Sayangnya, merek kosmetik dan produk perawatan pribadi tidak memiliki kewajiban hukum untuk memberi tahu konsumen sumber squalene mereka. Selain itu, beberapa perusahaan secara keliru mempromosikan ‘squalane’ sebagai alternatif tanaman untuk squalene hiu, padahal sebenarnya hanya turunan dari minyak hati ikan hiu.
Sampai undang-undang disahkan untuk mengubah pelabelan pada produk berbasis squalene, sebagai konsumen berhak memilih, meneliti secara menyeluruh produknya. Jika squalene atau squalane terdaftar – cari kata-kata ‘100% nabati,’ atau ‘vegetable based’ atau “vegetable origins”. Jika label tidak menunjukkan sumbernya, jangan membelinya!.
Selain itu, konsumen bertanggung jawab pribadi atas biaya dan konsekuensi lingkungan terhadap produk yang dibeli dan digunakan.
Jadilah, konsumen bijak karena masa depan planet ini bergantung juga pada konsumen. [rif]