Agama Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adab, begitu juga bersikap dengan binatang maupun tumbuhan. Kucing dalam Islam, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ
Artinya: “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. Tirmidzi).
Kucing adalah binatang yang sering dijumpai yang berada di sekeliling lingkungan dan juga salah satu hewan yang paling populer untuk dijadikan hewan peliharaan.
Bahkan hewan yang mengemaskan ini merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad Saw. Hal ini bahkan dikisahkan dalam sebuah kisah Nabi Muhammad dengan seekor kucing yang meminum air dalam sebuah bejana. Padahal Rasulullah Saw hendak menggunakannya untuk wudhu.
Sehingga hadits di atas mengisyaratkan bahwa kucing adalah hewan yang suci. Sedangkan air yang terkena jilatan masih tetap untuk bisa digunakan berwudhu.
Oleh karena itu hendaknya bersikaplah baik dengan kucing, terlebih lagi saat memeliharanya. Rasulullah Saw bersabda:
دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلاً. رواه مسلم.
Artinya: “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing, ia memeliharanya namun tidak memberikan makan, karena ia tidak mengirimkan makan, maka kucing itu makan dari yang keluar di bumi sampai ia mati karena kurus (kelaparan).” (HR: Muslim).
Persoalan kekalahan Brasil saat melawan Kroasia di babak perempatfinal Piala Dunia 2022 karena karma kucing itu hanya sekadar pemanis saja. Intinya sayangilah apa yang ada di sekitar kita, baik itu kucing maupun hewan lainnya.