Olahraga

Pelatih Sarat Prestasi Benny Dolo Meninggal Dunia

Avatar
×

Pelatih Sarat Prestasi Benny Dolo Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Benny Dollo (instagram / aremafcofficial)

BARISAN.CO – Dunia sepak bola tanah air berduka. Mantan pelatih timnas Indonesia Benny Dolo mengembuskan nafas terakhirnya di usia 72 tahun, Rabu (1/2/2023) malam WIB, karena sakit.

Kabar duka ini disampaikan oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) melalui unggahan di akun Instagramnya @appi.official.

“Turut berduka atas berpulangnya Coach Benny Dolo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selamat jalan, coach. Terima kasih untuk sumbangsih mu bagi sepakbola Indonesia,” demikian tulis APPI.

Pada Juli tahun lalu Bendol sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Tangerang Selatan, karena mengalami sesak nafas dan kondisi fisik menurun. Bendol pun dinyatakan positif terpapar virus COVID-19.

Selepas itu tidak ada kabar terkini mengenai perkembangan Bendol, sampai akhirnya APPI menyampaikan ucapan duka cita.

Selain itu, Bendol sudah sejak lama menderita penyakit tumor usus. Penyakit itu diidapnya ketika masih menangani Sriwijaya FC. Akibatnya, berat badan Bendol mengalami penurunan drastis.

Profil Benny Dollo

Bendol adalah salah satu juru taktik paling berprestasi di Indonesia. Ia meraih kesuksesan ketika menangani sejumlah klub Indonesia di era Galatama dan Liga Indonesia.

Lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 22 September 1950. Bendol dikenal sebagai pelatih galak dan juga cerdik dalam meracik strategi.

Ia pertama kali mengawali karier kepelatihannya bersama UMS 80 pada 1983. Ketegasan dan kedisiplinan yang ditonjolkannya membuat klub top di Indonesia tertarik merekrutnya.

Klub-klub top di Indonesia itu adalah Pelita Jaya Jawa Barat (1987–1994), Persita Tangerang (1995–1998), Persitara Jakarta Utara (1999), Persma Manado (2000), Persita Tangerang (2001–2003), Arema Malang (2004–2006), Persita Tangerang (2007–2008), Persija Jakarta (2009–2010), Mitra Kukar (2010–2011), Persija Jakarta (2013–2014) dan Sriwijaya F.C (2014–2016).

Salah satu prestasi yang paling mencolok dari sekian banyak klub yang dilatih Bendol adalah ketika ia membawa Pelita Jaya Jawa Barat juara pada musim 1988/1989, 1990, 1993/1994.

Satu klub lainnya yang pernah merasakan prestasi bersama Benny Dollo adalah Arema. Saat itu Bendol sukses membawa Arema Malang juara Divisi Satu Liga Indonesia musim 2004 dan Copa Dji Sam Soe musim 2005 dan 2006.

Berkat sederet prestasi mengilaunya itu ia dipercaya beberapa kesempatan untuk menangani Timnas Indonesia (2000-2001, 2008-2010) dan caretaker (2015).

Saat melatih Timnas Indonesia, Benny Dollo berhasil mempersembahkan gelar Indonesia Independece Cup 2008. Pencapaian besar itulah yang dijadikan Firman Utina sebagai inspirasinya. [rif]