Sinovac Halal dan Aman, ‘Warga +62’ Siap-Siap Divaksinasi!

  • Whatsapp
Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Fatwa dan Urusan Halal Asrorun Niam Sholeh. Ilustrasi: ©2021 Merdeka.com

BARISAN.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin Sinovac. Vaksin buatan Tiongkok tersebut juga telah mendapat izin penggunaanya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penetapan kehalalan dan keamanan untuk vaksin Sinovac mengikuti prosedur yang tidak sederhana. MUI mengkaji pendapat para ulama seperti Imam al-Zuhri, Imam al-Nawani, dan Qasthalani. Ketiga para ulama tersebut menjelaskan tentang aturan berobat karena sakit dan hukum penggunaan obat. MUI juga merujuk pada fatwa tentang imunisasi, penggunaan mikroba dalam produk pangan, dan penggunaan plasma darah untuk bahan obat.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, ulama membolehkan penggunaan Sinovac. Selain itu, Sinovac tidak menggunakan bahan-bahan haram seperti babi dan memanfaatkan bagian tubuh manusia. Proses produksi vaksin juga menggunakan peralatan yang suci.

“Setelah dilakukan diskusi panjang, Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Co suci dan halal,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, pada press conference Jum’at lalu (8 Januari 2021).

Meski sudah dinyatakan halal dan suci, Sinovac masih perlu mendapatkan izin dari BPOM. Penilaiannya meliputi keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy). Dan Senin kemarin (11 Januari 2021), BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac. Alasannya Sinovac memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku dan syarat pembuatan obat yang baik. Sinovac juga memiliki manfaat lebih besar daripada risikonya.

Berdasarkan uji klinis BPOM di bandung, Sinovac memperoleh efikasi sebesar 63,5 persen. Artinya efektivitas vaksin di atas 50 persen atau telah memenuhi standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Sinovac merupakan vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Science Co Ltd China.  Sinovac menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk menjaga kekebalan tubuh. Efek samping vaksin ini adalah iritasi, pembengkakan yang tidak bahaya dan dapat pulih kembali keesokan harinya. Sinovac sangat berkhasiat dalam membunuh Covid-19 dengan membentuk antibodi di dalam tubuh.

Sinovac Siap Didistribusikan

Setelah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan izin dari BPOM, kini Sinovac siap digunakan di Indonesia. Pemberian vaksin akan dimulai hari ini, 13 Januari sampai April 2021.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac.

Penyuntikan vaksin kepada Jokowi dilakukan di Istana Kepresidenan sekitar pukul 10.00 WIB. Penyuntiknya adalah Prof.  dr. Abdul Muthalib yang merupakan dokter kepresidenan.

Momen tersebut menandai program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah bergulir. Sejumlah pejabat lainnya juga siap disuntik  seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Program vaksinasi akan dilakukan secara bertahap kepada 181,5 juta orang. Tahap 1 dan 2 akan dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, sementara tahap 2 dan 3 akan dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Berikut rinciannya.

Tahap 1

Vaksinasi diberikan kepada tenaga kesehatan dan mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran atau bekerja pada pelayanan kesehatan.

Tahap 2

Pada tahap ini, vaksin ditujukan untuk petugas pelayanan publik seperti polisi, tentara, petugas pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal. Para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara dan perusahaan daerah air minum juga masuk di tahap kedua.

Kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun ke atas, akan mendapatkan vaksin pada tahap dua

Tahap 3

Masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi menjadi kelompok yang akan divaksin pada tahap ketiga.

Tahap 4

Yang terakhir adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Namun, ada tiga kelompok yang akan divaksinasi pertama, yaitu pejabat publik, tenaga kesehatan, dan tokoh agama.

Bagaimana dengan kalian, apakah sudah siap divaksinasi?

Pos terkait