Terkini

Wow! Idul Fitri 1442 H Bertepatan Juga dengan Kenaikanan Isa Al-Masih

Avatar
×

Wow! Idul Fitri 1442 H Bertepatan Juga dengan Kenaikanan Isa Al-Masih

Sebarkan artikel ini
Isa Al-Masih
Photo by Pixabay on pexels

BARISAN.CO – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah menetapkan 1 Syawal 1442 atau Idul Fitri 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Sebagaimana tertuang dalam surat nomor: 4141/C.I.034/05/2021. Setelah sebelumnya Muhammadiyah juga menyatakan bahwa 1 Syawal akan terjadi pada hari kamis.

Meski pemerintah belum memberikan pengumuman hasil sidang isbat, dua ormas besar tersebut bisa menjadi patokan. Bahwa hari raya idul fitri kemungkinan besar akan dilaksanakan pada hari kamis besok.

1 Syawal sebagai peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 H umat Islam tahun ini sangat spesial karena hari tersebut juga bertepatan dengan Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih. Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih juga jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

Mengutip Kompas.com, meski begitu, kejadian perayaan Idul Fitri bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih ini bisa dikatakan jarang, karena hanya pernah terjadi pada tahun 1727 Masehi dan 1139 Hijriah.

Setelah tahun 2021 ini, maka kejadian serupa akan terulang lagi di tahun 2248 Masehi atau 1676 Hijriah. Lantas mengapa hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah bisa bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih 2021 Masehi?

Menurut keterangan Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Andi Pangerang Hasanuddin melalui laman edukasi sains lapan mengatakan, bahwa untuk dapat memahami mengapa kondisi perayaan-perayaan tersebut terjadi bersamaan, maka perlu kita ketahui dahulu bagaimana kedua perayaan tersebut ditentukan.

Perayaan Kenaikan Isa Almasih Peringatan Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Christ Ascension, adalah perayaan yang diperingati 40 hari setelah Paskah Sabtu, atau 39 hari setelah Paskah Minggu atau 41 hari setelah Jumat Agung.

Sehingga, peringatan Kenaikan Isa Almasih ini selalu jatuh pada hari Kamis sesuai dengan ketentuan tersebut. Dengan demikian, penentuan yang paling penting dalam peringatan ini adalah perhitungan hari raya Paskah.

Andi menjelaskan, hari raya Paskah dalam perhitungannya mengacu pada metode yang dibuat oleh Spencer Jones dalam bukunya yang berjudul General Astronomy pada halaman 73-74 edisi tahun 1922.

Ternyata metode Spencer ini kemudian diterbitkan kembali dalam Journal of the British Astronomical Association volume 88 halaman 91 edisi Desember 1977.

Andi berkata, metode ini sebelumnya sudah diajukan pada tahun 1876 dan muncul dalam buku berjudul Ecclesiastical Calendar (Kalender Gerejawi/Liturgi).

“Saya tidak panjang lebar menjelaskan metodenya dalam tulisan ini, namun hari raya Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, setelah Purnama Liturgi (Ecclesiastrical Full Moon) yang mana purnama tersebut jatuh setelah Ekuinoks Musim Semi (20-21 Maret),” jelasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *