Bisa jadi Anda seorang perfeksionis! Tapi nanti dulu, atau barangkali mengidap OCD. Dalam ilmu kejiwaan, bagian dari gangguan perilaku, obsessive-compulsive atau OCD.
BARISAN.CO – Pernahkah Anda mengalami situasi, atau sering berada pada situasi berharap orang-orang di sekitar Anda perfect’. Setiap pekerjaan di kantor dapat terselesaikan sesuai deadline dan target, setiap orang harus tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin.
Anda menginginkan standar yang tinggi dalam pencapaian, padahal kita hidup bersama, bekerja dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda, kemampuan kognitif yang berbeda, serta karakter yang tidak sama.
Bisa jadi Anda seorang perfeksionis! Tapi nanti dulu. Dalam terminologi ilmu penyakit kejiwaan, itu banyak disebut sebagai bagian dari gangguan perilaku, obsessive-compulsive disorder (Ganguan obsesif–kompulsif) atau OCD.
Gangguan obsesif – kompulsif merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya pengulangan pikiran obsesif atau kompulsif, dimana membutuhkan banyak waktu (lebih dari satu jam perhari) dan dapat menyebabkan penderitaan (distress). Obsesi adalah ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang yang tidak dapat dihilangkan dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai dengan kecemasan.
Sedangkan kompulsi adalah kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu impuls yang jika ditahan menyebabkan kecemasan.
Seseorang yang mengidap OCD berusaha mempertahankan kontrol penuh atas segala hal di sekitarnya. Agak berbeda dengan perilaku tertib atau perhatian terhadap kerapian, OCD menunjukkan ketidakfleksibelan dalam pekerjaan.
Ketidakfleksibelan juga dapat berdampak pada bidang moralitas, etika dan nilai, memaksa diri mereka sendiri dan orang lain untuk mengikuti prinsip-prinsip moral yang sangat kaku.
Di rumah, di kantor, individu dengan OCD tidak menyadari bahwa teman kerja tidak nyaman, rasa kepecayaan akan kemampuan setiap individu tidak ada. Hal itu justru mendorong situasi tidak produktif dan mengancam kestabilan teamwork.
Mengidap OCD, penyebab munculnya
Secara teoritis, obsesi adalah stimulus yang terkondisi. Sebuah stimulus yang relatif netral diasosiasikan dengan rasa takut atau cemas melalui proses pengkondisian responden yaitu dengan dihubungkan dengan peristiwa–peristiwa yang menimbulkan rasa cemas atau tidak nyaman.
Kompulsi terjadi dengan cara yang berbeda. Ketika seseorang menyadari bahwa perbuatan tertentu dapat mengurangi kecemasan akibat obsesif, orang tersebut mengembangkan suatu strategi penghindaran aktif dalam bentuk kompulsi atau ritual untuk mengendalikan kecemasan tersebut. Secara perlahan, karena efikasinya dalam mengurangi kecemasan, strategi penghindaran ini menjadi suatu pola tetap dalam kompulsi.
Secara psikososial, Sigmund Frued berpendapat gangguan obsesif – kompulsif bisa disebabkan karena regresi dari fase anal dalam fase perkembangannya. Mekanisme pertahanan psikologis mungkin memegang peranan pada beberapa manifestasi gangguan obsesif – kompulsi. Represi perasaan marah terhadap seseorang mungkin menjadi alasan timbulnya pikiran berulang untuk menyakiti orang tersebut.
Dalam pandangan Freud, pikiran pasien merespons secara maladaptif terhadap konflik antara impuls id seksual atau agresif yang tidak dapat diterima, tidak disadari, dan tuntutan hati nurani dan kenyataan. Dia percaya perilaku obsesif-kompulsif terkait dengan konflik bawah sadar yang dimanifestasikan sebagai gejala penyakit.
Konflik berkembang antara keinginan dan tindakan selanjutnya dari pikiran sadar dan bawah sadar. Penderita OCD, sering kali “dipaksa” untuk melakukan tindakan yang hanya meredakan kecemasan sementara, tetap “tahu” bahwa tindakan itu konyol atau memalukan.[1]
Bagaimana mengatasi gangguan OCD?
Dokter biasanya melakukan hal-hal berikut untuk menangani orang dengan gangguan OCD:
- Evaluasi psikologis. Ini termasuk mendiskusikan pikiran, perasaan, gejala, dan pola perilaku Anda untuk menentukan apakah Anda memiliki obsesi atau perilaku kompulsif yang mengganggu kualitas hidup Anda. Dengan izin Anda, ini mungkin termasuk berbicara dengan keluarga atau teman Anda.
- Kriteria diagnostik untuk OCD . Dokter Anda mungkin menggunakan kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.
- Pemeriksaan fisik. Ini dapat dilakukan untuk membantu menyingkirkan masalah lain yang dapat menyebabkan gejala Anda dan untuk memeriksa komplikasi terkait.
Perawatan gangguan obsesif-kompulsif mungkin tidak menghasilkan penyembuhan yang sempurna, tetapi dapat membantu mengendalikan gejala sehingga tidak mengatur kehidupan sehari-hari Anda.
Dua perawatan utama untuk OCD adalah psikoterapi dan obat-obatan. Seringkali, pengobatan paling efektif dengan kombinasi ini. Tergantung pada tingkat keparahan OCD, beberapa orang mungkin memerlukan perawatan jangka panjang, berkelanjutan atau lebih intensif. [Luk]
[1] https://www.ocduk.org/ocd/history-of-ocd/







