PBNU mendorong umat Islam Indonesia membaca Qunut Nazilah di tengah ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sebagai bentuk doa dan perhatian atas situasi internasional.
BARISAN.CO – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah menyusul eskalasi konflik di Kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi PBNU tertanggal 1 Maret 2026. Dalam pembukaannya, PBNU menyampaikan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan kepada seluruh umat.
Surat tersebut secara tegas menyebutkan bahwa langkah ini diambil setelah mencermati perkembangan dan peningkatan ketegangan konflik di kawasan tersebut.
Dalam surat itu, PBNU menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Cabang Istimewa, pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU, serta takmir masjid dan musala di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia untuk melaksanakan Qunut Nazilah sebagaimana terlampir dalam dokumen.
PBNU menetapkan sejumlah pedoman pelaksanaan. Pertama, doa Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap shalat fardhu, termasuk Shalat Jumat.
Kedua, doa Qunut Nazilah tidak didahului dengan doa qunut yang pada umumnya dibaca saat Subuh.
Ketiga, khusus ketika dibaca dalam Shalat Subuh, maka doa Qunut Nazilah dibaca setelah doa Qunut Subuh.
Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk respons spiritual atas situasi konflik yang berkembang di Timur Tengah. Eskalasi yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran global terhadap dampak kemanusiaan dan stabilitas kawasan.
PBNU menegaskan bahwa instruksi tersebut disampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh jajaran dan warga Nahdlatul Ulama.
Dengan menggalakkan Qunut Nazilah, PBNU mengajak umat untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan serta pertolongan Allah SWT di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
Langkah ini menjadi bentuk sikap keagamaan yang diambil organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam merespons dinamika internasional, dengan menekankan pendekatan spiritual melalui doa bersama.
Berikut bacaan doa Qunut Nazilah lengkap, teks arab, latin dan artinya:
اللَّهُمَّ الْعَنْ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ.
اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ، وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ.
اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، اللَّهُمَّ مَزِّقْ جَمْعَهُمْ، اللَّهُمَّ زَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Allahummal‘anil kuffaratal ladziina yashudduuna ‘an sabiilik, wa yukadzdzibuuna rusulak, wa yuqaatiluuna awliyaa’ak.
Allahumma isydud wath’ataka ‘alaihim, waj‘al ‘alaihim rijzaka wa ‘adzaabak.
Allahumma khaalif baina kalimatihim, Allahumma syattit syamlahum, Allahumma mazzik jam‘ahum, Allahumma zalzil aqdaamahum, wa anzil bihim ba’sakal ladzi laa turaddu ‘anil qawmil mujrimiiin.
Wa shallallahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.
Terjemah Bahasa Indonesia
Ya Allah, laknatilah orang-orang kafir yang menghalangi dari jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan memerangi para kekasih-Mu.
Ya Allah, perberatlah tekanan-Mu atas mereka, dan timpakan kepada mereka siksa dan azab-Mu.
Ya Allah, cerai-beraikanlah persatuan mereka, kacaukanlah barisan mereka, hancurkanlah kekuatan mereka, goncangkanlah pendirian mereka, dan turunkanlah kepada mereka siksa-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum yang berbuat dosa.
Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya, serta salam. []









