menjaga hati dari bisikan setan yang merusak iman, niat, dan ketenangan jiwa.

  1. Dzikir Petang: Amsaynaa wa Amsal Mulku Lillah (1 Kali)

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynā wa amsal-mulku lillāh…

Artinya: “Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.”

Keutamaan: Mengandung permohonan kebaikan malam, perlindungan dari keburukan, kemalasan, siksa kubur dan neraka.

  1. Allahumma Bika Amsaynaa (1 Kali)

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Allāhumma bika amsaynā wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā wa bika namūtu, wa ilaikal-maṣīr.

Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali.”

Keutamaan: Menanamkan kesadaran hidup sepenuhnya dalam kuasa Allah dan kesiapan menghadapi kematian dengan iman.

  1. Sayyidul Istighfar (Dibaca 1 Kali)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya wa abū’u bidzanbī faghfirlī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Keutamaan: Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai penghulu istighfar. Siapa yang membacanya pada petang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat pada malam itu, maka ia masuk surga (HR. Bukhari).

  1. Doa Persaksian Tauhid (Dibaca 4 Kali)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ، وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allāhumma innī amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu ḥamalata ‘arsyika wa malā’ikataka wa jamī‘a khalqika, annaka antallāhu lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, wa anna Muḥammadan ‘abduka wa rasūluka.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku pada petang ini mempersaksikan Engkau, para malaikat pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.

Keutamaan: Barang siapa membacanya empat kali pada pagi atau petang, maka Allah akan membebaskannya dari siksa neraka (HR. Abu Dawud).

  1. Doa Memohon Keselamatan Dunia–Akhirat (1 Kali)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyah fid-dunyā wal-ākhirah…

Artinya: ““Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh)

Keutamaan: Doa yang tidak pernah ditinggalkan Nabi ﷺ pada pagi dan petang sebagai perlindungan menyeluruh atas agama, diri, keluarga, dan harta.

  1. Doa Abu Bakar Ash-Shiddiq (1 Kali)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَىٰ مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.”

Keutamaan: Diajarkan khusus oleh Nabi ﷺ untuk menjaga diri dari kejahatan jiwa, setan, dan perbuatan zalim.

  1. Bismillāhilladzī Lā Yaḍurru (Dibaca 3 Kali)

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’, wa huwas-samī‘ul-‘alīm.

Artinya: “Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit…

Keutamaan: Siapa yang membacanya tiga kali pada petang hari, maka ia terlindungi dari bahaya mendadak.

  1. Ridha Billah (Dibaca 3 Kali)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Raḍītu billāhi rabbā, wa bil-islāmi dīnā, wa bi-Muḥammadin ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama nabiyyā.

Artinya: “Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai nabiku.”

Keutamaan: Mendapatkan ridha Allah secara khusus pada hari tersebut.

  1. Ya Hayyu Ya Qayyum (1 Kali)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَىٰ نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yā Ḥayyu yā Qayyūm, biraḥmatika astaghīts, aṣliḥ lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘ainin abadā.

Artinya: “Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan…

Keutamaan: Menjadi doa penyerahan total urusan hidup kepada Allah dan penjagaan dari kelemahan diri.

  1. Tasbih: Subḥānallāh (Dibaca 33 Kali)

سُبْحَانَ اللهِ

Subḥānallāh

Artinya: “Maha Suci Allah.”

Keutamaan: Tasbih membersihkan hati dari kelalaian dan pengagungan yang salah. Membacanya secara rutin pada petang hari menenangkan jiwa dan meneguhkan kesadaran akan kesucian Allah dari segala kekurangan.

  1. Tahmid: Al-ḥamdu lillāh (Dibaca 33 Kali)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

Al-ḥamdu lillāh

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

Keutamaan: Tahmid menumbuhkan rasa syukur atas seluruh nikmat yang tampak maupun tersembunyi, sekaligus menjadi sebab ditambahkannya nikmat oleh Allah (QS. Ibrahim: 7).

  1. Takbir: Allāhu Akbar (Dibaca 33 Kali)

اَللَّهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar

Artinya: “Allah Maha Besar.”

Keutamaan: Takbir menegaskan bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kekuasaan Allah, sehingga hati terbebas dari rasa takut berlebihan kepada selain-Nya.

  1. Tahlil Penutup Dzikir (Dibaca 1 Kali)

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Keutamaan: Merupakan peneguhan tauhid dan penutup dzikir yang menyatukan pujian, pengakuan, dan ketundukan total kepada Allah.

  1. Istighfar (Dibaca 10 Kali atau Lebih)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullāh

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Keutamaan: Istighfar menjadi penyuci dosa-dosa harian, pembuka rezeki, serta sebab datangnya ketenangan dan jalan keluar dari kesempitan (QS. Nuh: 10–12).

  1. Shalawat Nabi (Dibaca 10 Kali)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Keutamaan: Barang siapa bershalawat kepada Nabi ﷺ sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, mengangkat derajatnya, dan menghapuskan kesalahannya (HR. Muslim).

Dengan selesainya 20 bacaan dzikir petang, seorang muslim telah: Menutup sore harinya dengan tauhid, perlindungan, dan penyerahan diri, menjaga malamnya dari gangguan lahir dan batin, dan menyambung hatinya dengan Allah dan Rasul-Nya.

Dzikir petang bukan sekadar bacaan, melainkan disiplin ruhani yang menyiapkan jiwa menghadapi malam dengan iman, tenang, dan tawakal. []