Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Penawaran Kredit Perbankan Meningkat Pada Juni 2022

Redaksi
×

Penawaran Kredit Perbankan Meningkat Pada Juni 2022

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Penyaluran kredit terindikasi tumbuh meningkat pada Juni 2022 menurut hasil survei Bank Indonesia yang dirilis Senin (18/07/2022). Survei Penawaran dan Permintaan Pembiayaan Perbankan tersebut dilaksanakan secara bulanan sejak Agustus 2020 dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional akibat dampak pandemi COVID-19.

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 86,7%, lebih tinggi dari SBT bulan sebelumnya yang hanya sebesar 43,0%. Faktor utama yang memengaruhinya adalah permintaan pembiayaan dari nasabah, serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.

Berdasarkan kelompok bank, peningkatan penyaluran kredit baru pada Juni 2022 terindikasi terjadi pada seluruh kategori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru terindikasi meningkat pada seluruh jenis kredit, dengan SBT tertinggi pada jenis Kredit Modal Kerja sebesar 73,6%.

Berdasarkan kategori lapangan usaha, penyaluran kredit baru terutama diprioritaskan kepada sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Kemudian diikuti oleh sektor Industri Pengolahan, sektor Konstruksi, serta sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Perlu diketahui bahwa nilai SBT merupakan selisih dari persentase responden yang menjawab meningkat dengan yang menurun. Responden yang menjawab sama saja tidak diperhitungkan. Respondennya adalah pihak perbankan, yaitui: Bank Umum (70,0%), Bank umum Syariah (6,7%), dan Bank Pembangunan daerah (23,3%).

Untuk keseluruhan periode triwulan II 2022 (April sampai dengan Juni), hasil survei mengatakan penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi. Terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru triwulan II 2022 yang mencapai 91,4%. Jauh lebih tinggi dibandingkan 52,9% pada triwulan I 2022.

Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan kredit baru yang lebih tinggi terindikasi terjadi pada seluruh kategori bank pada periode tersebut. Begitu pula berdasarkan jenis penggunaan, tumbuh lebih tinggi pada seluruh jenis kredit.

Kondisi tersebut didukung oleh kebijakan penyaluran kredit baru yang secara umum sedikit lebih longgar dibanding triwulan sebelumnya. Terutama pada jenis penggunaan berupa kredit konsumsi.

Survei memprakirakan penyaluran kredit baru berdasar nilai SBT masih akan tumbuh positif pada Juli 2022. Akan tetapi diprakirakan melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan akan terjadi pada seluruh kategori bank dan seluruh jenis penggunaan, namun sebagiannya mengalami perlambatan.

Nilai SBT penyaluran kredit baru dari Bank Umum pada Juli 2022 sebesar 59,4% atau turun dari 89,8% pada Juni 2022. Nilai SBT dari Bank Umum Syariah juga sedikit turun menjadi 96,9% dari 99,6%. Sedangkan nilai SBT Bank Pembangunan Daerah melonjak menjadi 95,8% dari 45,0%.

Nilai SBT penyaluran kredit baru berdasar penggunaan yang diprakirakan masih mengalami peningkatan pada Juli 2022 adalah jenis Kredit Konsumsi tertentu, yaitu Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Sedangkan yang masih tumbuh positif tetapi melambat antara lain adalah jenis Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, dan Kredit Konsumsi Lainnya.    

Sebagai tambahan informasi, tujuan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan pembiayaan (sisi permintaan) maupun penyalurannya (sisi penawaran). Survei dilakukan kepada korporasi dan rumah tangga dari sisi permintaan, dan perbankan dari sisi penawaran dengan cakupan nasional. [rif]