Scroll untuk baca artikel
Kolom

Partaiku Bernama ‘Partai Okok Eong’ (Bagian Kedua)

Beta Wijaya
×

Partaiku Bernama ‘Partai Okok Eong’ (Bagian Kedua)

Sebarkan artikel ini

Kalau melawan, kasusnya diangkat, dan diproses. Karena tersanderanya sampai partai sebesar dan setua Golkar harus bertekuk lutut di hadapan Jokowi. Saat Airlangga diminta mundur, dengan mudahnya ia mundur. Sebab kalau tidak, kasus-kasus hukumnya akan dibuka. Tragedi demokrasi yang sangat memalukan.

Yang tidak kalah memalukan ditunjukkan dua partai yg tidak tersandera kasus korupsi, tapi tersandera sahwat kekuasaan, yaitu Partai Bulan Bintang (PBB). Ketua PBB saat itu menyadari kalau dengan cara normal, ia tidak bisa menikmati kue kekuasaan. Makanya Partainya dua kali dibawanya mendukung Jokowi. YIB sendiri dua kali menjadi Ketua Tim Hukum Jokowi. Tragedi yang memalukan. Seorang guru besar hukum tata negara harus berlutut di hadapan Jokowi yang ijazah sarjananya dipertanyakan demi kekuasaan dan uang.

Terakhir, tragedi PKS. Sama dengan PBB, Partai ini juga sebenarnya tidak tersandera kasus korupsi. Tapi karena iming-iming jatah kursi, Partai ini meninggalkan pemilihnya. PKS sebenarnya bukan meninggalkan Anies Baswedan, karena pemilih PKS yang non partisan memilih PKS karena janji perubahan.

PKS telah menjilat ludahnya sendiri sebab, sebelumnya para petinggi partai ini menyatakan tidak akan mendukung politik dinasti. Nyatanya, mereka sekarang berada satu barisan dengan para pengusung dinasti politik Jokowi. Ya namanya juga politik. Partainya semua PARTAI OKOK EONG.

Wallahu a’lam bis showab