Mandela lantas mendirikan The Nelson Mandela Children’s Fund untuk membantu anak-anak dan keluarga yang terdampak HIV, Yayasan Nelson Mandela untuk mendanai penelitian HIV serta program antiretroviral bagi publik, dan menggalang dana HIV/AIDS melalui oraganisasi filantropi 46664 berupa sumbangan pribadi, konser, dan dukungan produk.
Bintang dunia seperti Beyonce turut serta mendukung kampanye tersebut dan konser bertabur bintang itu disaksikan oleh dua miliar pemirsa televisi di seluruh dunia. Uang yang terkumpul menjadi sumber pendanaan proyek penelitian dan memberikan dukungan praktis kepada warga Afrika Selatan dengan HIV/AIDS.
Tahun 2005, putranya, Makgatho L. Mandela yang berusia 57 tahun meninggal dunia di sebuah klinik di Johannesburg meninggal akibat AIDS. Mandela menekankan agar orang-orang menganggap HIV/AIDS seperti penyakit pada umumnya.
“Saya mengumumkan bahwa anak saya telah meninggal karena AIDS. Mari kita publikasikan HIV/AIDS dan jangan menyembunyikannya karena itu satu-satunya cara agar membuatnya nampak seperti penyakit normal lainnya seperti, TBC dan kanker,” kata Mandela.
Mandela bukan hanya pemenang nobel Perdamaian, ia juga seorang tokoh sentral dalam gerakan melawan AIDS. Sebagai negarawan, Mandela telah memberikan warisan yang berharga pada generasi mendatang.
Resiko Tertular
Sebab, yang perlu diperhatikan, seorang ibu rumah tangga juga bisa tertular AIDS dari suaminya yang suka ‘jajan’ di luar, tanpa kondom, yang akhirnya membuat istri bahkan anaknya berisiko tertular penyakit itu.
Banyak mitos yang berkeliaran dan masyarakat masih memercayainya. Seperti tersentuh atau bertukar alat makan dengan ODHA akan tertular. Padahal, HIV hanya dapat ditularkan melalui darah, air mani (termasuk sebelum ejakulasi), cairan vagina, lendir dubur, dan ASI.
Jika ingin menghindarinya, setia hanya dengan satu pasangan. Dengan begitu, bukan hanya diri sendiri yang terlindungi, namun juga keluarga, baik pasangan maupun keturunan. [rif]
