Edukasi

Tips Menyelamatkan Diri di Gedung Tinggi Saat Gempa Terjadi

Avatar
×

Tips Menyelamatkan Diri di Gedung Tinggi Saat Gempa Terjadi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Yus/Barisan.co

Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa berpindah tempat (berlari atau berjalan) saat gempa terjadi akan meningkatkan risiko terjadinya luka.

BARISAN.CO – Gempa sering menimbulkan kepanikan, apalagi bagi mereka yang bekerja di gedung-gedung tinggi seperti perkantoran atau saat berada di hotel atau apartemen akan menyebabkan guncangan gempa lebih terasa kuat.

Sebagaimana kejadian beberapa hari lalu, gempa magnitudo 6,7 SR mengguncang Jakarta pada Jum’at (14/01/2022). Gempa yang berpusat di 52 km Barat Daya Sumur, Banten ini berada dalam kedalaman 10 KM.

Guncangan ini begitu terasa kencang di gedung – gedung tinggi di Jakarta. Banyak orang yang berhamburan keluar gedung meski sebelum kejadian berada di ketinggian di atas 5 lantai.

Petugas gedung pun banyak yang menghimbau para penghuni gedung untuk segera keluar meninggalkan gedung.

Namun sebenarnya, apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi dan kita ‘terjebak’ di gedung yang tinggi?

Tips Menghadapi Gempa Saat Berada di Gedung Bertingkat

Mantan kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho juga sempat membeberkan beberapa tips bagi masyarakat atau pekerja kantoran yang berada di gedung-gedung bertingkat.

  1. Jika Anda sedang berada di lantai 1 atau 2, segeralah berlari keluar ruangan menuju titik kumpul dan jangan berlari menuju lift.
  2. Saat berada di lantai 3 ke atas, usahakan tetap berada di ruangan. Jauhi benda-benda yang mudah roboh, jauhi kaca, dan jendela lalu bersembunyilah di kolong meja atau kursi yang kuat.
  3. Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat seperti pada sudut bangunan.
  4. Apabila Anda berada di dalam bangunan yang ada petugas keamanannya, ikutilah instruksinya untuk evakuasi.
  5. Usai gempa mereda, segeralah keluar ruangan melalui tangga darurat. Ingat, Jangan Pakai Lift!
  6. Keluarlah dengan teratur. Usahakan tidak saling dorong mendorong dan ikuti arahan koordinatornya.

Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa berpindah tempat (berlari atau berjalan) saat gempa terjadi akan meningkatkan risiko terjadinya luka.

Berkaca pada Jepang yang gempa sering melanda, tentu mereka memiliki konsep dan bangunan yang sudah tertata dengan sedemikian rupa.

Meski Indonesia tidak seperti Jepang, beberapa langkah antisipasi juga harusnya dilakukan, seperti latihan untuk antisipasi dan mitigasi bencana gempa. [rif]