Kebiasaan buruk, kurangnya motivasi dan faktor lingkungan menjadi faktor penting mengapa anak malas belajar
BARISAN.CO – Sebagai orang tua tentu berharap dan senang melihat anak bisa belajar mandiri. Namun namanya anak-anak terkadang membuat jengkel sebab mereka malas belajar. Anak lebih suka bermain handphone atau game dari pada belajar.
Tentu fenomena ini wajar terjadi pada anak-anak ketika lebih suka bermain daripada belajar. Sebab anak proses belajarnya melalui bermain. Lantas mengapa anak malas belajar?
Anak-anak dapat menjadi malas belajar karena berbagai faktor yang kompleks dan bervariasi. Pertama, motivasi internal dapat memainkan peran kunci dalam keinginan anak untuk belajar.
Jika anak tidak melihat nilai atau relevansi dalam materi yang mereka pelajari, mereka mungkin kehilangan minat dan motivasi untuk berusaha lebih keras.
Faktor lingkungan juga penting; jika lingkungan sekitar anak kurang mendukung atau kurang memotivasi untuk belajar, seperti kurangnya dorongan dari orang tua atau pengajar, maka anak dapat cenderung merasa malas.
Selain itu, masalah kesehatan fisik atau mental juga dapat memengaruhi kemampuan anak untuk fokus dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar.
Kebiasaan buruk juga dapat menjadi faktor utama dalam anak yang malas belajar. Misalnya, terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain game video, menonton televisi, atau menggunakan media sosial tanpa pengawasan yang tepat dapat mengganggu proses belajar anak.
Jika anak terbiasa menghindari tugas-tugas yang menantang atau sulit, mereka mungkin mengembangkan kecenderungan untuk menghindari usaha yang diperlukan untuk belajar dengan baik.
Bahkan mengapa anak malas belajar karena ada perasaan kelelahan atau kelelahan mental dapat mempengaruhi kinerja belajar anak. Terlalu banyak tekanan dari sekolah, aktivitas ekstrakurikuler, atau masalah pribadi dapat membuat anak merasa lelah secara fisik dan mental, mengakibatkan mereka kehilangan minat untuk belajar.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengajar untuk memahami dan mengidentifikasi faktor-faktor ini sehingga mereka dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat untuk membantu anak mengatasi keengganan mereka untuk belajar.
Sebagai orang tua harus mengetahu mengapa anak balas belajar, juga sangat penting diketahui ciri-ciri anak malas belajar.
Adapun ciri-ciri anak malas belajar yakni:
- Kurangnya minat atau antusiasme
Anak yang malas belajar mungkin menunjukkan sedikit atau bahkan tidak ada minat pada pelajaran atau aktivitas belajar. Mereka cenderung tidak termotivasi untuk memperdalam pengetahuan atau keterampilan baru.
- Kerapian dan ketertiban yang rendah
Mereka mungkin cenderung kurang teratur dan tidak memiliki rutinitas belajar yang terstruktur. Mereka mungkin sering lupa tentang tugas atau pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
- Kemauan untuk menghindari tugas-tugas sulit atau menantang
Anak cenderung memilih tugas-tugas yang mudah atau yang sudah dikuasai daripada menghadapi tantangan baru atau materi yang lebih kompleks.
- Prokrastinasi yang berlebihan
Mereka mungkin cenderung menunda-nunda pekerjaan rumah atau tugas sekolah hingga mendekati batas waktu pengumpulan. Hal ini bisa jadi karena mereka enggan untuk terlibat dalam proses belajar secara aktif.
- Penurunan kinerja akademik
Anak seringkali menunjukkan penurunan kinerja di sekolah. Hasil ujian atau nilai rapor mereka mungkin tidak mencerminkan potensi sebenarnya.
- Keluhan tentang kebosanan
Mereka mungkin sering mengeluh bahwa materi yang diajarkan di sekolah atau tugas-tugas yang diberikan tidak menarik atau membosankan bagi mereka.
- Rendahnya tingkat ketekunan dan konsentrasi
Anak yang malas belajar mungkin sulit untuk tetap fokus dan terlibat dalam proses pembelajaran dalam jangka waktu yang lama. Mereka mungkin cepat merasa bosan atau terganggu.
- Kurangnya inisiatif untuk mencari pemahaman tambahan
Barangkali anak tidak aktif mencari sumber informasi tambahan atau melakukan riset untuk memperdalam pemahaman mereka tentang suatu topik.
Ciri-ciri anak malas belajar dapat muncul karena berbagai faktor, dan tidak selalu menunjukkan malas belajar yang bersifat permanen. Orang tua dapat berperan penting dalam memberikan dukungan, motivasi, dan bimbingan yang diperlukan untuk membantu anak mengatasi keengganan mereka terhadap belajar.
Cara Mengatasi Anak Malas Belajar
Setelah mengetahui mengapa anak malas belajar dan cirinya, lalu bagaimana cara mengatasi anak malas belajar?
Mengatasi anak yang malas belajar memerlukan pendekatan yang bijak dan terencana dari orang tua dan pendidik.
Hal yang pertama perlu dilakukan yakni membangun motivasi intrinsik dalam anak. Dorong minat dan rasa ingin tahu mereka dengan memperkenalkan materi yang relevan dan menarik untuk mereka.
Ajak anak untuk berdiskusi tentang topik yang menarik bagi mereka dan berikan mereka kebebasan untuk mengeksplorasi minat mereka sendiri. Ini dapat membantu memperkuat ikatan positif dengan pembelajaran.
Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pastikan ada tempat yang tenang dan teratur di rumah di mana anak dapat belajar dengan konsentrasi. Hindari gangguan dari perangkat elektronik atau media sosial selama sesi belajar.
Selain itu, berikan bahan-bahan belajar yang sesuai dengan tingkat keterampilan dan minat anak. Buku atau materi yang terlalu sulit atau terlalu mudah dapat mengurangi motivasi belajar.
Memberikan dukungan dan bimbingan yang terus-menerus juga merupakan kunci untuk mengatasi anak malas belajar. Libatkan diri dalam proses pembelajaran anak dengan menanyakan tentang kemajuan mereka dan membantu mereka mengatasi kesulitan.
Dorong mereka untuk bertanya jika mereka mengalami kesulitan dalam memahami suatu materi. Juga, pujilah usaha dan pencapaian mereka, bahkan jika itu adalah hal kecil. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi mereka untuk terus belajar dengan tekun.
Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang dan perhatian, anak dapat diinspirasi untuk menemukan kegembiraan dalam proses pembelajaran. [Luk]






