Hari Kesehatan Nasional: Indonesia Sehat Lahir dan Batin

  • Whatsapp
Hari Kesehatan Mental

Barisan.co – Saat ini Pemerintah Indonesia masih berjuang menangani pandemi Covid-19. Berbagai sektor mengalami gangguan. Sektor ekonomi, Indonesia mengalami resesi. Pada bidang pendidikan, anak-anak sekolah masih menerapkan pendidikan jarak jauh.

Penerapan protokol kesehatan masih tetap dilaksanakan. Protokol kesehatan 3M: Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Covid-19 terus saja menghantui, namun masyarakat sudah mulai abai tidak seperti di awal-awal kemunculan virus corona tersebut.

Bacaan Lainnya

Covid-19 menjadi persoalan besar Pemerintah Indonesia dan bahkan dunia. Namun ada persoalan besar lain yakni problem umat manusia yang bernama krisis spiritual ataupun krisis akhlak.

Gelora revolusi mental seakan ingin menunjukkan taringnya. Revolusi mental merupakan gerakan untuk memajukan manusia Indonesia agar menjadi manusia baru. Melalui revolusi mental manusia Indonesia diharapkan berhati putih, memiliki kemampuan baja, bersemangat burung garuda, dan berjiwa api yang menyala.

Namun era perkembangan teknologi dan informasi yang begitu masif. Revolusi mental tidak mampu membendung perubahan yang begitu cepat. Masyarakat seolah terbagi menjadi dua golongan yakni golongan yang pro dengan pemerintah dan golongan yang benci terhadap pemerintah. Tidak ditemuai golongan penengah atau golongan moderat, sosok negarawan yang mampu menengahi kedua kelompok tersebut.

Saat ini diperlihatkan, jika kritis terhadap kebijakan pemerintah seolah masuk pada golongan yang membenci pemerintah Indonesia. Ataukah yang ketiga yakni golongan yang diam saja?

Selain itu, masih dapat menyaksikan pemandangan krisis akhlak lain yang terus saja mengerogoti negeri ini. Kasus korupsi yang tiada habisnya, perilaku korup kian menjadi-jadi. Kebencian antar kelompok dan golongan.

Inilah mentalitas zaman, sebagaimana Syed Hossein Nasr menyebutnya sebagai The Plight of Modern Man atau nestapa orang-orang modern.

Sehat Mental

Pandemi Covid-19 adalah penyakit fisik, lahiriah atau eksoteris. Seiring rusaknya mentalitas manusia, aspek ruhani, batiniah atau esoteris perlu ditekankan dan diajarkan dengan penuh khidmat.

Jika aspek lahirilah terus saja dibangun. Maka orientasi masnua kan mengubah dirinya, ia akan menjadi manusia yang materialistik dan induvidualistik. Jika ini terus saja menghantui, iklim persaingan akan terjadi hingga memunculkan manusia-manusia yang rakus dan tidak peduli dengan sesama. Tomas Hobbes menyebutnya dengan Homo Homini Lupus Bellum Omnium Contra Omnes atau manusia menjadi srigala untuk manusia lainnya. Berperang antara satu dengan lainnya.

Pada giliriannya memuculkan orang-orang yang stress, gelisah, bingung menghadapi persoalan modern bahkan pada puncaknya bisa berakibat bunuh diri karena tidak mampu menghadapi realitas yang terjadi. Keadaan ini tentunya menyangkut, aspek batinihan atau aspek kesehan yang disebut dengan aspek kesehatan mental.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting mempengaruhi kedirian manusia. Tidak heran jika covid-19 saat ini salah satu bentuk penangannnya yakni dengan membangun mentalitasnya.

Selamat hari kesehatan nasional, Kamis, 12 November 2020. Indonesia sehat lahir dan batin. (Luk)

Redaksi
Latest posts by Redaksi (see all)

Pos terkait