BARISAN.CO – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas masa abdi 2026–2030 dan Pengurus Forum Mahasiswa Alumni Bahrul Ulum masa bakti 2026-2028 dilantik di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus penanda dimulainya kepengurusan baru IKABU untuk periode empat tahun mendatang.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan IKABU dari waktu ke waktu.
Menurut Gus Rozaq, keberadaan IKABU semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang yang semakin besar untuk memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“Kami sangat bangga. IKABU semakin tahun semakin jaya dan semakin banyak dikenal oleh masyarakat,” katanya dalam sambutan.
Ia mengatakan, periode kepengurusan IKABU kali ini memiliki momentum strategis karena Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menjadi salah satu bagian penting sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan IKABU untuk meningkatkan kiprah dan kontribusi alumni, bukan hanya dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga dalam berbagai agenda kemasyarakatan.
“Ini kesempatan bagi IKABU. Bersamaan dengan Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35, saatnya nama IKABU melambung. Ini waktunya IKABU menunjukkan kontribusi nyata dalam menghadapi Muktamar NU,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan IKABU sebagai organisasi alumni yang semakin solid, memiliki program yang jelas, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Umum PP IKABU masa abdi 2026–2030, Faizun Amir, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengatakan kepengurusan baru akan membangun pola dan ekosistem organisasi yang berbeda dari periode sebelumnya.
Menurut Faizun, pengalaman selama empat tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun kepengurusan yang lebih baik.
Ia menegaskan, periode baru bukan sekadar melanjutkan program lama, tetapi juga harus menghadirkan atmosfer organisasi yang lebih produktif dan adaptif.
“Kita harus membangun ekosistem kepengurusan yang berbeda dari periode sebelumnya. Empat tahun kemarin sudah kita lewati. Sekarang kita bangun atmosfer yang berbeda dan lebih baik,” kata Faizun.
Ia menjelaskan, komposisi kepengurusan periode 2026–2030 telah disusun dengan mempertimbangkan bidang keahlian, pengalaman, serta usia para pengurus. Komposisi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembagian kerja sekaligus mempercepat pelaksanaan program organisasi.
“Komposisi periode kedua kami ini lebih bagus, sesuai dengan bidang keahlian dan usia. Semoga kita mampu mewarisi pemikiran KH Wahab Hasbullah,” ujarnya.
Faizun menekankan, alumni Bahrul Ulum tidak cukup hanya menjadi kelompok yang mampu menghasilkan gagasan. Menurut dia, gagasan harus diterjemahkan menjadi gerakan dan kerja nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.
“Tidak cukup menjadi pemikir, harus menjadi mufakir,” katanya.
Dalam kepengurusan baru tersebut, IKABU juga akan mengoptimalkan keberadaan Graha IKABU sebagai rumah bersama alumni. Graha IKABU diproyeksikan menjadi pusat kegiatan sekaligus kantor organisasi yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas alumni dan pengembangan program.
Faizun mengatakan, salah satu prioritas utama kepengurusan 2026–2030 adalah melanjutkan pembangunan Graha IKABU hingga dapat berfungsi secara optimal.
“Program unggulan pertama adalah melanjutkan pembangunan Graha IKABU sehingga menjadi rumah bersama, sebagai pusat kegiatan dan kantor,” ujarnya.
Selain pembangunan pusat kegiatan alumni, IKABU menyiapkan sejumlah program unggulan lain. Salah satunya adalah penyelenggaraan reuni akbar yang dirangkaikan dengan haul KH Chasbullah Sa’id. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi alumni Bahrul Ulum dari berbagai daerah.
Program berikutnya adalah Masyayikh Bahrul Ulum Menyapa Alumni, yang diarahkan untuk memperkuat hubungan antara para masyayikh dengan alumni yang tersebar di berbagai wilayah.
Program tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat ikatan emosional dan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi bagian dari identitas alumni Bahrul Ulum.
IKABU juga akan mendorong penguatan sektor ekonomi melalui Kamar Dagang dan Usaha IKABU. Program ini diarahkan untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha yang dapat menjadi sumber kemandirian organisasi sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi di antara alumni.
Salah satu gagasan yang disiapkan adalah pengembangan biro perjalanan, termasuk jasa perjalanan haji dan umrah. Selain itu, IKABU berencana membuka Kafe IKABU yang akan ditempatkan di kawasan pusat kantor organisasi.
“Di antaranya membuka travel biro jasa travel haji dan umrah. Ada juga Kafe IKABU yang nanti akan dibuka di pusat kantor. Jika berhasil, akan dikembangkan di berbagai cabang IKABU,” kata Faizun.
Ia berharap seluruh program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap melalui kerja sama seluruh jajaran pengurus dan dukungan para alumni.
Menurut Faizun, penguatan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kemampuan organisasi membangun sistem yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.
“Semoga dapat terlaksana,” ujarnya.
Ia menegaskan, IKABU harus mampu menjadi wadah bersama bagi alumni Bahrul Ulum untuk berkontribusi di berbagai bidang. Karena itu, kepengurusan baru akan diarahkan untuk membangun sistem organisasi yang kokoh, memperkuat jaringan alumni, serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang berdampak bagi masyarakat.
“IKABU bukan sekadar organisasi. IKABU adalah ikhtiar meninggalkan jejak kebaikan, membangun sistem yang kokoh, dan menghadirkan manfaat yang nyata,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus baru tersebut sekaligus menjadi awal bagi IKABU untuk menjalankan agenda organisasi periode 2026–2030.
Dengan dukungan yayasan, pesantren, para masyayikh, dan jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat posisi IKABU sebagai wadah silaturahmi, pengabdian, sekaligus pengembangan potensi alumni Bahrul Ulum. []









