Kesehatan

Mengenal Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang

Avatar
×

Mengenal Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang

Sebarkan artikel ini
Adanya bukaan uretra pada penderita hipospadia (Ilustrasi: SehatQ)

BARISAN.CO – Serda Aprilia Manganang dipastikan sebagai laki-laki usai menjalani pemeriksaan medis pada Februari 2021 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, Aprilia Manganang menderita kelainan reproduksi yang baru diketahui dalam pemeriksaan tersebut.

“Jadi seseorang yang diberi nama Aprilia Manganang tidak seberuntung kita semua. Jadi saat dilahirkan anak ini memiliki kelainan pada sistem reproduksinya yang dalam termologinga hipospadias,” ujar Jendral Andika Perkasa.

Dikutip dari laman resmi pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC), hipospadia adalah cacat lahir pada anak laki-laki di mana pembukaan uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh) tidak terletak di ujung penis.

Pada anak laki-laki dengan hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama pekan ke 8-14 kehamilan. Kondisi hipospadia pada setiap penderita bisa berbeda-beda. Pada beberapa kasus, lubang kencing ada yang terletak di bawah kepala penis, di batang penis, dan bahkan ada yang di skrotum atau buah zakar.

Anak laki-laki dengan hipospadia terkadang memiliki penis yang melengkung. Akibat letak lubang kencing yang tidak normal, anak dengan hipospadia akan memiliki masalah dengan percikan urin yang tidak normal, dan mungkin harus duduk untuk buang air kecil.

Pada beberapa anak laki-laki dengan hipospadia, testis belum sepenuhnya turun ke dalam skrotum. Jika hipospadia tidak ditangani, dapat menyebabkan masalah di kemudian hari, seperti kesulitan melakukan hubungan seksual atau kesulitan buang air kecil saat berdiri.

Dalam kebanyakan kasus, hipospadia dianggap disebabkan oleh kombinasi gen dan faktor lain, seperti lingkungan ibu, atau makanan atau minuman ibu, atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi selama kehamilan.

Peneliti CDC dalam beberapa tahun terakhir, telah melaporkan temuan penting tentang beberapa faktor yang mempengaruhi risiko memiliki bayi laki-laki dengan hipospadia, di antaranya ibu yang berusia 35 tahun atau lebih dan dianggap obesitas memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia. Selain itu, perempuan yang menggunakan teknologi reproduksi untuk membantu kehamilan, memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia. []


———-

Indeks Laporan:

  1. KSAD Andika Perkasa Ungkap Aprilia Manganang Adalah Laki-Laki
  2. Mengenal Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang
  3. Usai Terkonfirmasi Pria, Aprilia Manganang: Ini Momen Bahagia yang Saya Tunggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *