Edukasi

Tanda-Tanda Anda Menjadi Korban Pelecehan Emosional

Anatasia Wahyudi
×

Tanda-Tanda Anda Menjadi Korban Pelecehan Emosional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: moneycrashers.com.

BARISAN.COKita sering mendengar pelecehan fisik dan seksual. Namun jarang mendengar pelecehan emosional karena lebih sulit menemukan bukti-bukti apalagi beberapa orang beranggapan hal itu adalah tanda sebuah cinta.

Pelecehan emosional juga melibatkan permainan pikiran sehingga kebanyakan korban tidak menyadarinya.

Lalu apa saja tanda seseorang menjadi korban pelecehan emosional? Dr. John Gottman dari The Gottman Institute menyebut ada sepuluh tanda, yaitu:

  1. Anda diawasi dan tidak memiliki kebebasan untuk memilih. Hidup Anda dikontrol penuh oleh pasangan.
  2. Setiap kali ada perselisihan, pasangan Anda berteriak.
  3. Dalam menjalin hubungan, menerima satu sama lain amatlah penting. Namun seseorang yang menjadi pelaku pelecehan emosional terkadang merasa jijik dengan tingkah pasangannya. Misalnya hal umum yang kemungkinan sulit dikontrol adalah buang angin. Ketika Anda melakukannya, pelaku akan menghina Anda.
  4. Anda tidak memiliki kesempatan untuk membela diri. Ketika Anda melakukan kesalahan, ia akan menutup pintu komunikasi sehingga Anda akan merasa terintimidasi dan menganggap itu adalah kesalahan yang tak dapat dimaafkan.
  5. Ancaman akan dilayangkan ketika Anda berpikir untuk mengakhiri hubungan. Ancaman bisa saja berupa pemerasan, melukai fisik, bunuh diri, atau sesuatu yang dapat mengintimidasi. Cara inilah yang digunakan pelaku untuk menyudutkan korban dan memaksa mereka bertahan.
  6. Masalah mungkin saja bisa terjadi. Ketika Anda berupaya untuk menyelesaikannya dengan cara berkomunikasi. Pelaku akan memilih bungkam karena menganggap itu adalah hal remeh yang tak penting untuk dibahas.
  7. Para korban sering kali percaya bahwa sesuatu terjadi karena mereka adalah penyebabnya. Juga menganggap pelaku memiliki hak untuk menyalahkan korban. Nahasnya, jika korban membiarkan terus-menerus, pelaku akan leluasa untuk melanjutkan tindakan pelecehan emosionalnya.
  8. Salah satu bentuk manipulasi secara psikologis ialah gaslighting. Karena sering bahkan selalu dianggap salah, bodoh, dan gila, ini akan mempengaruhi pikiran sehingga Anda menganggap hal itu adalah benar. Anda meragukan diri sendiri dan menganggap bahwa yang dikatakan pelaku ialah benar.
  9. Anda diasingkan. Pelaku memanipulasi korban dengan meyakini bahwa hanya dia satu-satunya orang yang peduli. Sehingga korban satu dijauhkan dari keluarga maupun teman-temannya, itu adalah bentuk kepedulian pelaku terhadap korban.
  10. Suasana hati pelaku cepat berubah. Setelah memaki, pelaku meminta maaf dan terkadang memberi hadiah kepada korban agar hubungan mereka membaik. Namun, itu hanya sementara. Karena suasana hati yang sulit dikontrol membuat pelaku akan sering menjadikan Anda sasaran kemarahan.

Seperti yang dikatakan oleh Benton: “Jika Anda mencintai seseorang, Anda tidak akan memperlakukan mereka seperti itu. Titik.”

Kata-kata tersebut menyiratkan bahwa tidak ada alasan untuk menyakiti pasangan dengan alasan cinta. Ya, cinta terkadang membuat seseorang menjadi buta, namun ketika tidak ada seorang pun yang memihak, Anda akan benar-benar terjerembab sangat dalam di hubungan yang tidak sehat.

Bagaimanapun, cinta itu harusnya bisa saling melengkapi tanpa ada satu pun orang yang tersakiti. Meskipun perpisahan nantinya harus terjadi, lakukanlah dengan baik. [dmr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *