Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Pedoman Merobohkan Sapi Tanpa Membuatnya Kesakitan Metode Burley

Redaksi
×

Pedoman Merobohkan Sapi Tanpa Membuatnya Kesakitan Metode Burley

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan hari raya Idul Adha. Masyarakat juga biasa menyebutnya dengan hari raya besar. Sebab pada hari raya Idul Adha ada peristiwa besar yakni kisah Nabi Ibrahim As untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As.

Dari peristiwa tersebut hari raya Idul Adha juga dikenal dengan Idul Qurban. Umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Hewan qurban tersebut bisa berupa sapi, kambing, kerbau, maupun domba.

Biasanya masyarakat melakukan penyembelihan qurban setelah melaksanakan Shalat hari raya atau shalat ‘id. Begitupun juga dalam tata cara penyembelihan hewan qurban, umat Islam memiliki proses penyembelihan.

Proses penyembelihan hewan qurban seperti; (1) Membaca bismillah, (2) Membaca shalawat Nabi Muhammad Saw, (3) Menghadap arah kiblat bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih), (4) Membaca Takbir 3 (tiga) kali bersama-sama, dan (5) Berdoa agar qurbannya diterima Allah Swt.

Adapum rukun dalam penyembelihan hewan qurban yakni (1) Dzabhu (pekerjaan menyembelih), Dzabih (orang yang menyembelih), (3) Hewan yang disembelih, dan (4)Alat untuk menyembelih yakni benda tajam yang bisa melukai. Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong hulqum (jalan nafas) dan mari’ (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur atau mampu disembelih dan dikendalikan.

Selain rukun, penyembelihan hewan qurban juga memiliki kesunahan. Kesunahannya seperti, (1) Memotong wadajain atau dua otot yang ada disamping kanan dan kiri, (2) Menggunakan alat penyembelih yang tajam, (3) Membaca Bismillah, (4) Membaca shalawat dan salam Nabi Muhammad Saw.

Bagaimana dengan syarat orang yang melaksanakan penyembelihan. Islam juga menekankan pentingnya syarat bagi orang yang akan melaksanakan penyembelihan. Syarat orang yang menyembelih hewan qurban yakni, (1) Orang Islam, (2) Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat.

Cara merebahkan sapi metode Burley

Penyembelihan hewan qurban sapi dengan kambing tentu sangat berbeda. Kalau kambing masih mudah untuk bisa dikendalikan. Berbeda dengan sapi yang terkadang cenderung agresif, selain bentuk tubuhnya yang besar.

Umat Islam diajarkan untuk saling menyayangi. Seyogyanya dalam proses penyembelihan tanpa membuatnya kesakitan. Seperti cara merebahkan atau merobohkan sapi. Kerap kali menemui proses merebahkan sapi dengan cara yang kasar.

Maka perlu ada metode atau teknik yang sesuai untuk merebahkan atau merobohkan sapi. Salah satu metode merebahkan sapi yang paling populer yakni metode Burley.

Metode Burley ditemukan oleh Dr. Burley dari Georgia. Kelebihan metode Burley tidak membutuhkan banyak orang yang terlibat, mengikatnya di wilayah yang menyakitkan seperti di tanduk dan di leher. Bahkan tidak menekan thoraks sehingga tidak menggangu kerja jantung dan paru-paru serta tidak membahayakan alat kelamin.

Berikut ini langkah-langkah merebahkan sapi dengan metode Burley:

1. Sapi dipegang dengan kuat lalu tali dilingkarkan pada leher sapi.

2. Tali diletakkan di atas punggung dengan bagian tengah tepat di atas pundak.

4. Ujung tali yang satu dimasukkan ke dalam ketiak kaki kanan kemudian disilangkan di atas punggung kemudian dimasukkan ke lipatan paha kiri (selangkangan).

5. Ujung tali yang lain dimasukkan ke dalam ketiak kaki kiri lalu disilangkan di atas punggung kemudian dimasukkan ke dalam lipatan paha kanan (selangkangan)

6. Jika kedua ujung tali ditarik, sapi akan rebah sendiri. Ini juga perlu peran tim (operator) untuk mengendalikan arah rebah hewan dengan menarik tali perebah sehingga hewan dipaksa rebah ke salah satu arah (kiblat).