Terkini

India Hentikan Sementara Ekspor Vaksin untuk Prioritaskan Warganya

Anatasia Wahyudi
×

India Hentikan Sementara Ekspor Vaksin untuk Prioritaskan Warganya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: REUTERS/Niharika Kulkarni.

BARISAN.COPada Selasa (18/5/2021), total kasus positif Covid-19 di India mencapai angka di atas 25 juta kasus dengan jumlah kasus baru dalam 24 jam terakhir sebanyak 263.533 kasus. Sementara kasus kematian menjadi rekor tertinggi dengan angka 4.329 kasus.

Melihat lonjakan kasus yang tak terkendali membuat pemerintah India memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor vaksin Covid-19 yang akan dialihkan untuk vaksinasi warganya terlebih dahulu. Kemungkinan, penghentian akan dilakukan hingga bulan Oktober.

The Serum Institute of India (SII) merupakan produsen vaksin terbesar di dunia yang memproduksi vaksin AstraZeneca. SII menyebut jika mereka akan mulai ekspor kembali untuk COVAX dan negara lain pada akhir tahun ini.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa kami tidak pernah mengekspor vaksin dengan mengorbankan rakyat India dan tetap berkomitmen untuk melakukan segala hla yang kami bisa dalam mendukung upaya vaksinasi dalam negeri,” kata SII.

Sejak bulan lalu, India telah menghentikan ekspor setelah menyumbang dan menjual lebih dari 66 juta dosis. Langkah India membuat negara-negara seperti Banghladesh, Nepal, Sri Lanka, dan banyak negara di Afrika berebut untuk mendapatkan stok vaksin alternatif.

SII sebelumnya memperkirakan akan melakukan pengiriman vaksin kembali pada bulan Juni.

Seperti dikutip dari Reuters, juru bicara GAVI COVAX memutuskan produksi vaksin dan140 juta dosis vaksin yang awalnya ditunjukan untuk COVAX akan digunakan untuk vaksinasi dalam negeri. Hal ini merupakan upaya perlindungan bagi warga India.

“Kami menawarkan dukungan penuh terhadap pemerintah India dalam upaya mereka untuk mengendalikan virus dan siap membantu dengan cara apapun yang kami bisa,” kata juru bicara GAVI.

India kini menjadi negara kedua di dunia setelah AS yang sempat memiliki sejarah suram Covid-19 dengan catatan kasus positif lebih dari 25 juta kasus.

WHO pada Senin lalu juga telah meminta produsen vaksin di luar India untuk meningkatkan produksinya untuk pasokan COVAX. Pada hari yang sama, UNICEF meminta negara-negara G7 menyumbang pasokan kepada COVAX sebagai tindakan darurat dalam mengatasi kekurangan parah yang disebabkan oleh gangguan ekspor vaksin India. Diperkirakan, G7 akan memasok sekitar 190 juta dosis pada akhir Juni.

Sedangkan Joe Biden selaku presiden Amerika Serikat menyebut bahwa AS akan mengekspor 20 juta dosis vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson dan 60 juta dosis vaksin AstraZeneca yang telah direncakan untuk diberikan ke negara lain. langkan Biden tersebut dilakukan setelah Dirjen WHO, Tedros Adhanon Ghebreyesus memperingatkan tentang situasi ‘apartheid’ vaksin yang terjadi di dunia dan menyerukan negara-negara kaya dan produsen vaksin agar meningkatkan pembagian vaksin Covid-19. [dmr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *