Scroll untuk baca artikel
ragam

Puisi dan Kata-Kata Bijak Kahlil Gibran Tentang Rindu, Cinta dan Kehidupan

Redaksi
×

Puisi dan Kata-Kata Bijak Kahlil Gibran Tentang Rindu, Cinta dan Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Kahlil Gibran
Ilustrasi foto/Pexels.com

Salah satu karya monumental Kahlil Gibran yakni buku “The Prophet” atau Sang Nabi yang menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa dan terjemahan ke berbagai bahasa

BARISAN.CO – Kahlil Gibran adalah seorang penulis, pelukis, dan filsuf Lebanon-Amerika yang dilahirkan pada tanggal 6 Januari 1883 di Bsharri, Lebanon. Banyak karya bukunya diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Salah satu karya monumentalnya yakni buku “The Prophet” atau Sang Nabi yang menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa dan terjemahan ke berbagai bahasa. Ia mengalami masa kecil yang sulit dan pindah ke Amerika Serikat pada usia 12 tahun. Di sana, ia belajar seni dan bahasa Inggris.

Khalik Gibran mulai menulis dalam bahasa Arab dan Inggris dan mempublikasikan beberapa buku, termasuk “The Madman” (1918) dan “The Forerunner” (1920). Buku terkenalnya, “The Prophet atau sang nabi”, diterbitkan pada tahun 1923 dan menjadi best seller internasional. Buku tersebut berisi kumpulan puisi filosofis dan menyentuh topik-topik seperti cinta, kebahagiaan, kehilangan, dan kematian.

Kahlil Gibran meninggal pada tanggal 10 April 1931 di New York, Amerika Serikat, pada usia 48 tahun. Ia masih terus dikenang dan diterima sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam dunia sastra dan filsafat.

Ia memiliki masa kecil yang sulit, dengan ayah dan ibunya yang mengalami kesulitan ekonomi. Pada usia 12 tahun, ia dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat untuk mencari kesempatan yang lebih baik.

Di Amerika, Gibran belajar bahasa Inggris dan mulai menunjukkan minat pada seni. Ia belajar melukis dan menulis, dan mulai mempublikasikan karya-karya seninya. Ia juga mempelajari filsafat dan membaca banyak buku dari para filsuf dan penulis terkenal.

Pada tahun 1911, Gibran kembali ke Lebanon dan memulai karier menulis yang sukses. Ia menulis dalam bahasa Arab dan Inggris dan mempublikasikan beberapa buku.

Meskipun kesehatannya memburuk pada akhir hayatnya, Kahlil Gibran terus menulis dan melukis hingga ia meninggal pada tanggal 10 April 1931 di New York, Amerika Serikat, pada usia 48 tahun. Ia masih dihormati dan dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia sastra dan filsafat.

Kata-Kata Bijak Kahlil Gibran

Berikut ini kata-Kata Bijak Kahlil Gibran tentang rindu, cinta dan Kehidupan:

Your children are not your children. They are the sons and daughters of Life’s longing for itself
(Anak-anakmu bukanlah milikmu. Mereka adalah putra-putri dari rindu hidup pada dirinya sendiri.)

Work is love made visible
(Kerja adalah cinta yang tampak)

The wound is the place where the light enters you
(Luka adalah tempat dimana cahaya masuk ke dalammu)

Love one another, but make not a bond of love: Let it rather be a moving sea between the shores of your souls
(Cintailah satu sama lain, tetapi jangan membuat ikatan cinta: Biarkan ia menjadi laut yang bergerak antara pantai-pantai jiwamu.)

Life without love is like a tree without blossoms or fruit
(Hidup tanpa cinta seperti pohon tanpa bunga atau buah.)

The teacher who is indeed wise does not bid you to enter the house of his wisdom but rather leads you to the threshold of your mind.
(Guru yang sesungguhnya bijaksana tidak memintamu masuk ke dalam rumah kebijaksanaannya, tetapi lebih memimpinmu ke ambang pikiranmu.)

Dance, when you’re broken open. Dance, if you’ve torn the bandage off. Dance in the middle of the fighting. Dance in your blood. Dance when you’re perfectly free
(Menari, ketika kau terbuka. Menari, jika kau melepaskan perban. Menari di tengah pertarungan. Menari dalam darahmu. Menari ketika kau benar-benar bebas.)

Life is an ocean, and the soul is a ship sailing on it
(Kehidupan adalah samudera, dan jiwa adalah kapal yang berlayar di atasnya)