- Berikan tenggat waktu. Entah itu sistem cicilan atau pun langsung pelunasan.
- Ingatkan sebelum meminjamkan bahwa membayar utang merupakan prioritas.
- Ajak bicara bukan mengancam ketika teman Anda belum juga membayarkan.
- Pastikan ia melunasi utang sebelumnya sebelum ia menambahkan utang. Sering kali, karena menyepelekan, orang akan datang untuk meminjam kembali sebelum utang yang pertama dibayarkan.
- Beri tahu mereka, cara untuk mengatasi masalah keuangan adalah dengan mengelolanya dengan baik. Tak jarang, orang yang terjebak dalam utang diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak disesuaikan.
- Saat kondisi keuangan tidak stabil, Anda perlu menjelaskan kepada mereka bahwa tidak dapat memberi pinjaman. Anda akan dicap pelit oleh mereka. Namun memaksakan diri meminjamkan uang sebelum memastikan keadaan adalah ide yang buruk.
- Pahami bahwa utang dapat menyebabkan kerenggangan hubungan. Di antara peminjam dan pemberi kemungkinan ada ketegangan yang menyebabkan sesal dan amarah.
Ketika kesulitan, seseorang dengan senang hati membukakan jalan dengan memberikan pinjaman. Tentu dengan harapan utang tersebut akan dikembalikan. Sayangnya, terlalu sering alasan kelupaan tak pelak sering digunakan. Saat meminjam ingat teman, saat sudah menghabiskannya, ia dilupakan begitu saja.
Jika berniat membayarkan utang, mereka akan berupaya untuk melunasinya. Tentu dengan cara yang benar, seperti memangkas pengeluaran yang tidak diperlukan. Seperti membeli pakaian saat lemari dipenuhi tumpukan pakaian yang selama ini dikumpulkan.
Para peminjam yang buruk adalah mereka yang memamerkan barang yang baru dibeli atau makan di tempat mewah melalui media sosial tak peduli utangnya menumpuk. Banyak orang yang terjerat utang karena tidak bisa menekan gaya hidup.
Contohnya jika Anda bisa minum kopi kemasan, kenapa memaksakan diri minum kopi di Starbuck? Memang terkadang bergaya diperlukan, namun saat memiliki utang, alangkah baiknya memprioritaskan pembayaran hutang dengan pengeluaran tersebut.
Dan di saat para kreditur ternyata berada dalam satu lingkaran pertemanan, mereka akan mengecap Anda adalah peminjam yang buruk sehingga jangan harap bahwa mereka akan memberikan pinjaman untuk kedua kali. Untuk itu, mulailah mengingat kepada siapa Anda berutang dan mulailah perencanaan finansial dengan menekan pengeluaran yang tidak diperlukan.
Utang memang pelik bagi orang manapun. Bahkan sekelas Shakespeare, yang terkenal dengan risalah-risalah cintanya, pernah berkata: “Jangan meminjamkan uang kepada teman. Karena utang sering kali menyebabkan seseorang kehilangan dirinya sendiri dan juga temannya.” []