Scroll untuk baca artikel
Blog

Sederet Berita Hoaks Viral, Jembatan Ambruk di Samarinda Ternyata Bukan di Indonesia

Redaksi
×

Sederet Berita Hoaks Viral, Jembatan Ambruk di Samarinda Ternyata Bukan di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Sederet berita hoaks viral, dari guru ngaji lumpuh setelah vaksin hingga ambruknya jembatan di Samarinda. Faktanya, semua berita tersebut tidak benar atau hoaks.

BARISAN.CO – Hoaks sebenarnya sudah ada sebelum internet muncul di tengah-tengah masyarakat. Tetapi pada masa itu, sebelum kemunculan internet, berita palsu ini tidak menjadi konsumsi masyarakat. Sebab, aturan pada media cetak sangat tegas terhadap pemberitaan di media.

Pada era ini informasi seperti udara yang selalu berhembus di sekitar kita. Informasi yang kita terima selalu meledak-ledak, ditandai adanya peningkatan penyebaran informasi yang sangat signifikan. Setiap pengguna internet diizinkan untuk menciptakan informasi apa saja.

Sayangnya, penggunaan penciptaan informasi ini dilatarbelakangi oleh kepentingan yang tidak bertanggung jawab, baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Bahkan, hoaks diterbitkan untuk berburu “klik” agar menghasilkan uang secepat mungkin. Selain itu, hoaks juga dimanfaatkan untuk kepentingan propaganda.

Dalam sepekan ini, Barisanco telah merangkum hoaks yang viral di media sosial. Salah satu hoaks yang muncul dan menggegerkan adalah guru ngaji di Balangan lumpuh setelah vaksin, lowongan kerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Ada juga hoaks tentang syarat wajib vaksin bila ingin memakai aplikasi Facebook dan lainnya, serta video ambruknya jembatan di Kota Samarinda.

Selamat datang di Katanya VS Faktanya, rubrik yang merangkum kabar dusta dan berita hoaks paling viral dalam sepekan.

Katanya: Guru Ngaji di Balangan Lumpuh Setelah di Vaksin

Telah beredar kabar di media sosial yang menyebutkan seorang guru ngaji di Desa Lok Panginangan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan mengalami lumpuh akibat vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Faktanya: Direktur RSUD Balangan dr. Sudirman menyampaikan bahwa informasi mengenai warga Lampihong yang mengalami kelumpuhan setelah vaksinasi Covid-19 tidaklah benar atau hoaks.

Ia menjelaskan, pasien tersebut datang ke IGD RSUD Balangan dengan keluhan nyeri kepala kurang lebih satu minggu, badan lemas, mual dan muntah. Dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik dan penunjang laboratorium, yang bersangkutan hanya mengalami infeksi saluran kemih dan hepatitis B.

Bahkan, dokter spesialis saraf mencurigai guru ngaji itu mengidap tumor di kepala bagian dalam. Semantara, dokter spesialis mata mencurigainya mengidap papil demana.

Katanya: Lowongan Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik

Lagi-lagi beredar informasi di media sosial terkait lowongan pekerjaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Dalam brosur yang beredar, tertulis Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tengah membutuhkan posisi staf accounting, staf kantor, dan office boy.

Faktanya: Dilansir dari laman resmi dispendik-gresik.net, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik mengonfirmasi jikainformasi tersebut adalah hoaks. Dispendik Gresik mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan lowongan kerja tersebut serta melakukan konfirmasi terkait kebenaran setiap berita yang didapat di dunia maya sebelum membagikannya.

Katanya: Login ke Facebook Wajib Gunakan Sertifikat Vaksin

Belakangan banyak beredar pesan yang berbunyi aplikasi Meta seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dan Messenger hanya bisa diakses bagi warga yang sudah divaksin.

Faktanya: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan pernyataan tersebut adalah hoaks atau palsu. Hal ini disampaikan Diskominfo DIY melalui akun Twitter resminya, @kominfodiy.

“Unggahan pada akun Facebook Fadh Channel yang menyatakan “Hanya yang divaksin dapat akses aplikasi di Meta seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger,” adalah PALSU,” cuit akun @kominfodiy, Kamis (20/1/2022).

Katanya: Video Jembatan Ambruk Disebut di Samarinda, Faktanya Bukan di Indonesia

Beredar video di media sosial terkait ambruknya jembatan ke air usai sekelompok orang berjalan di atasnya. Disebutkan dalam video tersebut, kejadian ini terjadi di Samarinda, Kalimatan Timur.

Faktanya: Kejadian di video tersebut bukanlah di Indonesia. Video yang beredar memperlihatkan sekitar belasan orang sedang berjalan di atas jembatan kayu. Ketika mereka sedang berbincang, jembatan itu mendadak ambruk dan orang-orang tersebut jatuh ke air. Berdasarkan teriakan orang-orang di video, bahasa yang terdengar bukanlah bahasa Indonesia. Cuitan yang viral di Twitter itu menggunakan bahasa Tagalog atau Filipina. Setelah diselediki, peristiwa tersebut terjadi pada April 2018 di Zamboanga, Filipina. (ysn)