Peringatan malam nisfu sya’ban senantiasa diperingati setiap pertengahan bulan sya’ban pada hari ke-14 pada kalender hijriah
BARISAN.CO – Malam nisfu sya’ban merupakan waktu yang istimewa, pada malam tersebut banyak masyarakat memperingatinya. Sebab ada keutamaan malam nisfu sya’ban bagi mereka yang mengerti dan senantiasa bersyukur atas nikmat Allah Swt.
Perlu diketahui bahwasanya peringatan malam nisfu sya’ban senantiasa diperingati setiap pertengahan bulan sya’ban pada hari ke-14 pada kalender hijriah. Merupakan malam yang sakral bagi kalangan masyarakat sehingga acapkali ada beragam amalan yang dilakukan.
Masyarakat meyakini bahwasanya keutamaan malam nisfu sya’ban itu akan mengalir kepada hambanya yang meyakini bahwa malam tersebut penuh dengna kemuliaan dan keberkahan.
Sehingga beragam amalan dilakukan seperti memperbanyak zikir dan banyak membaca ayat-ayat suci al-Qur’an. Selain itu juga banya melakukan ibadah lain seperti bersedekah dan memberikan santunan kepada anak yatim piatu.
Malam tersebut Allah Swt memberikan rahmat dan ampunannya maka sebagai seorang hamba hendaknya untuk bermunajat atau mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bagi mereka yang senantiasa bermaksiat untuk segerta bertaubat, begitu juga yang ahli ibadah untuk senantiasa menjaga istikamah dalam beribadah.
Adapun keutamaan malam nisfu sya’ban sesuai dengan dalil hadits nabi Muhammad Saw. Namun demikian banyak yang mempertanyakan bahwasnya dalil keutamaan malam nisfu sya’ban banyak yang lemah atau dhaif.
Bahkan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menerangkan bahwasanya banyak hadis dhaif tentang keutamaan malam nisfu sya’ban. Namun demikian ada hadits yang shahih menjelaskannya, seperi hadits di bawah ini yang dishahihkan al- Hafidz Ibnu Hibban
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَطْلُعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : Allah -Ta’ala- memperlihatkan keagungan-Nya kepada ciptaan-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, kemudian Allah akan mengampuni seluruh makhluknya kecuali musyrik (orang yang menyekutukan allah) dan Musyahin (orang munafik yang selalu mengadu domba, menyebar fitnah dan permusuhan diantara manusia).“
Hadits keutamaan malam nisfu sya’ban
Berikut ini hadits keutamaan malam nisfu sya’ban yang perlu kamu ketahui. Sebagaimana sudah dijelaskan di atas bahwa ada dailil yang shahih. Bahwasanya pada malam nisfu syaban Allah Swt memberikan ampunan kepada makhluknya.
Adapun hadits tersebut diantaranya:
1. Allah Swt memberikan ampunan
إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Sesungguhnya Allah akan menampakkan (turun) di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan dengan saudaranya.” (HR. Ibnu Majah).
2. Pembuka pintu rezeki
Dari A’isyah.ra:
قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى فَأَطَالَ السُّجُودَ حَتَّى ظَنَنْت أَنَّهُ قَدْ قُبِضَ ، فَلَمَّا رَأَيْت ذَلِكَ قُمْت حَتَّى حَرَّكْت إِبْهَامَهُ فَتَحَرَّكَ فَرَجَعَ ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ وَفَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ قَالَ : ” يَا عَائِشَةُ أَوْ يَا حُمَيْرَاءُ أَظَنَنْت أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ خَاسَ بِك ؟ ” قُلْت : لَا وَاَللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَكِنِّي ظَنَنْت أَنْ قُبِضْت طُولَ سُجُودِك ، قَالَ ” أَتَدْرِي أَيَّ لَيْلَةٍ هَذِهِ ؟ ” قُلْت : اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ ، قَالَ : ” هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَطَّلِعُ عَلَى عِبَادِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْتَغْفِرِينَ وَيَرْحَمُ الْمُسْتَرْحِمِينَ وَيُؤَخِّرُ أَهْلَ الْحِقْدِ كَمَا هُمْ
Artinya: “Suatu malam Rasulullah Saw salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai shalat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”.
Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu,” jawabku. “Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki.” (HR. Baihaqi).
3. Bulan penuh ibadah
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. رواه أبو دود
Artinya: “Jika tiba malam Nisfu Syaban, maka sholatlah (sunnah) pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah (sunnah) pada siang harinya (hari kelima belas).” (HR. Ibnu Majah)
4. Malam rahmat
يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Allah merahmati para hamba-Nya di malam nisfu Syaban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan duniawi.” (HR Ibnu Hibban, ath-Thabarani dan al-Baihaqi).
Demikianlah keutamaan malam nisfu sya’ban lengkap dengan dalilnya. Semoga bermanfaat.








